Cara Ngawur LSF Menentukan Batas Usia Penonton


an Attachment from danielht@rad.net.id

Salah satu tugas dan wewenang Lembaga Sensor Film Indonesia adalah menentukan batas usia sebuah film. Baik yang diputar di bioskop-bioskop, maupun yang dalam format VCD/DVD.

Namun dalam kenyataannya batasan usia yang telah ditentukan LSF itu tak ada artinya di bioskop-bioskop. Buktinya, pemandangan anak-anak di bawah umur nonton film yang sebenarnya kategori dewasa merupakan pemandangan biasa. Tidak pernah kita dengar ada penonton yang ditolak masuk karena umurnya belum cukup dewasa.

Di situs bioskop grup 21 (www.21cineplex. com), maupun blitzmegaplex (www.blitzmegaplex. com), tentang batasan usia sebuah film pun dianggap tidak penting. Karena tidak ada data tentang batasan sebuah film yang ditayang di bioskop-bioskop mereka di situs tersebut. Ini berbeda dengan situs luar negeri sejenis. Misalnya, http://www.imdb.com yang selalu mencantumkan batasan usia sebuah film yang ditentukan oleh The Motion Picture Association of America (MPAA) lengkap dengan rincian yang detail tentang konten sebuah film sebagai patokan orangtua dalam menentukan pantas-tidaknya sebuah film ditonton anak-anak mereka.

Yang terkesan ngawur terjadi pada batasan usia yang ditentukan oleh LSF pada banyak film dalam format VCD/DVD. Bagaimana tidak ngawur, kalau batasan umur yang dicantumkan pada cover belakang VCD/DVD tersebut sangat tidak sesuai dengan filmnya? Ini sudah lama terjadi.

Contoh terbaru VCD/DVD film anak-anak, Ice Age 3: Dawn of the Dinosaurs, dan Transformers: Revenge of the Fallen oleh LSF dikategorikan sebagai film dewasa.

VCD/DVD film cerita anak-anak sepanjang masa, Snow White and the Seven Dwarfs (1937) dikategorikan untuk remaja. Demikian pula untuk film Monster vs Aliens, Bedtime Story, Race to Witch Mountain, dan Night at the Museum 2.

Banyak film edukasi / dokumenter dari National Geographic dan Discovery Channel, bahkan edukasi khusus pelajar (Discovery Channel School dan Discovery Channel School Elementary) dikategorikan film dewasa.

Contoh: dari Discovery Channel School tentang George Bush untuk dewasa, sedangkan dari produk yang sama tentang Bill Clinton untuk remaja. Dari National Geographic dengan judul Inside the Vatican (dewasa), sedangan Inside Mecca (semua umur).

Lucunya lagi, ada beberapa episode VCD pendidikan untuk balita, seperti Baby Einstein: Baby Shakepeare (ages 1+ year) oleh LSF ditentukan sebagai film khusus untuk remaja. Konyol!

Dari fenomena ini patut dipertanyakan: Untuk apa LSF membuat penentuan batasan usia penonton film bioskop kalau toh selama ini sama sekali tidak dilaksanakan oleh pengelola bioskop, dan bagaimana sebenarnya kapabilitas LSF dalam menentukan batas usia sebuah film dalam format VCD dan DVD tersebut di atas?

3 Responses to “Cara Ngawur LSF Menentukan Batas Usia Penonton”

  1. duh kalau soal LSE kayaknya blue bisa comand karenabanyak kendala yg pada akhirnya sebuah gagasan film itu akan sedikit berkurang apabila LSFnya tak memenuhi apa yg diinginkan sang insan perfilman………hehehe
    salam hangat dari blue

  2. walaupun ada batas usia penonton tetapi di Indonesia masih tidak berlaki peraturan tsb🙂

  3. semangat semnagat boz
    p cabar
    salam hangat dari blue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: