AMBON (kulangkahkan kaki di TANAH LELUHURku)


Sumpah, aku menjalani hidup tuh dari mimpi. N ga bakalan ngira, kalo mimpi dan keberuntungan itu bagaikan 2 benang yang saling bertaut antara  satu dengan yang lainnya. Seperti keberangkatanku ke Ambon kali ini. Ke TANAH LELUHURku.

Dulu sewaktu masih kecil sampai usia 25 tahun, hal itu hanyalah isapan jempol semata. Sebuah mimpi yang tak mudah tergapai oleh seorang anak kampungan, jelek, item, bodoh dan ingusan yang kedua orangtuanya hanya bekerja sebagai PNS biasa.

Bermimpi mengelilingi hamparan bumi Indonesia yang tak ternilai keragaman budayanya ini. Juga *wish I could* dunia.

Kini mimpi itu mewujud. Menampakkan wajahnya di hadapanku. Mengajakku. Menarikku dalam dekapannya. “Ayo, ikutlah denganku.” katanya.

Lewat rekomendasi seorang kawan (Bondan Aulia, thanks yo, Cuk!) aku diberangkatkan oleh Dispora Prop. Jatim ke Ambon untuk mengikuti kegiatan PKBN (Pendidikan Kesadaran Bela Negara). Meski jadi anggota “pupuk bawang”, n bagian tambal sulam ketika Jamil *orang KNPI Propinsi* dan kroni-kroninya ga jadi berangkat, gpp. Gw bakal jabanin. Yang penting aku tau Ambon dan pernah menginjakkan kakiku ke tanah leluhurku itu. Daripada ntar dikatain orang bahwa ada orang Ambon tapi ga pernah tau Ambon. Hehehe.🙂

Keberuntungan pun tak hanya menyekapku sampai detik itu. Ia terus menyeretku ke dalam gelombang gairahnya.

Ana, seorang rekan pendampingan BPAP 2009, sampai ketawa ngakak. Ga percaya dengan apa yang aku perbuat. “Beib, ibukku sampe masuk kamar. Liat kenapa anaknya ketawa-ketawa kok ga berhenti-berhenti”, begitu bunyi balasan SMSnya ketika aku kirimi sebuah pesan siangkat yang mengatakan bahwa aku menjadi Komandan Upacara di Acara Pembukaan PKBN Angkatan VII Tahun 2009 ini. “Iso teges tah?” begitu bunyi komentarnya yang lain.

Jujur, aku sendiri juga heran… kok bisa aku yang dipilih sama tuh instruktur?! Tapi, kalo boleh sedikit mengklarifikasi pendapat Ana, “Dia aja yang belum tau kalo Stebby tuh punya TURN MODE ON.” Akakakakakakakakak.😀

Di lain kesempatan, aku diajak berkeliling ke Musium Siwa Lima, Amplas (Ambon Plaza) dan berkunjung ke Kantor Gubernur.

Fotoku juga masuk Radar Ambon. Padahal yang diberi kesempatan sebagai perwakilan dari Indonesia Barat untuk wawancara oleh pihak media tersebut adalah anak dari Jawa Tengah. Mas Zainal, namanya. Bayangkan… *andai kamu bisa turut berada di sana dan tau secara langsung* bagaimana bentuk lipatan wajahnya ketika membaca koran tersebut keesokan harinya. “Ngenes soro.” kata orang Inggris.

Aku juga masih sempat berkeliling kota Ambon. Berendam di Air Panas, melihat Murea (belut raksasa) di Wa’i, merasakan rujak manis dan es kelapa muda di Pantai Natsepa ala Pak Bondan dan berfoto bersama Christina Martha Tiahahu di Karang Panjang.

This is me. And completely a half of me: “Si Kucur Ambon”. Hehehe

Oia, yang tak terlupa lagi adalah kunjungan ke KODAM XVI/PATTIMURA, di mana dinding batasnya adalah Benteng Victoria!!! OMG… OMG…

Sungguh… ini sebuah keberuntungan yang tak terlupakan. Terimakasih TUHAN

12 Responses to “AMBON (kulangkahkan kaki di TANAH LELUHURku)”

  1. One thing that I could not forget…
    PERSAHABATAN kalian, saudara-saudaraku.

    Beta pung pela: Kak Feros Matulessy, Kak Charles, Bang Fikry, Ipeh (I love you), Yusnita, Kak Majid, Semmy, Daim, Said, Pace Ardiles, Pace Paulus. I’m gonna miss you, guys…

  2. selamat siang bang

    abang ternyata dr ambon yah….wah bikin postingan keindahan disana dong ok
    salam hangat selalu

  3. Jaka Mahendra Says:

    Hahahahahahahahaha…… COOL Bro…. Follow Your Dream…

  4. ghsggsj Says:

    jangan cumak janji buktikan sekarang waktu yang tepat untuk membantu bangsa kita bangsa indonesia gimana pendapat anda sebagai paniti atau anggota pkbn langsung tunjuk peserta pkbn mulai pertama sampai sekarang siap berjuang

    • hai kawan temen pkbn angkatan VI gimana kabarnya kapan kita akan reonian
      \
      taktunggu tlp u kenomer hp anak jatim siap jadi tuan rumah untuk reoni

      • @rzy

        maaf, sampean siapa? saya juga anak jatim. dan sejak kapan anak jatim bilang siap jadi tuan rumah untuk reunian? kami, anak2 PKBN Jatim angkatan berapapun belum pernah merapatkan hal ini. itu hanya pendapat anda pribadi. tidak mewakili saya dan anak2 jatim yang lain.

    • @ghsggsj

      berjuang bukan hanya dapat diartikan secara fisik belaka. justru melalui program PKBN-lah, kami sebagai generasi muda Indonesia diajak untuk belajar dan mengenal lebih jauh tentang Indonesia dan arti perjuangan itu sendiri.

      berjuang adalah sebuah proses yang membutuhkan pengorbanan kita semua, bukan semata lulusan PKBN saja.

      dan perjuangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, sesuai dengan talenta yang telah diberikan Tuhan kepada kita. termasuk menulis blog ini.

  5. irwan lalegit Says:

    PEMUDA? SIAPA KITA? JIWA KITA?…..hahahaha…….
    Bos..py kabare?

  6. ini pasti bang Irwan…

    baik bang. nih baru pulang dari kegiatan AMANAH 3 dari rekan2 Granat di sekolah SMA aku dulu. reunian deh sama temen2.

  7. hidup AMBON…..

  8. betul..mantap itu.trnyata ngana aktif juga di GRANAT… okey jangan lupa add pa kita punya FB…:.. inovasi@hotmail.com atau ketik saja irwan lalegit….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: