AKU SIAP 10X MENANGIS; AKU SIAP 10X TERTAWA


Siang ini Mbak Siwi kehilangan sepeda motor Mio warna hitam yang baru dibelinya sebulan yang lalu. Hilangnya di tempat sendiri pula. Di Rumah Makan Gilang, Sajian Dapur Desa. Semua orang kantor bingung, panik, dan sibuk menerka-nerka siapa yang mencuri sepeda motor itu. Bu Mien menghubungi Mbak Har, Mbak Surya langsung menelpon kepolisian, Ibka sibuk mencari nomer telepon dealer, sedang Eriska diam mematunng di sudut ruangan sambil mengukir sebuah pertanyaan besar di dalam balon pikirannya: Lho kok isa??!! Tetapi mbak Siwi tetap tenang. Hal pertama yang ia lakukan adalah menelpon suaminya dan mengabarkan padanya akan hal itu. Lalu jawab suaminya: “Yo wes biarno, Ma. Iklaskan saja.”

Malam hari, saat aku dan Mbak Surya bertandang ke rumahnya dan menanyakan dengan persis kejadian tersebut, setelah dengan cukup ringkas Mbak Siwi menceritakan detail kejadiannya kepada kami, suami Mbak Siwi kembali bertutur bahwa apa yang sedang mereka sekeluarga hadapi saat ini adalah sebuah ujian. Ujian untuk bisa belajar lebih iklas. “Kita bisa iklas atau tidak itu dinyatakan ketika kita bisa lulus atau tidak dalam menghadapi ujian semacam ini. Dan yang pasti, dan yang saya yakini, selalu ada hikmah dan rejeki yang ditambahkan kepada kami sekeluarga setelah kejadian ini.”

Lebih lanjut suami Mbak Siwi mengajukan sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab namun wajib direnungkan. “Sampeyan mau diuji dulu baru diberi nilai bagus, atau diberi nilai bagus dulu baru diuji?” Kontan saja pikiranku mulai melayang ke Ibka. Dulunya dia hidup di tengah2 keluarga yang amat sangat kaya raya. Rumah mewah, mobil ada, cantik pula. Lalu terus ujian demi ujian kehidupan datang menerpanya. Mulai dari Alm. Lina, adiknya, yang kena gagal ginjal sampe Alm. Tante De yang harus menyusul Lina karena kanker liver. Dan aku rasa, dia adalah salah satu orang yang amat sangat tabah serta iklas menerima ujian itu.

Lalu akhirnya pikiranku beralih pada diriku sendiri. Pada masalah yang aku hadapi. Belum genap 4 bulan ini aku telah kehilangan 2 buah HP. Yang satu jatuh tanpa aku menyadarinya, sedang yang lain kecopetan. Lalu masalah blog…. Lalu pacarku…. Apakah ini bentuk-bentuk ujian agar aku semakin sabar dalam menghadapi cobaan dalam kehidupan? Dan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi?

Allahualam………..

Advertisements

2 Responses to “AKU SIAP 10X MENANGIS; AKU SIAP 10X TERTAWA”

  1. Nengah Remes Says:

    Hai…… stebby……..
    thanks e.nya. Cory q baru buka e. coz terakhir ni agk sibuk , ada urs tamu main golf. Selamat ceritanya bagus. ternyata lho berbakat jga jdi seorang penulis. he…he..he…
    Bisa dpakai bhan cerita dlam bus tuh. Eh…. ada gak cerita2 lucu lainnya? kirimin qdong. N thank sebelumnya.

    ur friend

  2. ternyata hidup sabar dan ikhlas mnerima cobaan itu susah B…tp itulah namanya ujian hidup bwt qta dr-NYA..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: