PEMPROV GELAR SOSIALISASI POKDARWIS


Pariwisata punya dampak ganda (multyple efect) dalam perkembangan sebuah daerah. Terutama bagi perkembangan perekonomiannya (baca: sumber devisa), sebab pariwisata adalah satu-satunya sektor industri yang tidak terkena imbas resesi ekonomi. Maka dari itu, tak salah lagi jika dewasa ini banyak daerah yang berlomba-lomba mengembangkan sektor kepariwisatanya, termasuk juga Propinsi Jawa Timur.

Selasa kemarin (28/2), Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Bakorwil Malang di Bromo View Hotel, Probolinggo. Acara yang dihadiri oleh anggota pokdarwis, para pemangku kepentingan, kepala dinas dan staff Dinas Pariwisata di 11 Kota / Kabupaten di Jawa Timur ini bertujuan untuk menciptakan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya sektor kepariwisataan.

“Kelompok ini dari masyarakat dan untuk masyarakat. Utamanya warga sekitar yang ada di destinasi. Untuk itu, Sesuai dengan tajuknya, maka tujuan kegiatan sosialisasi pokdarwis pagi ini adalah untuk menciptakan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam terwujudnya iklam yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di Jawa Timur,” ujar Agus Supeno, Kabid Pengembangan Sumber Daya Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur dalam sambutannya.

“Selain itu, kegiatan sosialisasi ini juga dimaksudkan untuk mendaftar dan mengidentifikasi potensi dan semua permasalahan (baca: hambatan) yang terkait dengan industri kepariwisataan di Jawa Timur.” Imbuh Agus Supeno.

Dalam acara yang berlangsung dari pukul 10 pagi ini, Eny Haryati, pemerhati pariwisata Jawa Timur yang sekaligus juga menjadi pembicara utama dalam sosialisai pokdarwis, banyak membuka wawasan para peserta mengenai bagaimana gambaran sebenarnya kondisi kepariwisataan Jawa Timur yang lebih mirip televisi nasional. Tidak menarik dan tentunya kurang diminati.

Boro-boro jadi daerah tujuan utama pariwisata, jadi daerah tujuan wisata yang ajeg saja rasanya susah kalo tetap gini. Ga variatif. Ga kreatif. Mirip TVRI.” Ungkap Eny yang menyatakan keprihatinannya mengenai pengelolaan destinasi wisata mirip dengan pengelolaan stasiun televisi nasional.

“Padahal kalau dibanding-bandingkan dengan Bali, potensi alam Jawa Timur ga kalah banyak dan indahnya.” Lanjut Eny.

Menurut Eny, di Jawa Timur hanya beberapa daerah saja yang pengelolaannya sudah baik. Kota Batu, misalnya. Tapi ya hanya daerah-daerah itu saja. Sementara daerah yang lain sangat kurang peminat dan sepi pengunjung.

Dalam kesempatan itu juga, setiap perwakilan kota dan kabupaten diwajibkan untuk melakukan presentasi mengenai kondisi kepariwisataan yang ada di daerahnya, termasuk faktor penghambatnya.

Untuk Kota Probolinggo, presentasi diwakili oleh Stebby Julionatan. Mantan Kang Kota Probolinggo 2006 ini selama 5 menit memaparkan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kota Probolinggo.

“Kalau berbicara tentang objek wisata alam, terus terang, wilayah Kota Probolinggo yang hanya seluas 56,667 km2 ini miskin objek wisata alam.” Ujar Stebby memulai presentasinya.

“Bromo milik kabupaten, rafting milik kabupaten, air terjun Madakaripura pun milik kabupaten. Tapi tentunya, kami wilayah kecil yang tepat berada di tengah-tengah segitiga emas tersebut, dengan segala keterbatasan tersebut, kami malah beruntung. Hal itu rupanya justru memancing upaya-upaya kreatif, baik dari pemerintah kota maupun dari masyarakatnya untuk mengembangkan segenap potensi wisata yang ada.” Jelas Stebby.

Lebih lanjut Stebby menjelaskan bagaimana upaya pemkot Probolinggo mengembangkan kawasan pantai utara yang sebelumnya gersang menjadi salah satu pusat penelitian hutan mangrove internasional, mengubah pusat lokalisasi Njoboan menjadi kawasan studi lingkungan TWSL, dan yang pasti bagaimana upaya pemkot mengubah bahu jalan menjadi taman kota yang akhirnya mengantarkan Kota Probolinggo untuk kembali meraih Adipura setelah lama vakum, di tahun 2007.

Ada tiga hal penting yang igin dicapai dari sosialisasi ini. Pertama, yakni mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam mewujudkan dan membina kelompok sadar wisata. Kedua, sebagai motivator atau pendorong wilayah lain untuk membentuk kelompok serupa di daerahnya masing-masing. Dan yang ke tiga adalah peran Kabupaten / Kota melalui kegiatan ini diharapkan segera action untuk membentuk kelompok sadar wisata di daerahnya masing-masing.

Aksi ini didasari adanya 763 destinasi yang dimiliki Jawa Timur yang kesemuanya memerlukan penjagaan dan pemeliharaan yang baik agar wisatawan betah singgah di Jawa Timur. (tby)

Advertisements

One Response to “PEMPROV GELAR SOSIALISASI POKDARWIS”

  1. majulah pariwiata jatimku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: