MINORITY


Minority atau Minoritas ialah kelompok sosial yang tak menyusun mayoritas populasi total dari voting dominan secara politis dari suatu kelompok masyarakat tertentu. Minoritas dapat pula merujuk ke kelompok bawahan maupun marginal. Minoritas sosiologis tak perlu bersifat numerik sebab dapat mencakup kelompok yang di bawah normal dengan memandang pada kelompok dominan dalam hal status sosial, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, dan kekuasaan politik. Istilah “kelompok minoritas” sering diterapkan bersama dengan wacana hak asasi manusia dan hak kolektif yang mengemuka di abad ke-20.

minoritas

Dalam sambutan pada peringatan ulang tahunnya yang ke-50, Pak Koesudiharsono (Papanya Tacik Barbara a.k.a Rendra) membagikan sedikit kesaksian tentang bagaimana perjuangannya meraih posisi sebagai Kepala Sekolah SD seperti saat ini. Beliau bercerita, sungguh tidak mudah bagi seorang minoritas (aku ubah kata-katanya dari “orang Kristen”, “orang percaya” atau “orang-aring sekalipun” menjadi “minoritas” saja ketimbang menyebutkan suatu agama tertentu, sebab menurutku sama saja, ketika mungkin suatu hari kami menjadi mayoritas bisa jadi perlakuan kami terhadap mereka yang minoritas bakal sama saja dan bahkan mungkin lebih buruk lagi, pen.) untuk mendapatkan kesempatan dan promosi seperti yang dia alami saat ini. Lebih lanjut Pak Koes bercerita kalau beliau harus menunggu hingga 2 tahun dan didahului oleh kawan-kawannya yang lain. Tentang usahanya menjadi guru teladan dan meraih nilai tertinggi di dalam tes kelayakan kenaikan pangkat.

Terus terang aku sangat tersentuh… terus terang aku sangat bangga dengan perjuangan beliau. Dan membuatku…

merenung

merenung….

Aku benar-benar merenung… (tiba-tiba waktu seakan berhenti sepersekian detik, semua terasa melambat, gerak tubuh, bahkan degup jantung yang biasanya tak terdengar pun kini terdengar dengan sangat halus. begitu lembut. begitu hangat)

Bukan tentang tekanan karena kami berbeda… bukan karena himpitan karena kami minoritas. Itu semua tidak penting bagiku. Itu semua tak melibatkanku dalam tendensi apapun.

Tapi manfaatnya. Manfaat menjadi MINORITAS itu.

Bisakah kami menjadi seperti ini kalo kami sama dengan yang lain? Bisakah kami menjadi seperti ini kalau kami mayoritas? Bisakah… bisakah kami menjadi sukses???

sukses

Memang benar… aku akui, banyak sekali halangannya ketika kita menjadi minoritas. Glass ceiling. Terkadang halangan itu tak kasat mata, tak terlihat, namun benar-benar ada dan nyata. Namun menurutku, hal itulah yang membuat aku menjadi lebih kuat, hal itulah yang memotivasiku untuk terus bertahan dan menjadi yang terbaik dalam lingkungan kita.

Apakah hal itu akan sama jika aku menjadi mayoritas???  Aku rasa tidak.

NB: Untuk Pak Koes… selamat ulang tahun yang ke-50 ya. Semakin berkilau di usia emas ini dan (tentu saja) juga dapat membagi kemilau tersebut bagi dunia dan sekitarnya. amien. GBU.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: