ESCAPE FROM PROBOLINGGO (still in Days 02)


 

Museum Kereta Ambarawa

Dari Solo, sebelum ke Semarang, kami mampir dulu ke Ambarawa, Museum Kereta Api Ambarawa. Dari arah Solo, tinggal ambil bus jurusan Semarang. Dengan harga tiket Rp. 20.000,-/orang, kamu sudah bisa dapat bus pariwisata eksekutif dan turun di Terminal Bawen. Kalo dah nyampe Terminal Bawen, tinggal naik angkot di “pojok’an” depan terminal seharga Rp. 2.500,-/orang dan turun di depan gapura masuk:

IMGP8733

Nah, dari sini kita tinggal jalan kaki ke lokasi museumnya. Ga jauh kok, cuma 100 meter.

IMGP8536

Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-/orang, kami pun dapat berjalan dan menikmati teras sekitar museum. Ada sedikit cerita lucu di sini, di depan, sebelum loket masuk yang sebenarnya, ada pula loket yang bertuliskan TIKET namun tidak mendapatkan penjagaan oleh petugas museum. Pikiran nakal pun muncul, “Asyik gratisan, ga ada yang jaga. Hehehe….” Begitu kami masuk ke dalam lokasi museum, sebut saja itu tempat parkir, ternyata petugas itu bersembunyi, duduk bermalas-malasan di belakang bangunan loket itu. Kami pun tersenyum-senyum sendiri. Merasa sudah mendapatkan lagi keberuntungan hari itu. Ternyata… loket tiket yang sebenarnya ada di dalam. Terletak persis di depan loket kereta wisata. OMG, kita kecolongan nich! Smile

Stasiun ini didirikan pada tahun 1873 selama pemerintahan kolonial Koningen Willem I. Pada jaman kolonial, kereta api yang ada di stasiun ini digunakan sebagai sarana transportasiumum untuk melayani penumpang dan mengangkut hasil pertanian di sekitar lokasi.

Sayang, rupanya kedatangan kami terlambat 30 menit. Kereta api wisata terakhir di hari itu sudah berangkat pukul 14.30 WIB. Kecewa lah… pasti. “Pokoknya besok harus kesini lagi, Za.” ujarku pada sahabatku itu. Ga ada gunanya lah kalau ke Ambarawa tapi belum merasakan dan menikmati sensasi menjadi meneer-meneer Belanda seperti yang sudah sering kami baca atau tonton baik di buku-buku panduan wisata maupun televisi mengenai Ambara dan Museum Kereta Api Ambarawa ini.

Well, meski kecewa… namun rupanya berfoto di lokomotif kereta-kereta kuno yang berbaris rapi di sekitar stasiun cukup mengobati kekecewaan kami. Aku memilih berfoto dengan loko #7, angka keberuntunganku, sedang @azamrahman dengan loko #9.

IMGP8540

IMGP8543

NB: Ternyata monumen Palagan Ambarawa itu dekat dengan museum kereta ini. Tinggal jalan kaki. Mungkin sekitar 500 m. Maklumlah, ini aja baru kami ketahui ketika kami kembali melanjutkan perjalanan kami ke kota berikutnya: SEMARANG.

(bersambung…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: