12 NAMA-NAMA JALAN DI KOTA PROBOLINGGO DI MASA PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA (beserta SEJARAHnya…)


Sebuah nama jalan ternyata sangat erat kaitannya dengan sebuah tempat atau latar belakang sosial masyarakat yang mendiami jalan itu. Hal ini pulalah yang terjadi dan terasa pada masa Pemerintahan Hindia Belanda ketika mereka menguasai, menduduki serta memberi nama-nama pada jalan di Kota Probolinggo ketika itu

1. Jalan Panglima Sudirman (Grote Postweg).

Jalan Raya Panglima Sudirman dulunya bernama Grote Postweg. Dari asal katanya, grote berarti “besar” sedangkan postweg berarti “jalan raya”. Sehingga dari sini dapat kita ketahui, bahwa memang sejak dulu, sejak masa Pemerintahan Hindia Belanda, Jalan Raya Panglima Sudirman telah mengambil fungsi sebagai adalah jalan protokol terpenting dalam kehidupan masyarakat Probolinggo. Jalan tersebut menghubungkan Kota Probolinggo dengan kota-kota lain di sekitar wilayah Kota Probolinggo, seperti: Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Probolinggo sendiri.

2. Jalan Panjaitan (Bromo Straat).

Jalan Panjaitan dulunya bernama Bromo Straat atau Jalan Bromo. Diberi nama Bromo Straat atau Jalan Bromo karena di masa itu, sebelum ada Jalan Raya Bromo seperti saat sekarang ini, jalan ini adalah satu-satunya akses untuk menuju Gunung Bromo dari Kota Probolinggo.

3. Jalan Kartini (Maleise Straat).

Jalan Kartini yang kita kenal sekarang ini sebagai tempat dimana di sana ada Depot Bakso Bakar, ada tempat persewaan pakaian adat dan pengantin “Ibu Sumarno”, tempat parkir dan paviliun “Wijaya Kusuma” RS. Dr. Moch Saleh Kota Probolinggo dulunya bernama Meleise Strat atau Jalan Kampung Melayu karena di jalan ini dahulu banyak terdapat etnis Melayu yang bermukim atau tinggal di jalan ini.

4. Jalan Wahidin (Midden Straat).

Jalan tengah. Jalan Wahidin disebut sebagai Midden Straat atau “jalan tengah” karena memang ketika itu, pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, letaknya persis di tengah dan membagi Kota Probolinggo menjadi dua bagian: Timur dan Barat.

5. Jalan Suyoso (Arabise Voorstraat)

Dinamakan Arabise Voorstraat karena saat itu (bahkan sampai saat ini) Jalan Suyoso adalah tempat bermukim etnis Arab terbesar di Kota Probolinggo.

4. Jalan dr. Saleh (Zee Straat)

Zee berarti “laut”. Jadi dulunya Jalan dr. Saleh dikenal dengan sebutan Zee Straat atau Jalan Laut. Ini dikarenakan kalau kita mengikuti jalur jalan tersebut ke utara, kita akan tiba di laut atau di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo.

7. Jalan Suroyo (Heren Straat)

Heren Straat atau “Jalan Tuan-Tuan”. Hal ini dikarenakan pada masa itu, Jalan Suroyo adalah tempat tinggal meneer-meneer atau tuan-tuan Belanda.

8. Jalan dr. Sutomo (Cninese Voorstraat)

Ternyata memang sejak dulu Jalan dr. Sutomo ini adalah pusat perekonomian di kota Probolinggo. Terbukti, dalam pemberian nama, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menggunakan nama Chinese Voorstraat yang berarti Jalan Pecinan. Sebagaimana kita ketahui, masyarakat Cina atau keturunan masyarakat Cina adalah masyarakat yang ahli dalam hal berdagang. Mereka banyak yang tinggal di jalan ini dan melakukan aktivitas perdagangannya di sana.

9. Jalan Pahlawan (Zuid Straat)

Karena letaknya yang berada di sebelah selatan Kota Probolinggo, maka jalan ini dulu diberi nama Zuid Straat, yang berarti “Jalan Selatan”.

10. Jalan K.H. Mansyur (Spoor Straat)

Karena di jalan ini terletak Stasiun Kota, maka tidak salah kalu Pemerintah Kolonial Hindia Belanda ketika itu menamai jalan ini “Jalan Kereta Api” atau Spoor Straat.

11. Jalan  Ahmad Yani (Regent Straat)

Regent artinya “Pemerintahan”. Sebelum Probolinggo terpecah menjadi 2 wilayah administratif, Kota dan Kab. Probolinggo, di jalan inilah terletak pusat tatanan dan pemerintahan kota.

12. Jalan Imam Bonjol (School Straat)

Yang sekarang kita kenal sebagai Jalan Imam Bonjol, dulunya dikenal dengan sebutan School Straat, karena di tempat inilah berdiri sebuah sekolah Katholik, SD Katholik “Mater Dei”.

Penulis                        : Stebby Julionatan a.k.a BonX

Narasumber               : Cornelis Kippuw

Photos                         : Stebby Julionatan & Rendra Kustanto

.

.


Special thanks to Opa Cornelis Kippuw… merupakan suatu kebanggaan ketika aku ditakdirkan untuk mengenal dan menjadi cucumu. 🙂

Advertisements

9 Responses to “12 NAMA-NAMA JALAN DI KOTA PROBOLINGGO DI MASA PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA (beserta SEJARAHnya…)”

  1. lumayan buat nambah wawasan… 😀
    nice share bonx

  2. Kerrenn bro….

  3. Thanks buat infox :))

  4. nugraha tp Says:

    TOP banget dah…

  5. Wow! Bagus buat pengetahuan sejarah.
    Boleh share ya?

  6. ik ben heel blij met deze informatie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: