KEIKUTSERTAAN BPP DALAM JATIM FAIR 2012


Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Pelayanan Perijinan (BPP) mengikuti Jatim Fair 2012. Pameran terbesar di Indonesia bagian Timur yang digelar dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-67 tersebut, digelar di Gedung Convention Hall, Grand City Surabaya pada tanggal 5-14 Oktober 2012.

“Saat ini stand yang tersedia sebanyak 562. Dari 241 instansi dan perusahaan baik Jatim maupun provinsi lain di luar Jatim, dan dari luar negeri, seperti: Belanda, Amerika Serikat, Jepang dan Polandia,” jelas Murdaya Poo, Ketua Penyelenggara Konsorsium Jatim Fair 2012, dalam laporannya kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di hadapan para tamu dan undangan yang hadir malam (5/10) itu.

Dalam acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur, Murdaya menambahkan bahwa dirinya berterima kasih kepada rekan-rekan media dan masyarakat, khususnya masyarakat pengguna media jejaring sosial yang telah membantu mensosialisasikan Jatim Fair agar target jumlah pengunjung bisa tercapai.

“Untuk bisa mencapai transaksi Rp. 50 miliar, sedikitnya target jumlah pengunjung harus mencapai 200.000 orang,” ungkap Murdaya.

Dalam acara yang digelar mulai pukul 20.00 WIB tersebut, selain Soekarwo, tampak pula para pejabat dari 36 Kota/Kab. di Jawa Timur ikut yang turut hadir dan duduk di bangku VIP undangan. Termasuk Kota Probolinggo yang malam itu diwakili oleh Walikota Buchori.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, JF ini merupakan ajang pertemuan para petarung ekonomi yang selama ini menggerakkan perekonomian rakyat melalui wadah UKM.

“Saat ini pendapatan per kapita masyarakat Jawa Timur meningkat sebesar 68% dari tahun 2008. Atau sebesar Rp 27 juta per kapita. Setara dengan USD 3000,” ungkap Soekarwo saat memulai sambutannya.

“Ini cukup luar biasa. Dan saya optimis bahwa angka ini akan terus naik mengingat banyaknya petarung ekonomi Jawa Timur di tingkat nasional dan juga global,” imbuh Soekarwo yang terkenal dengan brengosnya ini.

Ditargetkannya, pendapatan per kapita dapat naik hingga 90% di tahun 2013 mendatang. Hal ini tentunya ditunjang dari perdaganan antar provinsi Jatim yang cukup besar. Di semester pertama 2012 ini saja, Jatim telah menembus angka Rp. 140 trilyun. Dari modal sebesar Rp. 113 trilyun, Jatim telah memperoleh surplus sebanyak Rp. 27 trilyun.

“Uang surplus itu beredar di masyarakat dan di tangan para petarung ekonomi,” tandas Gubernur yang murah senyum ini.

Untuk capaian dalam setahun ini, Soekarwo menargetkan perdaganan antar provinsi bisa mencapai Rp 300 trilyun. “Dengan hasil capaian positif itu, Jatim kerap menjadi barometer ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus di atas 7 %, Jatim masih berpotensi dapat terus berkembang.” Pungkasnya.

Setelah acara pembukaan selesai, Gubernur Soekarwo bersama para undangan melakukan peninjauan dengan berkeliling di seluruh stand, termasuk stand BPP yang terletak di lantai 3 gedung Convention Hall, Grand City.

BPP Kota Probolinggo sendiri menempati stand nomer 87. Stand yang terletak lurus ke arah utara dari pintu masuk lantai tiga tersebut , menampilkan beragam produk kerajinan dan hasil olahan UKM Kota Probolinggo, di antaranya: rengginang, kerupuk tengiri, asesoris dan keramik, -di samping informasi tentang pelayanan perijinan.

Stand yang mulai beroperasi sejak pukul 11 pagi hinggal 10 malam tiap harinya ini, tercatat sampai di hari akhir penutupan, telah dikunjungi oleh ratusan orang.

“Sebenarnya kami sudah sangat membuka diri. Tapi memang investasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu ada lobying yang lebih lanjut untuk bisa meng-goal-kan rencana tersebut. Termasuk ketidaktahuan calon investor harus mencari informasi kemana,” jelas Siti Havivah, Kasubid Pengaduan dan Penyuluhan BPP Kota Probolinggo kepada Suara Kota.

“Senangnya, istilahnya, kita tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan studi banding. Tak perlu banyak biaya. Cukup di satu tempat ini (Grand City, red.), kita bisa melihat dan membandingkan pelayanan yang ada di tempat kita (BPP Kota Probolinggo, red.) dengan yang ada di tempat-tempat atau kota-kota lain.” Imbuh Siti.

Ditanya soal harapan, Tartib Gunawan, Kepala BPP Kota Probolinggo mengatakan bahwa dengan keikutsertaan ini, nantinya diharapkan nilai investasi di Kota Probolinggo pun akan meningkat. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: