DUNIA TEATER KOTA PROBOLINGGO BERDUKA


Innalillahi wa inalilahi rojiun. Minggu lalu (1/3), dunia teater Kota Probolinggo berduka. Probo Wiranto, 53, pelakon senior di Kota Probolinggo yang biasa dikenal dengan sebutan Ki Probo, meninggal dunia. Almarhum dikabarkan terkena serangan jantung di kediamannya, yang terletak di kawasan Rusunawa Bestari.

Tak ada yang tahu pasti kenapa almarhum meninggal. Sebab selama ini, Ki Probo memang tidak pernah mengeluh apapun tentang rasa sakit yang dideritanya, baik kepada kawan-kawan maupun kepada anak-anak didiknya.

“Tak ada yang tau secara pasti kapan beliau meninggal.  Agik, teman sekamarnya, menemukan beliau di dalam kamar mandi sekitar pukul  5.45 sore. “ ujar Widya Hendrawan, salah satu kerabat yang juga merupakan anak didik almarhum kepada Suara Kota.

Dari Hasil pemeriksaan rumah sakit, almarhum yang baru sekitar tiga bulan ini menempati salah satu blok di Rusunawa Bestari, diperkirakan meninggal karena serangan jantung sekitar pukul 3 sore.

Hendra juga menjelaskan bahwa paginya almarhum sempat ke kantor Dispobpar dan ngobrol-ngobrol dengan Kukuh Suryadi, Kabid Pemuda dan Olah Raga, yang juga merupakan kawan almarhum semasa SMA.

“Padahal paginya beliau masih sehat-sehat saja. Tak ada keluhan apa-apa pagi itu. Pak Probo masih sempat ke (kantor) Dispobpar, menemui Kabid Pariwisata untuk sebuah urusan. Bahkan dikatakan, di Dispobpar pun beliau sempat berbincang dengan Pak Kukuh.” terang Hendra, berbicara mengenai kondisi terakir almarhum.

Pria kelahiran Solo, 26 September 1958, adalah putra pertama dari pasangan Alm.  Subali Noto dan Tini Srianingdyah. Almarhum yang merupakan putra pertama dari lima bersaudara ini rupanya dibesarkan di Leces, Kab. Probolinggo dan sempat mengenyam pendidikan sekolah film di Akademi Drama dan Film Indonesia (Asdrafi) Jogjakarta setelah menamatkan sekolah lanjutan atasnya di SMA Negeri 1 Probolinggo di tahun 1981.

Sejak sekolah, almarhum sehari-hari dikenal sebagai sosok yang baik, rendah hati dan supel.

“Meski dia anak orang kaya, Dia itu rendah hati dan supel.” Kenang Endang, pemilik Keramik Djava, yang merupakan teman almarhum semamasa SMA.

Di Probolinggo, almarhum dikenal dekat sebagai salah satu pelakon senior, sebagai pembina kesenian di beberapa sekolah negeri yang ada di Probolinggo, dan juga pengasuh komunitas seniman di Kampung Seni.

Almarhum meninggalkan seorang putri, yang saat ini masih duduk di tingkat dua salah satu SMA yang ada di Probolinggo, dan rupanya putri almarhum juga mewarisi darah seni ayahnya sebagai penyanyi.

Almarhum disemayamkan di kediaman adik kandungnya, Probo Wuryaningsih di kawasan Perumahan Tigasan, Leces. Dimana almarhum juga dikebumikan di komplek pemakaman umum Tigasan, Leces.

Selama berkarya almarhum pernah beradu akting dengan aktor-aktor senior Tanah Air, seperti: Slamet Rahardjo, Teguh Karya dan Christine Hakim. Almarhum juga pernah bekerja sebagai tim visual efek di film Janur Kuning dan bekerja sebagai sutradara di beberapa film pendek.

Bahkan menurut keterangan salah satu kerabat almarhum, Latifah Sukmawati, almarhum juga sempat bermain dalam film besutan Arifin C. Noer, Serangan Fajar, di tahun 1982.

Di akhir hayatnya, almarhum juga sempat mensutradari sebuah film dokumenter pesanan dari Dispobpar yang berjudul Kukuhnya Olahraga. Dan sebagai bentuk penghormatan terhadap beliau, Dispobpar akan menayangkan film ini di halaman Museum Probolinggo Minggu esok, 18 Maret 2012.(tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: