FESTIVAL JAJANAN MANGROVE DI SEMIPRO 2011


 

Tak ada pohon yang bernama mangrove. Mangrove sebenarnya adalah sebutan bagi sekelompok tumbuhan yang tumbuh di daerah luasan vegetasi pantai tropis yang mengalami pasang surut air laut.

 

mangrove

Secara ekologis fungsi mangrove adalah sebagai pelindung pantai, seperti penahan abrasi dan pencegah erosi. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai daerah pemijahan, daerah asuhan dan tempat mencari makan bagi sebagian besar biota pesisir dan biota laut. Untuk itulah tak jarang jika di hutan mangrove banyak ditemui berbagai jenis burung dan hewan lainnya yang membangun sarang dan mencari makannya di sana. Fungsi lain dari hutan mangrove adalah sebagai bahan dasar kosmetik dan pangan bagi manusia.

Sebagai kota yang terletak di pesisir pantai, sudah selayaknyalah masyarakat Kota Probolinggo paham akan dan kegunaan mangrove sebagai kekayaan potensi lokal, utamanya fungsi mangrove sebagai bahan pangan. Untuk itulah, Dinas Pertanian Kota Probolinggo menggelar Festival Olahan Pangan Mangrove, pada event Semipro 2011, Selasa (28/6) mendatang.

“Dalam event Semipro 2011, Dinas Pertanian akan turut ambil bagian dalam kegiatan Festival Olahan Pangan Mangrove. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kreatifitas ibu-ibu rumah tangga dan juga membiasakan warga masyarakat di sekitar pesisir untuk mengkonsumsi keanekaragaman masakan, makanan yang beragam, berimbang dan aman untuk kebutuhan sehari-hari yang sesuai dengan kekayaan potensi budaya lokal Kota Probolinggo.” Ujar Honim, Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Kota Probolinggo.

Festival yang akan diikuti oleh 3 orang perwakilan ibu-ibu PKK di 5 kecamatan yang ada di Kota Probolinggo ini akan mendemonstrasikan dan melombakan cara pengolahan tepung mangrove menjadi aneka kue olahan, diantaranya: roti gulung, putu ayu, kroket, donat, onde-onde, kolak dan bothok.

“Untuk awalnya kami memang melibatkan unsur ibu-ibu PKK Kecamatan dulu. Tapi nanti, pastinya program ini akan berkelanjutan. Harapannya memang seluruh warga masyarakat paham dan mengerti bahwa fungsi mangrove tak hanya sebagai pohon penahan erosi gelombang pantai saja, tapi juga bisa dimakan.”

Sebelum acara yang digelar, ibu-ibu yang akan berpartisipasi dalam festival ini telah mendapatkan pelatihan untuk mengelola tepung mangrove menjadi aneka makanan jadi dan kue olahan dari Dinas Pertanian. Sebanyak 35 perwakilan ibu-ibu PKK se-Kota Probolinggo mendapat pelatihan pengelolaan tepung mangrove pada awal Mei (3-4 Mei 2011) lalu.

Rencananya, hasil dari Festival Olahan Pangan Mangrove ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas, utamanya masyarakat Kota Probolinggo yang ingin mencicipi bagaimana kelezatan hasil olahan makanan yang terbuat dari tepung mangrove. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: