Ayo ke BANK


BRI Cabang Kota Probolinggo

Di depan pintu masuk BRI, terpampang spanduk bertuliskan: Ayo ke Bank. Mmmm… naif sekali spanduk tersebut, senaif orang tua yang bilang ke anak-anaknya: “Nak jangan keluar malam-malam ya!” padahal ortunya sendiri paling seneng dugem malem. Atau ibu-ibu muda yang bilang: “Nak, bantuin Mama belanja di mall, yukkk!!! Ngabisin duwit Papa.”

Tahu kan… kita menyuruh anak-anak kita, generasi muda bangsa kita untuk menabung di bank, karena menurut kita, para orang (yang sudah dianggap) tua, atau malah menurut bank-nya sendiri ya?!, bank adalah tempat penyimpanan uang paling aman di dunia (yang kini sudah dilengkapi dengan kenyamanan pelayanan, ruangan ber-AC yang anti panas, asuransi keamanan dana, layanan ATM 24 jam dan link antar bank) tapi… apa yang bakal terjadi ketika anak-anak kita menabung di bank??? Adakah bank yang mau menerima uang Rp. 1.ooo,- untuk ditabung??? Membuka rekening di bank saja kita perlu dana minimal Rp. 500.000,- , belum lagi pajak, biaya ATM dan biaya administrasi. Yang ada uang kita nggak membumbung malah habis terpotong biaya-biaya tersebut. Maka, masih relevankah ungkapan menabung sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit??!! Apalagi kalo menabungnya di BANK?!

6 Responses to “Ayo ke BANK”

  1. Kalau perputaran uang kita dibawah 500 ribu sebulan, menabung di rumah memang jauh lebih baik. Lebih baik lagi kalau dibelikan bibit ikan lele sehingga bisa berkembang. Tapi jika perputaran uang kita lebih dari 500rb sebulan, sangat bijaksana jika kita memiliki rekening di bank.

    Apalagi jika anda bergelut di bisnis online. Tanpa ada rekening bank, anda takkan bisa melakukan apa-apa.

  2. Mmm… saya lebih setuju kalau perputaran uang kita di atas 2juta rupiah. Kalau masih di kisaran di bawah 2juta sih sama saja…

    Lagian,, yang saya bidik ini kan pendidikan menabung untuk anak2 kita, generasi penerus bangsa kita. Bukan orang2 seperti kita yang sudah gawe atau sedang berada di masa2 produktif. Ya kan Bung Lutvi???

  3. kalo untuk anak2 mendingan menabung di celengan aja. karean uang sisa jajan per hari aja paling recehan doank khan?

  4. Benar.
    Untuk anak anak, lebih menguntungkan menabung di celengan.
    Jangan diajarkan menabung di bank.
    Kalau menabung di bank, duitnya habis termakan biaya administrasi bulanan.

    Kita cuman perlu bank untuk transaksi online.
    Kalau untuk orang dewasa, memang sebaiknya punya nomer rekening bank, agar keren,

  5. […] yang saya sempat sebutkan pada blog saya terdahulu “Ayo ke BANK”, permasalahan umum yang membuat masyarakat awam, termasuk saya, menjadi malas menabung di bank […]

  6. Jangan nabung di BRI krn apabila a.warix yg ambil sangat rumit tdk smudah saat nabung. Sy A.waris yg mau ambil smp kesal krn hrs bolak balik ngurus sk waris yg di ttd lurah dan camat msh gak bs cair. Knp Aturan BRI kok dipjg atau ditulis di Rek biar nasabah tau dan jelas. SY BENAR sangat menyesal/kecewa dgn BRI KCP KRAKSAAN yg tdk melayani nasabah dgn baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: