UPAYA DISKOPERINDAG MENAFSIR KEMBALI LEN-JELENAN


Terhitung sudah lima pekan Pemerintah Kota Probolinggo menggalakkan kembali Centra Jajanan “Len-Jelenan” yang sempat mati beberapat tahun lalu. Namun tak khayal selama lima pekan berlangsung itu juga, suasana di pusat wisata kuliner Kota Probolinggo yang terletak di jalan Cut Nyak Dien (ex. Jalan Pasar Niaga) tersebut berangsur surut dan berjalan adem-ayem saja. Len-Jelenan belum menjadi salah satu pilihan tempat bagi warga Kota Probolinggo untuk menghabiskan waktu mereka di akhir pekan.

Kemarin, di pekan kelima ini (15/1), sedikitnya ada sekitar 40 stan yang berjajar di kawasan tersebut namun sebagian besar terlihat kosong melompong dan sebagiannya lagi nampak sepi pembeli. Padahal pemerintah sudah mengupayakan berbagai cara dan untuk menggiatkan kembali sentra jajanan tersebut, dan salah satunya adalah dengan menarik perhatian masyarakat lewat hiburan rakyat (baca: orkes dangdut) yang disediakan dan ditempatkan tepat di tengah-tengah ruas jalan Cut Nyak Dien tersebut.

Sepinya suasana Len-Jelenan diakui oleh Nina, salah seorang penjual burger yang memulai usahanya sejak minggu ketiga kawasan Len-Jelenan dibuka kembali. Nina mengakui bahwa sebenarnya prospek untuk berdagang atau berjualan di Len-Jelenan cukup bagus, hanya mungkin saja karena faktor cuaca yang kurang mendukung dan kurangnya konsistensi para pedagang untuk berjualan di kawasan tersebut.

“Mungkin karena malam minggu ini cuacanya mendung. Sehingga banyak warga masyarakat yang tidak keluar rumah. Mungkin itu juga yang menyebabkan temen-temen di sini juga malas berjualan. Takut tidak laku.” Ungkap Nina saat ditanya oleh Suara Kota mengenai sepinya kawasan Len-Jelenan.

“Kalau berbicara masalah prospek sih, saya rasa prospek berjualan di sini cukup bagus. Omzetnya sama dengan omzet harian di rumah.” Lanjut Nina, yang sehari-hari juga membuka usahanya di rumahnya yang berada kawasan Perum Asabri.

Lebih lanjut, Suara Kota juga bertanya kepada Nina, apakah Centra Jajanan “Len-Jelenan” dapat berkembang menjadi salah satu andalan objek wisata kuliner di Kota Proboliggo, dan dengan yakin Nina berkata “Ya.”

“Ya. Saya yakin bisa. Asal itu tadi, para pedagang yang berjualan di tempat ini bisa konsisten. Bisa memanfaatkan dengan baik tempat dan fasilitas yang sudah disediakan di sini. Tidak mangkir saat berjualan. Kalau mau Len-Jelenan tetap eksis sih sebenarnya harus dimulai dari kitanya dulu, dari pedagangnya. Istilahnya meskipun cuacanya lagi ga bagus, sedang hujan atau badai sekalipun, para pedagang yang sudah diberi tempat untuk berjulan di sini harus tetap berjualan. Sehingga Len-Jelenan menjadi satu-satunya tempat jujug’an bagi masyarakat Kota Probolinggo yang mau makan di malam hari.”

Memang sudah menjadi sebuah kebijakan pemerintah, dalam menggalakkan kembali Centra Jajanan “Len-Jelenan”, para pedagang yang berjualan di kawasan Len-Jelenan tidak dikenai biaya apapun. Sampai detik ini, biaya tenda, penerangan, toilet, biaya kebersihan dan air bersih semuanya ditanggung oleh Pemerintah melalui Dinas Koperasi, Industrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Sehingga diperlukan adanya partisipasi dari warga masyarakat Kota Probolinggo dan juga konsistensi dari pedagang yang berjulaan di kawasan Len-Jelenan untuk menggalakkan kembali sentra jajanan tersebut.

Saat Suara Kota bertandang ke Diskoperindag, Ir. Sri Tjahjo Baskorowati, MM., Kabid Usaha Perdagangan di Diskoperindag membenarkan hal tersebut. Bahwa sampai saat ini seluruh fasilitas yang diberikan kepada pedagang yang berjualan di Len-jelenan semuanya diberikan secara gratis. Pihaknya pun telah menetapkan aturan atau sangsi kepada pedagang yang sudah diberi tempat untuk berjualan namun pada kenyataannya mereka mangkir atau tidak berjualan. Menurutnya, pedagang yang sudah 4 kali tidak berjualan akan ditarik ijinnya untuk tidak berjualan lagi dan akan digantikan oleh pedagang yang lain.

“Untuk hal tersebut sudah kami sepakati dengan Ketua PKL dan Ketua UKM yang ada, bahwa bagi pedagang yang 4 kali berturut-turut tidak berjualan maka ijinnya akan ditarik, diminta mundur untuk tidak berjualan lagi dan akan digantikan dengan pedagang lainya.” Jelas Barkorowati.

Lebih lanjut, demi meramaikan pusat jajanan Len-Jelenan, pihaknya (baca: Diskoperindag) pun telah berencana untuk memboyong penjual makanan yang selama ini berjualan di perempatan Brak, sepanjang jalan Panglima Sudirman, belakang Plaza Probolinggo dan belum mempunyai ijin berjualan untuk dapat berjualan di Len-Jelenan.

“Selama ini, banyak kita tahu pedagang tersebut dagangannya laris, namun masih berjualan di ruas-ruas jalan utama dan belum punya ijin berjualan. Ada penjual nasi goreng yang berjulaan di Brak, pedagang sate dan martabak ataupun rujak yang berjualan di belakang Plaza, ataupun penjual jenang sapar dan cilot di pertigaan Siaman. Untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk dapat menginformasikan kepada pedagang tersebut agar bisa pindah ke Len-Jelenan.” Terang Baskorowati kepada Suara Kota.
Ke depan, selain berusaha agar kawasan Len-Jelenan bisa berlangsung setiap hari –tidak hanya berlangsung pada akhir pekan atau setiap malam Minggu saja, Diskoperindag juga akan menjalin kerjasama dengan Bappeda agar Centra Jajanan “Len-Jelenan” dilengkapi dengan fasilitas Hot Spot agar anak muda yang melek teknologi pun bisa menjadikan Len-jelenan sebagai tempat tongkrongan favorit mereka.

“Sampai saat ini sudah ada 6 pedagang yang meminta ijin, dan tentunya sudah kami beri ijin untuk berjualan di sana setiap hari. Ada produk minuman kesehatan “Cap Jempol, Mie Ayam, Sari Laut, Kopi Jamu “Sipul”. Ditambah dua yang baru, Burger “Abror” dan Bebek Goreng. Yang pasti konsekuensinya, kalau sampai 10 hari berturut-turut mereka tidak berjulan, mereka wajib untuk mengembalikan tenda yang mereka pakai.” Pungkas Baskorowati, mengakhiri wawancaranya dengan Suara Kota. (stebby)

Advertisements

One Response to “UPAYA DISKOPERINDAG MENAFSIR KEMBALI LEN-JELENAN”

  1. ditunggu realisasinya. konsepnya dah bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: