Ungkapan Cak Asep


Ada yang menarik dari ungkapan Asep Ginanjar (Cak Kota Pasuruan 2008) di Radar Bromo, hari ini. Dalam berita itu, dia menyampaikan bahwa tugas mengembangkan wisata daerah itu tidak hanya dilakukan ketika sudah meraih gelar Cak, “karena tugas itu terus melekat dalam diri kita, sebagai putra daerah…” tandasnya.

Tugas mengembangkan wisata daerah ya? Tanyaku dalam hati. Apa yang harus saya lakukan? Gimana cara ngembangkannya? Probolinggo. Apa yang kami punya untuk dijual? Jejalan pertanyaan itu turut menjejali hatiku, saat itu juga.

Masih tetap di harian yang sama, memang benar apa yang dikatakannya… wilayah kota, Kota Probolinggo juga sama seperti Kota Pasuruan memang sangat minim aset. Tetapi bukan berarti kami, masyarakat sadar wisata, minim usaha. Perlu ada pemikiran baru untuk mengembangkan potensi wisata ini jadi tidak sekedar wisata religi saja, laut saja, sarana prasarana penunjang wisata saja. Dan tentunya, hal itu tidak bisa dilakukan sendiri.

Aku jadi teringat obrolanku bersama mBak Siwi (marketing Gilang) dan Mz. Dian (staff Disparta Kab. Probolinggo) sesaat sebelum keberangkatanku ke Surabaya untuk menjemput Komisi II DPRD Kota Probolinggo beberapa hari yang lalu. Dalam kesempatan tersebut, kami sedikit berbincang mengenai kekurangan acara semalam. Malam Pemilihan Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo 2008. Dalam kesempatan itu juga Mz. Dian bilang, “Coba kamu Steb, sebelum kamu kerja di sini, bisakah kamu meng-arrange sebuah tour dari orang, misal orang Kalimantan, yang mau ke Bromo. Biayanya berapa? Naik apa? Dijemput dimana? Diinapkan di mana?”

Dan pertanyaan itu sempat membuatku tertegun. Kira-kira 5 menit.

Terus terang, sebelum kerja di Gilang T&T mana bisa aku mengerjakannya…

“Itulah yang seharusnya bisa dilakukan oleh seorang duta wisata.” katanya. “Jadi, bukan sekedar pamer tampang dan berselempang. Kita lupakanlah itu cara lama. Sekarang kita tidak hanya bertugas untuk memperkenalkan objek wisata ataupun daya tarik wisata saja, tetapi bagaimana menarik minat mereka agar meraka mau berkunjung ke tempat kita. Caranya… kita harus mampu menjelaskan kepada mereka secara detail bagaimana mereka bisa sampai di objek wisata tujuan mereka. Gimana mereka bisa mendapatkan harga yang murah? Dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan yang memuaskan? Tip-tipnya lah.” Pungkasnya.

Aku kembali tertegun. Kali ini sekitar 7 menit.

Duta wisata… gimana pendapatmu???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: