MPS2 EPISODE 4, JUMLAH PENDONOR DARAH MENINGKAT


Rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Jadi Kota Probolinggo Ke-652 tak hanya terhenti pada kegiatan Apel Hari Jadi dan Pawai Budaya. Minggu kemarin (2/10),  di sepanjang jalan Panglima Sudirman, dari depan Rumah Dinas Walikota sampai dengan pertigaan Pahlawan, tengah berlangsung MPS2 (Morning on Panglima Sudirman Street). Kegiatan MPS2 yang pelaksanaannya telah memasuki Episode 4 di Tahun 2011, mengambil tema:  “Dengan Semangat Hari Jadi Kota Probolinggo Kita Mantapkan Jiwa Kegotongroyongan dalam Membangun Masyarakat Sejahterah”

“Tema ini sangat relevan dengan semangat kita bersama untuk terus-menerus berupaya, bagaimana seluruh masyarakat Kota Probolinggo memiliki tingkat kehidupan yang semakin baik. Upaya penting dalam hal ini, salah satunya adalah memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi,” ujar Imam Suwoko, Kepala DPPKA Kota Probolinggo, yang bertindak sebagai Ketua Panitia dalam gelaran MPS2 kali ini, saat memberikan laporan pertanggungjawaban kegiatan kepada Walikota Probolinggo, HM. Buchori.

Lebih lanjut Imam Suwoko menyampaikan bahwa tema ini juga sejalan dengan semangat Hari Jadi Kota Probolinggo ke-652”

Seperti sebelum-sebelumnya, pelaksanaan MPS2 kali ini juga berlangsung meriah dan senantiasa dipadati pengunjung. Bahkan sebelum acara seremonial dimulai, pada pukul 05.30 WIB, di depan Rumah Dinas Walikota, para pengunjung sudah tampak memadati bebarapa stan yang ada di sepanjang jalan Panglima Sudirman.

Acara seremonial yang diawali dengan penampilan kelompok kesenian perkusi “Gas Negara” dari Sampang ini dihadiri oleh Walikota Buchori, Wawali Bandyk Soetrisno, Sekda Johny Haryanto, para pimpinan FKPD, kepala satker, camat dan para undangan lainnya.

Dalam laporannya kepada Walikota, Imam Siswoko juga menyapaikan tujuan dan jumlah peserta dalam kegiatan MPS kali ini.

“Kegiatan ini (baca: MPS2) bertujuan memberdayakan pelaku usaha kecil, meningkatkan daya beli serta kreatifitas masyarakat,” ungkap Imam Suwoko.

Sementara itu, dalam sambutannya, Walikota berharap bahwasannya gelaran MPS2 dapat semakin menurunkan angka kemiskinan di Kota Probolinggo

“Saya berharap dengan gelaran ini semakin banyak keterlibaan warga msyarakat dalam program-program pemerintah. Semakin banyak warga miskin yang dapat dibantu. Baik melalui pembagian sembako maupun layanan pengobatan gratis,”

Walikota Buchori juga menyampaikan kebanggaanya, bahwasannya di awal bulan ini, dirinya mendapatkan kehormatan dari Gubernur Jawa Timur, Pakdhe Karwo, untuk menerima penghargaan atas keberhasilan Kota Probolinggo mengentaskan angka kemiskian di Jawa Timur.

“Saat ini angka kemiskinan di Probolinggo adalah yang terkecil, nomer satu di Jawa Timur.” Ungkap Walikota Buchori, yang mendapat aplaus meriah dari undangan.

Peserta MPS2 kali ini terdiri dari 340 stan, yang terdiri dari: SKPD, UKM, PKL, perbankan, LSM dan Ormas, sekolah, perkokoan dan partai politik.

Rupanya dampak positif dari pelaksanaan MPS2 tak hanya dari segi ekonomi -perputaran roda perekonomian masyarakat dan pengentasan kemiskinan, tapi juga pada beragam kegiatan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti: pemberian bantuan sembako pada masyarakat miskin, pelayanan kesehatan gratis dan juga donor darah.

Khusus untuk kegiatan donor darah, tercatat jumlah pendonor semakin meningkat dalam setiap pelaksanaan MPS. Pada tahun 2010, terhitung sebanyak 127 pendonor dari 4 kali gelaran MPS2 yang ada. Di tahun 2011 meningkat menjadi 199 pendonor, atau naik sekitar 56% dari tahun lalu. Terdiri dari, 42 pendonor untuk Episode 1, 56 pendonor di Episode 2, 56 pendonor di Episode 3, dan kali ini, 45 pendonor di MPS2 Episode 4 Tahun 2011.

“Dengan adanya MPS2, kesadaran dan partisipatif masyarakat Kota Probolinggo untuk donor darah semakin meningkat. Tak sedikit awalnya masyarakat yang coba-coba untuk donor di dalam kegiatan MPS2, akhirnya menjadi pendonor darah rutin,” Jelas Dau Widodo, staff bagian Administrasi, Unit Donor Darah PMI Kota Probolinggo kepada Suara Kota.

“Salah satunya adalah Vicky Windiardi, warga Mayjen Haryono IV/16, adalah salah satunya.” Pungkas Dau Widodo di tengah kesibukannya pagi itu untuk melayani para pendonor yang akan mendonorkan darahnya. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: