SeX… seX… sEX…


Whad is da meanin’ of SEX? Seks memiliki banyak arti. Seks dapat berarti jenis kelamin; hal yang berhubungan dengan kelamin, seperti segama; dan berahi. Well, sedikitnya tiga pengertian itulah yang berhasil aku temukan di KBBI.

Whad is da meanin’ of SEX? Kalimat itulah yang selalu menempel dan terngiang-ngiang dalan otakku ketika para “wonder women” KangYuk menyalahkan aku atas postingan berita di blog yang aku buat: Sex Party di Hutan Kota. Lho kok “wonder women”, bukannya Superman atau Spiderman yang notabene tokoh pahlawan yang lebih macho? Gimana ga aku bilang Wonder Woman kalo mereka dateng untuk konfirmasi plus konfrontasi berame-rame. Lagian juga, kalo mereka mau mengkritik atau memberi saran atas judul blog yang menurut mereka itu “sangar”, kan bisa dilakukan jauh-jauh hari, bukan setelah 1 tahun postingan tersebut berada dalam WordPress.com, ataupun bukan setelah ditayangkan di Radar Bromo tertanggal 20 Maret 2008. Sok ikutan heboh dech! Mmmm… tapi aku akui, kesalahanku ketika menulis blog tersebut adalah bahwa aku tidak berpikir kalau tidak semua orang akan meninterpretasikan kata “SEKS” yang berada di dalam judul blog tersebut sebagaimana aku menginterpretasikannya. Maksudku dari kata Seks Party di Hutan Kota adalah bahwa dulunya kawasan tersebut adalah kawasan lokalisasi yang bernama Joboan, yang notabene banyak terjadi penyimpangan susila di sana (koyo’ toh nyenuk, nyundel, ngoceng, threesome, foursome bahkan sex party) yang sekarang diubah perwajahannya oleh DKLH menjadi Hutan Kota atau yang sekarang lebih kerennya disebut TWSL (Taman Wisata Study Lingkungan).

Whad is da meanin’ of SEX? Sex itu, menurut mereka, menyangkut hal yang tabu, hal yang tak layak diperbincangkan untuk seorang duta wisata yang notabene harus selalu menjaga imagenya. Dan mungkin karena alasan inilah maka mereka, sekali lagi para Wonder Woman itu, yang berdiri di atas istana gading kebenaran, menuduhku melakukan bidah. Melakukan kegiatan yang “macem-macem” dan melanggar “hukum” kesusilaan, seperti yang tertulis kembali di Radar Bromo hari ini.

Hebat!!! Baru kusadari sekarang, ternyata kita bisa mengubah perwajahan dunia hanya dengan menulis. Menulis SEX lagee… Hehehehehehe….

Advertisements

4 Responses to “SeX… seX… sEX…”

  1. diana dewi Says:

    Alo Stebby, gmn kbr? lama neh ga ktmuan. Kata Faris kpn hari program Dukop mau diikutin Smesco bukan Senkuko coz kata Pak Bram Smesco ga pke jaminan. Duwh kgn niy ma tmn2. kpn ya qt bs kumpul2 lagi? km ga pnh ke Sby ta? he3 klo ke Sby pst ktmuan ma Angga itu tuch your soulmate, he3.Bye…c u =)

  2. walah2 what is the meaning? hehehh.
    sex emg kebutuhan semua orang, tapi iya setuju deh kayaknya itu sangat privasi kalo di perbincangkan apalagi secara mendetail. Tapi kalo pendidikan sex itu sih penting, apalagi buat para ABG ( bukan Angkatan Babe Gw ya ).
    Coz zaman sekarang sepertinya sex bebas udh bukan barang tabu bagi mereka. para ABG kan biasanya suka coca-cola eh salah coba-coba, walaupun hal itu bisa bikin mereka menyesal seumur hidup akibatnya MBA deh. segitu aja deh mas tar aku komentari terus. Btw jangan lpa ya tgl 15 Juni lho…. udh beli blm kadonya .

  3. Ayi… aslinya kamu setuju apa nggak seh??? Aku kok bingung… 😦

  4. wah bener sih emang pendidiakn sex harus diterapkan agar generasi kt gak jadi hancur cum knikmatan sesaat……………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: