PEMKOT GELAR TAKJIL GRATIS, WUJUD KEBERSAMAAN MASYARAKAT


Salah satu fenomena yang kembali marak kita jumpai saat bulan Ramadhan adalah penjualan takjil. Termasuk di Kota Probolinggo, penjualan takjil banyak kita jumpai di sudut-sudut kota, seperti di jalan Pahlawan, dr. Soetomo, seputaran Aloon-Aloon dan Brantas.

Bahkan di jalan Pahlawan, penjualan takjil yang biasanya berlangsung dari sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang magrib ini, sampai membuat kemacetan yang begitu berarti. Dari pantauan Suara Kota, beragam kendaraan, seperti: mobil, sepeda motor, becak dan sepeda onthel nampak parkir dan memadati ruas jalan satu arah yang tak seberapa lebar itu. Tak hanya kendaraan berplat nomor dalam kota, namun mobil dan motor berplat nomor luar kota pun terlihat di sana.

Selain di jalan Pahlawan, sudut kota yang menyediakan penjualan takjil dan tampak ramai dikunjungi oleh warga masyarakat yang menunggu waktu berbuka (ngabuburit) adalah di Aloon-Aloon (depan Stasiun Probolinggo). Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban PKL Kota Probolinggo difasilitasi Dinas Koperasi, Energi Mineral, Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk mengelar bazar.

Acara yang bertajuk Bazar Ramadhan ini digelar sejak awal bulan Ramadhan 1433 H lalu (19/7), setiap sore dari pukul 15.00 WIB, sampai 14 Agustus 2012.

“Tak hanya Bazar Ramadhan, lewat Diskoperindag, Pemkot juga akan mengadakan kegiatan Pasar Murah yang rencananya akan digelar dari tanggal 11 sampai 14 Agustus mendatang.” Ujar Eddy Sutrisno, Kepala Diskoperindag, kepada Suara Kota.

Lewat Bagian Umum, Pemerintah Kota Probolinggo, setiap sore, juga menyediakan pembagian takjil dan nasi bungkus gratis untuk kaum duafa dan musyafir.

Apakah ini juga termasuk program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan?

Rey Suwigtyo, Kabag Umum Sekdakot Probolinggo, yang ditemui di ruang kerjanya Kamis lalu (26/7), membenarkan hal tersebut.

“Boleh dikatakan seperti itu. Sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh Pak Wali (Walikota Buchori, red.), bahwa kegitan ini bertujuan untuk meringankan beban kaum dhuafa. Para abang becak dan sopir angkota. Juga musafir yang kebetulan lewat di Kota Probolinggo. Yang tujuannya adalah untuk pemerataan dan kebersamaan.”

Menurut Tyo, panggilan Rey Suwigtyo, setiap hari ada sekitar seratus nasi bungkus dan takjil yang dibagikan kepada kaum dhuafa.

“Saya tidak menggunakan kata miskin, tapi dhuafa, karena banyak juga kaum miskin yang tidak miskin,” seloroh Tyo halus untuk menggambarkan semangat warga miskin yang masih punya prinsip tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah ini.

Sayangnya kegiatan yang setiap harinya dimulai dari pukul 16.30 ini cepat sekali berakhir. Tidak sampai 15 menit sejak pertama kali dibuka, sejumlah nasi bungkus dan takjil tersebut langsung ludes diserbu oleh warga masyarakat yang kebetulan lewat dan tukang becak yang njagong (parkir, red.) di sekitar kantor Pemkot.

“Ini menjadi perhatian saya. Ke depan, saya meminta kepada kawan-kawan (staff Bagian Umum) untuk membagikannya lebih sore. Dari jam 5 sore sampai habis. Di samping itu, sambil memperhatikan perkembangannya, mungkin di akhir-akhir Ramadhan, seperti tahun lalu, pastinya kami akan menambah jumlah kapasitas nasi bungkus dan takjil garatis ini,” jelasnya Tyo ramah kepada Suara Kota.

Disinggung soal dana, Tyo menjelaskan bahwasannya dana untuk kegiatan ini bersumber dari APBD, dengan total anggaran senilai Rp. 30 juta.

“Kalau dulu, dalam pelaksanaan program ini, dananya diambil dari hasil saweran kepala-kepala dinas, Ramadhan kali ini, dananya diambil dari APBD. Sudah ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk kegiatan takjil dan nasi bungkus gratis ini,” jawab Tyo.

“Ke depan, bekerja sama dengan satker-satker, kami juga telah merencanakan kegiatan buka puasa bersama Bapak Walikota. Jadi sebelum pembagian takjil, akan ada pencerahan dulu dari Pak Wali. Setelah itu baru kita buka puasa bersama. Kan setiap satker ada anggaran untuk peduli kaum dhuafa,” harap Tyo, mengakhiri wawancara pagi itu dengan Suara Kota. (tby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: