PENGGUNAAN BUSANA TEMPO DULU DI MPS2 EPISODE 4 TAHUN 2010


Tak salah memang kalau secara masive dikatakan bahwa Morning on Panglima Sudirman Street (MPS2) sudah menjadi salah satu potensi wisata yang dimiliki oleh Kota Probolinggo saat ini. Sebab, dalam setiap pelaksanaan MPS2, jalan Panglima Sudirman senantiasa dipenuhi oleh masyarakat dan menjadi tempat hiburan dadakan bagi masyarakat, baik dari dalam Kota Probolinggo sendiri maupun masyarakat di luar Kota Probolinggo.

Seperti yang terjadi pada pelaksanaan MPS2 Episode 4 Tahun 2010 yang dilaksanakan hari Minggu, 7 November 2010 kemarin. Masyarakat sudah tampak berkerumun di depan Rumah Dinas Walikota, sebagai lokasi start atau tempat dimulainya kegiatan MPS2, sejak pukul 04.30 WIB. Banyaknya masyarakat yang hadir, bahkan hadir sebelum acara seremonial pembukaan dimulai, adalah guna menyaksikan secara langsung bagaimana hebohnya gelaran MPS2 Episode 4 Tahun 2010 tersebut digelar.

Terlebih lagi, dalam gelaran MPS2 Episode 4 Tahun 2010 kali ini, ada peraturan yang diberlakukan bagi setiap undangan, kepala SKPD, pelaku usaha bahkan bagi penjaga stand pameran untuk menggunakan busana tempo dulu. Kontan, hal tersebut, mengundang lebih banyak animo masyarakat untuk menyaksikannya.

Mengambil tema: “Dengan Jiwa dan Semangat Kepahlawanan Kita Gelorakan Etos Kebersamaan untuk Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan”, acara yang dimulai tepat pada pukul 05.00 WIB dibuka oleh Walikota Probolinggo, HM. Buchori, SH. M.Si. Saat itu, Walikota Buchori yang didampingi oleh Hj. Rukmini Buchori, SH. tampil dengan perpaduan busana tempo dulu yang serasi, dengan model ala pejuang tahun ’45 berwarna hijau hijau muda lengkap dengan asesoris topi, sabuk serta sepatunya.

Seperti gelaran MPS2 sebelum-sebelumnya, orang nomor satu di Kota Probolinggo tersebut berharap kehadiran MPS2 dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo.

“Saya bangga atas dilaksanakannya kembali MPS2 Episode 4 Tahun 2010 kali ini. Dan tentunya, kebanggaan ini memicu harapan saya, agar kehadiran MPS2 dapat semakin menggerakkan laju roda perekonomian di Kota Probolinggo, yang berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya PKL dan UMKM.” Ungkap Walikota Buchori dalam sambutannya.

Agenda rutin triwulanan yang diadakan oleh pemerintah Kota Probolinggo ini memang merupakan tempat menuai rejeki bagi para pedagang kaki lima dan UKM untuk memasarkan barang-barang ataupun produk-produk unggulan mereka. Bahkan tak jarang, barang-barang ataupun produk yang ditawarkan oleh 141 stand dari 85 partisipan (dari lingkungan Pemkot maupun industri yang ada di wilayah Kota Probolinggo) ini ludes oleh masyarakat sebelum gelaran MPS2 tersebut berakhir.

Inspirasi kegiatan MPS2 didapat oleh Pemerintah Kota Probolinggo ketika pelaksanaan Hari Pendidikan 2008 di Jakarta. Saat itu, Walikota Probolinggo, HM. Buchori, SH, M.Si yang didampingi beberapa Kepala Unit kerja termasuk diantaranya Kepala Bappeda Ir. Budi Krisyanto, M.Si menghadiri kreasi pelajar dalam rangka Hari Pendidikan 2008 yang digelar di sepanjang Jl. MH. Thamrin, Jakarta (sepanjang 7 km).

Budi Kris mengisahkan, Walikota Probolinggo menginstruksikan kepada dirinya untuk merencanakan agar kegiatan kreasi pelajar ini bisa digelar di Kota Probolinggo. Menyikapi “perintah’ tersebut, Budi Kris tertanggal 7 Mei 2009, menyampaikan telaah kepada Walikota tentang apa yang telah direncanakan yakni penyelenggaraan “Morning at The Panglima Sudirman Street” yang kemudian menjadi “Morning On Panglima Sudirman Street”. Menindaklanjuti telaah tersebut, kemudian terbit Peraturan Walikota Probolinggo Nomor 17 tahun 2009 Tentang Kegiatan Pagi di jalan Panglima Sudirman “Morning On Panglima Sudirman Street (MPS2)”.

Meskipun diilhami dari Hardiknas 2008, Budi Kris mengakui MPS2 merupakan implementasi dari program Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan ekonomi daerah. “Dalam menggelar kegiatan, kita selalu berfikir bagaimana kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat. MPS2 merupakan langkah kongkrit untuk menggerakkan sektor riil yang melibatkan seluruh pelaku ekonomi daerah seperti pengusaha besar, UMKM dan PKL”, tegas Budi Kris.

Ide awal digelarnya MPS2 bertujuan untuk mengembangkan kreasi dan inovasi masyarakat Kota Probolinggo. “Kami berharap masyarakat Kota Probolinggo mampu mengembangkan kreatifitasnya. Selain itu, Pemerintah Kota Probolinggo juga ingin memberikan kesempatan kepada pelaku usaha khususnya UMKM-PKL untuk meningkatkan pemasaran produknya. Untuk itulah Pemerintah Kota Probolinggo menggelar MPS2”, tambah Budi Kris.

Di samping penggunaan busana tempo dulu, perbedaan kemeriahan pada pelaksanaan MPS2 Episode 4 Tahun 2010 kali ini dengan pelaksanaan MPS2 sebelum-sebelumnya adalah diluncurkan agenda SEMIPRO 2011 yang akan dilaksanakan tanggal 25 Juni – 1 Juli 2011 mendatang juga dipilihnya stand terbaik dan pengunjung terekspresif (dengan mengisi kuisioner maupun SMS ke nomer yang disediakan panitia atau Radio Suara Kota) .

Wisata Bahari & Pantai; Wisata Agro; Wisata Olah Raga (Lomba Lari 10K, Triathlon, Volly Pantai, Vollly Indor ); Aneka Lomba dan Kontes (Kerapan Sapi Brujul, Kerapan Kambing, Kontes Sapi Ternak, Burung Berkicau, Kontes Binatang Kesayangan), Festival Busana Batik Khas Kota Probolinggo, Pertunjukan Seni & Pagelaran Budaya, Pameran Produk Unggulan UKM & Cinderamata adalah sederet agenda kegiatan dalam SEMIPRO 2011.

Tampil sebagai pemenang stand terbaik pilihan pengunjung adalah Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) yang disusul oleh RSUD dr. Moh Saleh di tempat kedua dan DPPKA (Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset) di tempat ketiga.

Dalam MPS2 Episode 4 Tahun 2010 kali ini, sesuai data yang dihimpun oleh Bappeda, modal yang disediakan oleh 200 peserta adalah sebesar Rp. 534.206.000, yang menyerap tenaga kerja sebanyak 1.384 tenaga kerja dengan omzet pendapatan sebesar Rp. 242.538.000,-. Total MPS2 tahun 2010 yang telah digelar sebanyak 4 periode, perputaran ekonomi selama event didapat angka yang cukup signifikan. Omzet yang dihasilkan sebesar Rp. 861.583.850,- dengan rincian Semipro I menghasilkan omzet Rp. 112.775.200, Semipro II menghasilkan omzet Rp. 297.798.000, Semipro III menghasilkan omzet Rp. 208.472.650, dan Semipro IV menghasilkan omzet Rp. 242.538.000. (stebby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: