DISPOBPAR GELAR LOMBA FILM DOKUMENTER


Meskipun tengah diguyur hujan deras, namun suasana di halaman Museum Probolinggo Sabtu malam itu (17/3) tampak ramai. Banyaknya warga masyarakat yang malam itu memadati halaman museum dikarenakan malam itu sedang berlangsung pemutaran film-film dokumenter karya sineas-sineas muda Probolinggo. Sebut saja Probolinggo The City of Live karya siswa-siswi SMA Negeri 1 Kota Probolinggo yang tergabung dalam Smasa Cinema atau Sampah Hilang Jadi Uang karya BRX n Dhakart dari SMAK Mater Dei, yang hari itu mewarnai suasana pembukaan festival film dokumenter bertajuk Documentary Movie Festival (DM-Fest) 2012.

Acara penayangan film dokumenter yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu malam (17-25 Maret 2012) di pelataran Museum Probolinggo tersebut digelar atas kerjasama antara Dispobpar Kota Probolinggo dan Pro TV sebagai media televisi lokal di Kota Probolinggo yang dimaksudkan sebagai upaya menumbuhkan kreatifitas generasi muda Kota Probolinggo dan sebagai wadah bagi sineas-sineas muda Probolinggo untuk berekspresi.

Pendaftaran pesertanya sendiri, rupanya sudah dimulai sejak 6-31 Januari lalu, dan berhasil menjaring sebanyak 28 peserta (baik di tingkat umum, pelajar maupun mahasiswa). Selanjutnya, para peserta yang terjaring, berhak mengikuti pelatihan atau workshop di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kantor Walikota Probolinggo, pada  Minggu, 5 Februari 2012. Dimana keesokan harinya (6/2), mereka langsung diberi waktu selama satu bulan untuk memulai masa produksinya, yakni sejak 6 Februari – 6 Maret 2012.

Dari masa produksi itu, selanjutnya film akan memasuki masa penjurian dari tanggal 7 – 30 Maret 2012. Dimana para warga masyarakat pun dapat turut menentukan dan memilih film mereka untuk dapat meraih penghargaan sebagai The Most Favourite Movie dengan mengirim SMS dengan format DM(spasi)FEST(spasi)Nomor_Film dan kirim ke 083833340400.

Kenapa dipilih film dokumenter? Rupanya pemilihan tema film dokumenter itu sendiri, menurut Yudhi, salah satu Panitia Penyelenggara DM-Fest 2012, dimaksudkan karena film dokumenter merupakan titik awal bagi para senias-senias pemula yang ingin berkecimpung di dunia film secara profesional.

“Film dokumenter adalah film yang diambil berdasarkan realitas kehidupan sehari-hari. Dan ini memang harus dikuasai terlebih dahulu oleh para senias-senias pemula” jawab Manager Program Pro TV kepada Suara Kota saat ditanya kenapa mengambil tema film dokumenter untuk dilombakan.

Untuk harapan? Saat Suara Kota kembali bertanya mengenai harapan diselenggarakannya lomba film pertama di Probolinggo ini, Kukuh Suryadi, Kabid Pemuda dan Olah Raga, berharap dengan diadakannya lomba ini semakin adanya lomba ini semakin banyak potensi pemuda-pemuda Kota Probolinggo yang dapat tergali.

“Semoga makin banyak potensi pemuda-pemuda Kota Probolinggo yang dapat tergali. Tentunya juga semoga nantinya ada sineas muda Kota Probolinggo yang karyanya dapat diakui secara nasional.” Ungkap Kukuh kepada Suara Kota di sela-sela kesibukannya malam itu.

Satu hal yang menarik dari pelaksanaan DM-Fest ini adalah, penayangan film dokumenter karya terakhir almarhum pelakon senior Kota Probolinggo, Ki Probo yang berjudul Kukuhnya Olahraga.

Pengumuman pemenag akan dilaksanakan tanggal 28 April di GOR Mastrip bersamaan dengan pengumuman kontes Pop Singer dan Pemuda Pelopor 2012. (tby)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: