Bagi Ayahku, PNS adalah Segalanya (Part-2)


Aku bokek. Sama sekali tak ada selembar uang pun yang tersisa di dompet. Sedang hari ini aku butuh uang buat ngantor. Mau nagih piutang ke Adek, ga enak, orang dia kan barusan aja kena musibah gara-gara HPnya ilang di Matoz. “Gimana bisa berangkat kerja?” pikirku. Bensin udah kosong. Akhirnya aku memberanikan diri untuk minta uang ke Papa.

Tapi apa jawabannya…

“Kerja kok ga punya uang?! Bla… bla… bla…. Bla… bla… bla…. Mangkannya kalo ada tes CPNS itu ikut. Kan kalo ga punya uang, kamu bisa ngadaikan SK kamu di bank.” Well, terus teang, jawaban seperti itu membuat hatiku mendidih. Panas. Emangnya salah kalo kita kerja terus kehabisan uang? Emangnya salah kalau aku nggak PNS? Pak Becak aja yang tiap harinya bekerja dari pagi dan pulang malam juga tidak setiap hari membawa uang untuk anak istrinya.

Menurutku, bekerja adalah proses kreatif manusia. Bekerja adalah proses aktualisasi diri. Proses bagaimana kita bisa diterima oleh diri kita sendiri. Maka… (jika demikian pengertian bekerja) bukankah bekerja itu taidak harus identik dengan uang. Ada nilai-nilai yang lebih penting dari itu. Kalau ada ungkapan Descartes yang bilang Cogito ego sum, aku berpikir maka aku ada, maka sekarang aku bilang, Aku Bekerja Maka Aku Ada. Kerja itu bukan untuk mencari uang. Tapi kerja adalah ibadah yang pahalanya berupa uang. Setuju???!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: