SUKA DUKA PANDU PROGRAM DI BULAN RAMADHAN


Masukro, Iringi Santap Sahur Mitra Suara Kota…

Seperti Ramadhan sebelum-sebelumnya, bulan Ramadhan 1432 H, Radio Suara Kota Probolinggo (RSKP), 101,7 FM kembali meluncurkan program unggulannya, Masukro (Makan Sahur Bersama Radio Suara Kota Probollinggo).  Program yang diudarakan setiap hari, selama satu bulan selama bulan Ramadhan, mulai pukul 02.30 – 04.00 (dini hari) , bertujuan untuk menemani Mitra Suara Kota (sebutan untuk pendengar setia Radio Suara Kota, red.) bersantap sahur dengan iringan lagu, informasi, hiburan segar dan kuis kocak yang berhadiah bingkisan menarik.

Program yang telah ada sejak 1997 ini kerap berganti nama, sebelum fix menjadi Masukro di tahun 2004. Di antaranya adalah “Bimansur” (Binkisan Makan Sahur) dan “Sahur-Sahur”.

Ramadhan 1432 H, Masukro tampil sedikit berbeda dengan kehadiran anggota baru, Ajeng, yang dipasangkan dengan Pak Yoke.

Ajeng sendiri merasa pengalamannya selama memandu Masukro amat menyenangkan.  Meski harus berkorban meninggalkan keluarganya, Ajeng merasa menikmati tugas dan tanggung jawabnya tersebut.

“Ini adalah pengalaman baru bagi saya. Pastinya pengalaman yang menyenangkan. Karena selain menghibur, itungannya saya juga beribadah  dan bekerja, jadi satu. Rasanya nggak ingin Ramadhan ini segera berakhir.” Ujar penyiar bernama asli Irik Ragu ini.

Ajeng yang di kala siaran Masukro harus menginap di radio dan berkawan dengan nyamuk dan hawa dingin Kota Probolinggo mengaku juga agak sedih saat harus meninggalkan kebersamaannya bersama keluarga.

“Memang agak sedih saat harus ninggalin makan sahur bersama keluarga, terutama anak. Tapi ya mau gimana lagi. Wong namanya juga tanggung jawab. Jadi ya harus dikerjakan dengan penuh dedikasi. ” Ungkap Ibu dari dua anak ini.

Masukro dibawakan secara duet oleh para penyiar RSKP. Ada Yuli yang berduet dengan Maman, Lina dan Stebby, Pak Yoke dan Ajeng serta Oke dan Sonea. Siaran duet ini, rupanya juga penuh tantangan dan kendala.

“Kesulitan utama yang kami hadapi adalah menyatukan dua isi kepala . Menjaga kekompakan, hingga menjadi sebuah acara yang informatif, mengalir lancar, segar, kocak dan yang terpenting ga jayus. “ Jelas Oke, penyiar senior di RSKP yang kondang dengan nama udara Mbak Oke.

Tak sedikit memang, di saat-saat awal para penyiar RSKP ini harus berduet, mereka ada mengeluh partnernya ga nyambung, partnernya ga konsentrasi. Ada pula yang mengeluh partnernya diam saja karena masih mengantuk dan tidak tahu apa yang harus diobrolkan. Bahkan yang paling parah adalah yang satu sibuk siaran sedang yang lain malah asyik mengobrol di telepon dengan keluarganya di rumah.

“Yang satu ngomongnya ke sini. Eh, yang nimpalin malah ngomongnya ke sana.” Keluh Lina.

“Iya. Aku malah ditinggal telpon-telponan terus sama, Embah (sebutan bagi Pak Yoke, red.).” Imbuh Ajeng sambil melirik Pak Yoke dengan tatapan bercanda.

Saat penentuan 1 Syawal (itsbat) versi pemerintah yang harus mundur satu hari dari dugaan, Masukro pun juga harus menambah sehari jam tayangnya. Tapi, terlepas dari itu semua, semua penyiar RSKP pun sepakat bahwa bahwasannya segala suka dan duka yang mengiringi perjalanan memandu program Masukro adalah wujud ibadah di bulan yang fitri dan penuh berkah ini. (tby)

2 Responses to “SUKA DUKA PANDU PROGRAM DI BULAN RAMADHAN”

  1. nama aslinya Irik Ragu??????
    yang boong lo?!?!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: