ATLET BARU, MAU DI BAWA KE MANA?


Gelaran POR Kota Probolinggo 2010 sudah selesai digelar, 10 cabang olah raga (cabor) sudah selesai dipertandingkan dan pada Upacara Penutupan POR Kota Probolinggo 2010 yang digelar Sabtu kemarin (4/12), GOR A. Yani telah menjadi saksi bagi munculnya bibit-bibit atlet baru, dimana Kecamatan Kanigaran tampil sebagai juara umum dengan perolehan 17 medali emas, 11 perak dan 8 perunggu.

Kesuksesan multievent olahraga tingkat Kota Probolinggo yang baru pertama kali digelar di tahun 2010 ini tentu membanggakan semua pihak. Tak hanya KONI sebagai induk dari seluruh cabang olahraga tanah air, Dispobpar selaku leading sektor pemerintah yang mengurusi masalah perkembangan olah raga dan juga Dinas Pendidikan selaku pemilik “material” atlet-atlet muda ini, namun juga seluruh masyarakat Kota Probolinggo ikut larut dalam euforia kebanggaan ini.

Sebagaimana dalam Upacara Pembukaan terdahulu pernah disampaikan oleh Ketua Panitia POR Kota Probolinggo 2010, Drs. Tjuk Soemarsono, MM. kepada Walikota Probolinggo, HM. Buchori SH. M.Si. dan Ketua Umum KONI Jatim yang juga merupakan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) bahwa tujuan dari pelaksanaan POR Kota Probolinggo 2010 ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk mewujudkan keterpaduan sistem keolahragaan sejak dari pemasalan, pembibitan dan peningkatan prestasi atlet usia muda, yakni untuk mencari bibit-bibit atlet baru di Kota Probolinggo pada 10 cabor yang dipertandingan.

Untuk itulah, di dalam gelaran POR Kota Pobolinggo 2010 ini, ada persyaratan yang melarang keikutsertaan atlet-atlet muda yang pernah mengikuti kompetisi (baik tingkat kota maupun tingkat propinsi, baik menjadi pemenang maupun hanya menjadi peserta saja, red.), memiliki pengalaman bertanding, pernah dilatih secara khusus atau tergabung dalam sebuah klub olah raga sebelumnya. “Atlet yang benar-benar masih murni.” Begitulah istilah yang biasa dipakai oleh KONI Kota Probolinggo.

Sebelum pelaksanaan POR Kota sempat dikira bahwa ini merupakan sebuah usulan KONI yang teramat spekulatif, sebuah usulan yang berani, terlebih lagi ketika KONI memberlakukan klasemen penilaian berdasarkan Kecamatan serta mempertandingkan anak-anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) dalam cabor renang. Tapi kenyataannya, malah inilah yang menarik perhatian Gus Ipul hingga beliau menyempatkan diri untuk hadir dalam acara pembukaan POR Kota Probolinggo 2010 yang dilaksanakan juga di GOR A.Yani, Sabtu, 27 November 2010, silam.

“Inilah yang memang sebenarnya ingin saya buat di Jawa Timur. Dan rupanya Probolinggo telah mendahuluinya. Selamat untuk Kota Probolinggo.” Ujar Gus Ipul, memberikan selamat kepada Kota Probolinggo sebagai penyelenggara pertama di Indonesia yang mempertandingkan kompetisi olahraga untuk anak-anak di tingkat taman kanak-kanak.

Saat bibit sudah didapat, dalam perkembangannya muncul sebuah pertanyaan baru di masyarakat, baik dari para orangtua atlet, pelatih, maupun (yang ini terkesan lebih aneh lagi adalah pertanyaan) dari Pengurus Kota (Pengkot) Cabang Olahraga, mengenai: “Mau dibawa kemana atlet-atlet baru tersebut setelah ini?”

Ditemui Suara Kota di sela-sela pertandingan untuk cabor Renang 25 Meter Freestyle Kick untuk Kelompok Umur (KU) A bagi siswa TK/RA Jumat kemarin (3/12), Drs. Kukuh Suryadi, M.Pd. selaku Kabid Kepemudaan dan Keolahraggan di Dispobpar menjelaskan serta menghimbau kepada masyarakat, khususnya Pengkot agar jangan hanya berpangku tanggan saja terhadap Pemerintah.

“Keberlanjutan pembinaan atlet-atlet muda ini adalah urusan kita bersama dan sudah selayaknya pula kita kerjakan bersama,” tegas Kukuh yang juga merupakan Koordinator Seksi Pertandingan POR Kota Probolinggo 2010.

Lebih lanjut Kukuh menjelaskan bahwa dalam setiap pelaksanaan pertandingan, Panitia Pelaksana telah membuat tim Pemandu Bakat yang melaporkan hasilnya ke KONI. Dan dari hasil laporan terbuka yang telah diolah menjadi sebuah database atlet oleh KONI ini, diharapkan Pengkot yang lebih tau mengenai proyeksi pertandingan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan bisa melakukan pembinaan lebih intensif terhadap atlet-atlet muda ini.

“Semisal jangka pendek, tahun 2011 di depan, para atlet ini bisa dimasukkan sebagai kontingen POR SD tingkat Jatim. Atau tahun 2012 ada POPDA (Pekan Olah Raga Pelajar Daerah, red.) Jatim, dan lainnya. Dan ini, yang lebih tau dan hafal mengenai gelaran-gelaran atau event-event olah raga apa saja kedepannya itu Pengkot,”

Sebagai harapan, kepada Suara Kota Kukuh menjelaskan harapannya, bahwa setelah pelaksanaan POR Kota Probolinggo 2010, minimal ada satu klub olah raga, di salah satu cabang olahraga, di tiap-tiap kecamatan yang ada di Kota Probolinggo.
“Untuk itulah setelah gelaran event ini, saya menghendaki adanya minimal satu klub olahraga di salah satu cabang olah raga, di tiap-tiap Kecamatan. Dan saya rasa itu tidaklah sulit, mengingat potensi yang dimiliki oleh UPTD Pendidikan di masing-masing Kecamatan sangatlah besar,”

“Sebagai gambaran, di masing-masing kecamatan memiliki UPTD Pendidikan. Ada 5 Kecamatan di sini (Kota Probolinggo, red.). Di dalam UPTD Pendidikan di masing-masing kecamatan ini memiliki minimal 4 Gugus Sekolah Dasar (SD), dan satu Gugus SD terdiri dari 5-6 SD. Bayangkan berapa besarnya potensi yang dimiliki oleh UPTD Pendidikan tersebut, di mana di dalamnya ada gedung sekolah, kepala sekolah, komite sekolah, orang tua atau wali murid dan pastinya siswa. Potensi di sini bukanlah mengacu pada anggaran atau dana yang digunakan untuk membangun sebuah GOR di masing-masing kecamatan sebagai wadah / club atlet-atlet itu untuk berlatih tetapi semangat kebersamaan untuk memajukan dunia olahraga di Kota Probolinggo yang kita cintai bersama ini.” Terang Kukuh Suryadi kepada Suara Kota.

Ditemui di tempat yang berbeda, Ketua KONI Kota Probolinggo, Heru Djudiarto, juga menjelaskan hal yang tak jauh berbeda. “Urusan pembinaan olahraga ini jangan hanya dari pemerintah daerah saja perhatiannya. Pihak-pihak luar, baik itu bank maupun swasta dan juga masyarakat harus sama-sama mendukung dan memikirkannya.”

“Sehingga olah raga bukan sekedar menjadi urusan KONI atau pemerintah saja tetapi manifestasi dan implementsi dari semangat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.” Ujar Heru.

Selain itu, Heru yang juga adalah Wakil Ketua Kadin dan anggota Badan Pengawas PDAM mengharapkan dengan adanya gelaran POR Kota Probolinggo 2010 yang merupakan gelaran atau event olah raga dwi tahunan ini, KONI mempunyai database dari pelaku-pelaku olahraga di usia dini di Kota Probolinggo yang diketahui bersama antara Dispobpar, Dinas Pendidikan, KONI dan juga masyarakat.

“Akhirnya kami mempunyai database, dan ini sedang dikerjakan. Selain itu, dari KONI sendiri, harapannya setelah gelaran event ini selesai adalah menindaklanjuti pembibitan dengan pembinaan. Dan kalau nanti, olahraga ini sudah benar-benar bisa memasyarakat di Kota Probolinggo, KONI bisa memiliki Buletin Olahraga-nya sendiri.” Jelas Heru Djudiarto.

Dinas Pendidikan selaku pemilik “material” dari atlet-atlet muda ini pun tak luput dari buruan tinta Suara Kota. Drs Dwi Sumedi NP, M.Si., Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, yang ditemui usai mengisi Ruang Dialog Interaktif di Radio Suara Kota pun memberikan jawabannya seputar keberlanjutan pembinaan dari atlet-atlet muda ini.

Menurutnya, Dinas Pendidikan nantinya akan menyediakan waktu khusus di luar jam belajar untuk membina dan mengadakan pelatihan bagi atlet-atlet muda yang sudah tersaring melalui ajang POR Kota Probolinggo 2010 ini.

Saat di konfirmasi mengenai kesanggupan Dinas Pendidikan (dalam hal ini adalah UPTD Pendidikan di masing-masing Kecamatan) untuk dapat memenuhi harapan akan lahirnya minimal satu klub olahraga pada satu cabor di masing-masing kecamatan, Medi (panggilan untuk Dwi Sumedi, red.) menyatakan kesanggupannya. “Insyaallah bakal terlaksana di tahun depan.” Ujarnya.

Di atas itu semua, rupanya ada janji manis yang diungkapkan oleh orang nomer satu di kota ini, Walikota Probolinggo, HM. Buchori, SH. M.Si.. Dalam acara penutupan POR Kota Probolinggo 2010, Walikota Buchori menyatakan kesanggupan Pemkot untuk memberikan pembinaan terhadap atlet-atlet muda yang lahir dalam event ini. Lebih dari itu, Walikota Buchori bahkan berjanji menambah anggaran APBD untuk olahraga di kota Probolinggo. JAYALAH TERUS OLAH RAGA TANAH AIR!!! (stebby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: