PELATIHAN PELEPAH PISANG TERNYATA TIDAK MUSPRO


 

Setidaknya UPT IPLH Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo bisa berbangga, bahwa Pelatihan Pembuatan Briket Arang dan Pelepah Pisang yang diadakan bulan lalu tidak muspro.

Inilah salah satu hasilnya:

IMGP6020

IMGP6026

Sutilawati (41), seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja sebagai suster jaga di sebuah tempat praktek dokter bersalin yang beralamat di jalan Panjaitan, memanfaatkan waktu luangnya di pagi hari untuk mengolah sampah (limbah plastik / limbah pelepah pisang) yang ada di sekitar tempat tinggalnya dan memanfaatkannya untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Untuk tiap kerajian yang dihasilkannya, Sutilawati mematok harga antara Rp. 10ribu – Rp. 25ribu.

“Untuk kotak tissue saya jual seharga sepuluh ribu. Piring saji, dua puluh lima ribu rupiah per unitnya.”

Untuk pemasaran, menurut ibu satu anak ini, selama ini pemasarannya masih memanfaatkan atau menjual kepada kerabat atau orang-orang dekat di sekitarnya saja.

“Sementara ini memang pemasarannya hanya dijual pada orang-orang sekitar. Orang-orang dekat di lingkungan sini saja. ” Ujar Sutilawati.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai harapannya, perempuan yang merupakan istri Koster (penjaga gereja) di Gereja Merah GPIB “Immanuel” Probolinggo ini berharap jika Pemerintah dapat memberinya jalan untuk pemasaran bagi produk-produknya tersebut.

“Saya harap Pemerintah atau Koperasi bisa memberi tempat atau wadah untuk memasarkan produk-produk ini. Semacam art shop atau pengepul untuk kerajinan khas Kota Probolinggo.” (stebby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: