GAYA SELINGKUNG


Kali ini aku akan berbicara mengenai gaya selingkung. Gaya selingkung lho ya… bukan gaya selangkangan. Hehehe…. Maklum baru dapet mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah dari Pak Suyono. Ga ada salahnya kan di-share?! Mumpung masih hangat dan lengket di sel-sel otak.

Apa itu Gaya Selingkung?

Seringkali kita merasa jengkel kenapa karya tulis kita tidak bisa masuk dalam sebuah jurnal ilmiah. Kenapa pula cerpen yang kita tulis tak layak muat di sebuah harian. Padahal menurut diri kita sendiri, apa yang kita tulis itu sudah bagus. Teramat bagus malah. Namun sebenarnya ada satu hal yang terlampau sering kita lupakan, atau malah tidak kita hiraukan sama sekali, sehingga pernerbit jurnal ilmiah maupun harian tersebut tidak dapat memasukkan karya kita dalam terbitannya. Kita melupakan gaya selingkung.

Istilah gaya selingkung adalah makna bahasa Indonesia dari house style. Istilah ini diperkenalkan oleh Penerbit ITB dengan motornya tokoh perbukuan nasional, Ibu Sofia Mansoor. Gaya selingkung merupakan gaya khas yang diterapkan pada suatu penerbit meliputi gaya kebahasaan, spesifikasi penerbitan, penggunaan istilah, dan beberapa hal lagi. Penerbit-penerbit besar umumnya memiliki buku gaya selingkung sendiri. Contoh paling mudah adalah dengan membeli buku “Buku Pintar Penerbitan Buku” yang diterbitkan Grasindo. Buku tersebut merupakan buku gaya selingkung Penerbit Grasindo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: