PEMAHAMAN TERHADAP 4 PILAR KEBANGSAAN DALAM PERINGATAN HARDIKNAS DAN HARKITNAS TAHUN 2011


 

“Tantangan global dan internal yang sedang kita hadapi, mengharuskan kita semua untuk lebih memperkuat karakter, identitas dan jati diri kita sebagai sebuah bangsa, bangsa Indoneia. Oleh sebab itu, perlu dan pentingnya kita kembali memahami tentang 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI untuk menangkal arus budaya luar dan keyakinan yang salah kaprah lagi menyesatkan.”

garuda-1

Itulah petikan amanat yang disampaikan oleh Walikota Probolinggo, HM. Buchori, SH. M.Si, pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Otonomi Daerah XV yang berlangsung Senin kemarin (2/5), pukul 07.30 WIB di Loon-Aloon Kota Probolinggo.

Upacara yang dimulai dengan penampilan 1546 murid TK/RA se-Kota Probolinggo dalam Senam Irama Ceria yang dikoordinatori oleh Sri Sosialiyati, S.Pd., pengurus IGTKI-PGRI Kota Probolinggo ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa.

“Di sinilah mengapa pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, akan tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan kepenasaran intelektual sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara dengan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilarnya.” Tandas Walikota Buchori mengutip sambutan Mendiknas pada peringatan Hardiknas tahun 2011.

Menyikapi perkembangan intelektual terhadap munculnya perilaku yang destruktif, anarkis dan radikalis, lebih lanjut Walikota Buchori juga menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran dan tanggung jawab yang besar. Karena itu, pada kesempatan tersebut, Walikota Buchori mengajak para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, terutama kepala sekolah, guru, pimpinan perguruan tinggi dan dosen harus memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada peserta didik dalam membantuk dan menumbuhkan pla pikir dan perilaku yang berbasis kasih sayang dan toleran terhadap realitas keanekaragaman.

Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dihadiri pula oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Wakil Walikota, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten, para pimpinan SKPD, para Camat dan Lurah, Ketua Tim Penggerak PKK Dharmawanita Persatuan, perwakilan dari Organisasi Perempuan dan Pemuda dan juga para pelajar di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo ini juga dilaksanakan peringatan Hari Otonomi Daerah XV dengan tema: “Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Dengan Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah.

Dalam amanatnya, Walikota Buchori pun sempat bercerita mengenai undangan yang seminggu lalu diterimanya dari Wapres Boediono, dimana dalam kesempatan tersebut Walikota Buchori membahas mengenai langkah reformasi ini menjadi tonggak lahirnya demokratisasi dan desentralisasi di Indonesia.

“Kalau demokratisasi adalah patuh terhadap hukum dan memiliki sikap hidup yang tidak berlebihan atau terciptanya keadilan sosial bagi seluruh warga masyarakat, inti dari desentralisasi adalah pelaksanaan otoda.” Ungkap Walikota Buchori.

“Untuk pelayanan publik, dalam pelaksanaan Otoda, Kota Probolinggo meraih peringkat ke-7 dari 93 kota yang ada di Indonesia. Dalam kesempatan ini tak salah jika secara khusus saya menghaturkan ucapan terimakasih terhadap para aparatur penyelenggara pemerintahan yang telah memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat.” Hatur Walikota Buchori.

Dalam upacara yang dipimpin oleh Heny Soniati, S.Pd. ini juga dibagikan penghargaan terhadap para guru dan kepala sekolah berprestasi. Diantaranya penghargaan pagi itu diberikan kepada Fenni Juanita, S.Pd. dari TKK Mater Dei untuk guru berprestasi dan Drs. Nur Kholis dari SMP Negeri 3 Kota Probolinggo untuk kepala sekolah berprestasi.

 

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2011.

Hal yang senada, mengenai pentingnya memahami dan memaknai kembali 4 Pilar Kebangsaan, rupanya juga kembali dilontarkan oleh Walikota Buchori dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-103 Tahun 2011 dan Hari Malaria yang berlangsung di halaman Kantor Walikota Pemerintah Kota Probolinggo, pada Jumat kemarin (20/5), pukul 07.30 WIB.

Dalam amanat yang disampaikannya terhadap para peserta upacara, Walikota Buchori kembali menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

“Masyarakat yang sejahterah adalah masyarakat yang tidak mengalami kesenjangan. Kesenjangan di segala hal, baik itu pendidikan, ekonomi, sosial maupun kesehatan. Dan, saat kesenjangan dalam masyarakat mampu ditekan, maka hikmah, pesan dari momentum kebangkitan nasional yang telah diukir oleh para pahlawan pendahulu kita dapat terlaksana secara optimal.” Jelas Walikota Buchori yang ditemui di akhir pelaksanaan upacara Harkitnas kepada Suara Kota. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: