BEBERAPA PELAJARAN YANG AKU DAPATKAN DARI “LITA DAN ORANG GILA”


Lita dan Orang Gila bener-bener membuatku harus lebih banyak belajar. Meski naskah sudah jadi 80%, ternyata setelah diserahkan kepada seorang profesional reader, naskah tersebut mengalami perombakan yang luar biasa besar. Gilaa…. kayak skripsi aja. Aku harus menyusunnya kembali bab demi bab. Dari bab awal. Bab I.

1. Pertama, aku semakin rajin browsing. Terutama tentang latar yang aku pakai: Bali dan Probolinggo.
2. Kedua, aku wajib belajar bahasa Bali. Well, untuk yang ini, di antaranya aku juga belajar dari browsing dan jga tanya-tanya ke temen yang bisa. Ini salah satu artikel yang aku temukan tentang Bahasa Bali yang biasa digunakan sehari-hari. Check this out!

Belajar bahasa Bali sebenarnya tidak sulit, apalagi kalau hanya untuk belajar bahasa Bali yang digunakan sehari-hari. Belajar bahasa Bali akan menjadi lebih mudah jika anda tinggal di Bali dan sehari-hari sering berkomunikasi dengan orang yang juga menggunakan bahasa Bali. Satu hal lagi, bahasa Bali sehari-hari akan sangat cepat dipelajari oleh orang Jawa (orang yang mengerti bahasa Jawa), ini dikarenakan bahasa Bali dan bahasa Jawa memiliki banyak kemiripan, mungkin dikarenakan sejarah antara Jawa dan Bali.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bahasa Bali adalah cara membaca. Untuk bahasa Bali, jika terdapat huruf “a” di akhir kata maka akan dibaca “e” seperti membaca “tante”. Sedang bila sebuah kata diakhiri dengan huruf “e” maka akan dibaca “e” seperti membaca “bule”. Jadi jangan heran ketika banyak nama orang Bali yang berakhiran “a” tetapi dibaca “e”. Seperti nama saya “wira” tetapi di Bali lebih sering dipanggil “wire”, dan sewaktu kuliah di surabaya malah dipanggil “wiro”.

Berikut ini beberapa kata dan kalimat yang sering digunakan dalam bahasa Bali sehari-hari, ingat “a” di akhir kata dibaca “e”, jadi bahasa Bali anda akan terlihat lebih natural.

lakar kija? = mau kemana?
punapi gatra? = apa kabar?
adan tiang Wira = nama saya Wira
buin mani = besok
dija? = dimana?
matur suksma = terima kasih
melali = jalan-jalan
sampun = sudah
jani = sekarang
jam kuda = jam berapa
sampun ngajeng? = sudah makan?

3. Memilih quote yang simple, “bagus” dan personal. Yang pasti jangan ngambil quote dari KBBI. Kata prof reader-ku, kalau itu mah bukan novel lagi, tapi artikel. Hahaha… Ambilah quote dari lagu-lagu “indah” atau penulis catatan perjalanan yang terpecaya.
4. Memilih nama yang unik bagi tokoh agar menimbulkan karakter yang kuat. Dari sekian nama tokoh yang kupakai dan kusodorkan kepada prof reader, cuma nama ibunya Lita aja yang masuk kriterianya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: