GIMANA CARA MENCUCINYA?


Dah lama rasanya tidak menulis lagi. Entah apakah jariku masih cukup pintar menari-nari di atas tuts keyboard, dan otakku masih cukup encer mengolah kata-kata menjadi sebuah kalimat yang memiliki arti, dan pastinya, lebih dari itu, cukup dimengerti oleh orang-orang yang membacanya? Sebab pernah, gara-gara judul blog aku yang keluar pakem, aku kena tuntut oleh sebuah media cetak lokal. Bagiku sendiri, hal tersebut bukan masalah besar, tapi karena posting-an dalam blog tersebut menyangkut sebuah nama “organisasi” yang aku sendiri menjadi bagian di dalamnya, maka dengan segala kerendahan hati, aku harus tampil gentleman. Aku harus berani bertanggung jawab atas apa yang aku perbuat. Aku minta maaf.

Hal lainnya, yang membuat syahwat menulisku muncul dan tenggelam, dan bahkan, sampai saat ini, kadang-kadang aku ragu pada diriku sendiri dengan bertanya: “Apakah aku punya syahwat???” adalah karena pekerjaan kantor yang terlalu banyak menjajah wilayah seni dalam otakku. Well, begini maksudnya, menulis bagiku adalah perenungan dalam kesunyian, namun aku dan pekerjaan yang aku lakoni pada saat ini tidak memungkinkan bagiku untuk berada dalam situasi-situasi trensenden seperti itu.

Untungnya, Mama masih menyediakan Fatigon Action, Tonikum Bayer dan Cerebrofit Kids dengan kandungan ginggobiloba-nya sehingga dalam keadaan capek pun ada saja ide yang berseliweran untuk ditulis. Contohnya saat ini. Mmmm…. saat ini di otakku muncul sebuah gambaran kejadian dan sebuah pertanyaan:

Kejadiannya begini:
Karena saking cintanya kepada seseorang, aku berjanji untuk berselibat. Namun di saat godaan (tapi aku sebut ini “anugerah terindah”) itu datang, maka putuslah mata rantainya. Aku merasa bersalah pada Tuhanku, aku merasa bersalah pada cintaku, utamanya, aku merasa bersalah pada diriku sendiri.

Dan beginilah pertanyaannya:
“Bagaimana cara menebus dosa itu? Bagaimana membayar “kesalahan” atas nazar yang tidak dapat kita tepati?”

Yesus, bila dosaku merah seperti kain kesumba, akankah menjadi putih kembali seperti bulu domba? Gimana cara mencucinya?

Advertisements

One Response to “GIMANA CARA MENCUCINYA?”

  1. ya… dicuci aja pake Surf!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: