(peran) PENGGANTI


Sungguh tidak mudah menjadi pengganti…

Tengok saja bagaimana perjuangan Dian Sastro saat harus menggantikan Mas Tantowi Yahya sebagai pemandu acara di sebuah program kuis yang berhadiah miliaran juta rupiah itu…
atau saat Kerispatih tampil dengan vokalis barunya, Fandy Santoso….
atau Duo Maia dengan kehadiran Mey Chan.

Menjadi seorang pengganti, senantiasa kita dibandingkan dengan “sang tokoh” alias orang yang kita ganti posisinya tersebut. Kalau orang yang kita gantikan tersebut kualitasnya tidak lebih baik dari kita tentu takkan menjadi masalah, tapi kalau orang yang kita ganti tersebut memiliki kualitas yang sama atau bahkan lebih baik dari kita tentu hal tersebut menjadi sebuah persoalan tersendiri.

Hal itulah yang aku rasakan saat ini. As a replace man di sebuah program yang sudah mantap abis, di sebuah radio yang emang udah terkenal seantero jagad Probolinggo, dan announcher kawakan yang emang namanya sudah melekat, aku harus berusaha lebih giat,  bekerja lebih keras, dan belajar lebih tekun.

Felling a little down?? Itu pasti. Tapi aku nggak akan takut… aku nggak akan gentar.

TIPS BIAR KAMU NGGAK SELALU DIBANDING-BANDINGIN:

  1. LAKUKAN SEMUA DENGAN CARAMU… jadi diri sendiri aja. jangan merasa terbebani dengan kharisma atau sosok “sang tokoh” yang dibanding-bandingkan dengan kamu itu. tanamkan pada benakmu: “sekarang gini masamu bukan masanya.” tapi tetep… harus senantiasa rendah hati n ga boleh sombong.
  2. BELAJAR DARI KESALAHAN-KESALAHAN YANG KITA PERBUAT… itu pasti. n biasanya kita cenderung lebih cepat belajar dari hal ini. keledai sekalipun tak ada yang ingin terperosok di lubang yang sama kan???
  3. MENAMBAH JAM TERBANG…  jangan malas atau menggerutu jika kamu diberi tugas lebih banyak dari kawan-kawan kamu. capek??? pasti. ngerasa nggak pernah ada waktu buat diri sendiri atau sekedar istirahat??? ya iya lah…. tapi ambil positifnya saja. paling tidak kamu akan punya jam terbang yang lebih banyak untuk menyusul segala ketertinggalan kamu.
  4. MEMOTIVASI DIRI UNTUK LEBIH BAIK LAGI… kalau saya, karena pronounsiasi dan artikulasi sangat penting dalam dunia penyiaran, dan saya lemah untuk mengucapkan kata-kata yang mengandung unsur “R” dan “L” yang rapat, maka setiap hari saya harus melatih diri saya untuk mengucapkan “laler menclok nang lor’e rel”
  5. (tu bi kontinu)

this blog still under constructed. hahahahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: