SOSIALISASI KOPERASI MODERN INDONESIA


Pelaksanaan Hari Koperasi yang berlangsung di Jakarta, 12 Juli 2011 kemarin, Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan bertanya kepada Direktur PT. Telkom Indonesia, Renaldi Firmansyah mengenai apa yang bisa dibantu oleh PT. Telkom dalam rangka mengembangkan perekonomian tanah air. Untuk menjawab tantangan itulah, pada akhir tahun 2011, PT Telkom meluncurkan produknya yang bertajuk Koperasi Modern Indonesia.

Demikianlah gambaran latar belakang pembentukan Koperasi Modern Indonesia yang disampaikan oleh Arif Sutrisno, Manager Area PT Telkom Cab. Jember dalam kegiatan Sosialisasi Koperasi Modern Indonesia yang diadakan di Puri Manggala Bakti, Kantor Walikota Probolinggo pada Kamis (16/2), sekitar pukul 09.30 WIB.

Acara yang bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kontribusi koperasi; membantu koperasi meningkatkan kinerja bisnis, daya saing serta kemampuan melayani masyarakat; dan mengembangkan ekosistem bisnis koperasi berbasis ICT melalui pola kemitraan ini ditargetkan akan menghasilkan 100 ribu Koperasi Modern di seluruh Indonesia  hingga akhir Desember 2014.

“Untuk Kota Probolinggo sendiri, targetnya di tahun 2012 ini adalah terbentuknya 50 koperasi modern,” ungkap Arif Sutrisno.

Tentunya keberadaan koperasi modern memiliki perbedaan dengan koperasi konvensional yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Perbedaan tersebut meliputi: Kompeten, Komersil dan Kompetitif.

“Kompeten adalah dimana koperasi mampu menggunakan ICT untuk memonitor, mengevaluasi dan melakukan pendataan secara tepat dan akurat. Komersil dimana koperasi memanfaatkan ICT untuk e-bussiness dan e-commerce. Dan Kompetitif, dimana koperasi mampu mengembangkan bisnis berbasis ICT yang berdaya saing di pasar,” jelas Arif Sutrisno.

Acara yang diikuti oleh 200 orang peserta yang meliputi 100 orang peserta dari Kota dan Kabupaten Probolinggo dan 100 orang dari Kota dan Kabupaten Pasuruan, dibuka oleh Wawali Bandyk Soetrisno. Dalam sambutannya Wawali Bandyk Soetrisno mengungkapkan bahwa ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pembentukan koperasi modern, yakni: sarana & prasarana dan SDM.

“Pada prinsipnya, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pembentukan koperasi modern, yaitu: sarana & prasarana dan SDM di dalamnya. Jadi jangan sampai ketika sebuah koperasi modern sudah berdiri, sarananya sudah canggih, malah SDM-nya yang tidak bisa menggunakan sarana tersebut dengan baik,” kata Wawali Bandyk Soetrisno.

Lebih lanjut Wawali Bandyk Soetrisno berharap bahwa peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional ini tak hanya berhenti di sini saja dan tergerus oleh badan usaha lainnya termasuk swasta dan BUMN.

“Koperasi mempunyai daya saing yang sama dengan swasta dan BUMN dalam menghadapi pasar global. Harapannya, adalah dengan keberadaan koperasi modern ini, tentu saja akan meningkatkan tingkat kemakmuran di Indonesia,” imbuh Wawali Bandyk Soetrisno.

Apa saja yang bakal diterima oleh para peserta sosialisasi?

Kepada Suara Kota, Arief Soetrisno, mengungkapkan bahwa nantinya ada 3 hal pokok yang akan dipelajari oleh peserta dalam sosialisasi awal Koperasi Modern Indonesia ini. “Ada 3 hal yang akan dipelajari oleh para peserta sosialisasi pagi ini, di antaranya adalah: pengenalan terhadap koperasi modern, aplikasi e-koperasi, dan fin changer.” (tby)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: