Bagi Ayahku, PNS adalah Segalanya


Bagi ayahku, PNS adalah segalanya. Sama seperti ketika ia menganggap bahwa uang adalah segalanya dalam kehidupan. “There are no other factors that make human happy beside money.” He says. Alasannya: Dengan jadi PNS, kerja ato enggak, ayahku bakal mendapatkan bayaran. Begitu juga dengan adanya jaminan di hari tua. (baca: uang pensiunan)

Dan aku tidak pernah setuju dengan hal itu. Bagiku kebahagiaan tidak terletak pada masalah uang semata. Maka, semakin merucinglah perdebatan kami. Menurutku, orang bodoh, tolol dan kolotlah yang berkata seperti itu. Dasar didikan generasi Orde Baru yang sukanya korupsi!!! Apakah dia tidak sadar kalau gaji yang dia terima itu berasal dari pajak rakyat?! Seharusnya, beban moral yang harus ayahku rasakan harus lebih berat ketimbang aku yang ijin ga masuk kerja karena kecapekan lembur.

Perdebatan ini awalnya hanya kesalahpahaman sederhana. Aku ga suka ketika ayakhku berkata kepada kawan kantorku (Mas Firman dan mBak Siwi) -yang datang ke rumah untuk mengambil beberapa brosur dan agendanya yang ketinggalan di mobil kantor- bahwa aku kerja. Padahal aku sudah ijin ke Bu Mien (pimpinanku di Gilang T&T, pen.) kalau aku ijin tidak masuk kantor untuk menyelesaikan beberapa tugas kuliah. Tentu saja aku tidak suka dengan jawaban ayahku tersebut. Bukankah jawaban itu bakal membuat kesalahpahaman. Kalau tidak tahu, ya sudah jawab tidak tahu, begitu menurutku. Ehh… ayahku malah nyolot dan membela dirinya. “Lha wong dudu’ pimpinanmu ae khan?! aku ae masih alasan ijin ga ngantor, terus ketemu langsung karo bos’ku, aku ga bingung. Lha wong sing mbayar dudu’ kepala kantorku!”

Benarkah pendapat seperti itu?! Apa jadinya negeri ini kalau setiap pelayan masyarakat berpersepsi seperti itu?! Tidakkkah ia sadar kalau uang gaji yang ia terima setiap bulannya berasal dari pajak rakyat?!

Di lain waktu, beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan Mas Lutfi, dan ditraktir makan bakso di stan bakso miliknya di Boston (bukan nama negara bagian AS, tetapi nama sebuah restoran pujasera di kota Probolinggo, pen.). Pada kesempatan itu, aku tanyakan padanya perihal mengapa ia memilih untuk membuka stan bakso. “Bukannya saingan sudah banyak dan mereka sudah punya nama pula?” Tanyaku. “Apa yang membuat stand bakso Cak Joglo ini lebih spesial dibanding bakso bakso yang lain?” lanjutku pula. Singkat cerita, di samping keinginan luhurnya untuk membantu sesama dengan membuka kesempatan kerja, ternyata di balik itu semua ada sebuah alasan lain yang lebih “kelam”.

Ia berterus terang padaku kalau ia sebenarnya merasa down ketika dipindah dari Badan Pendataan Statistik (BPS) ke Dinas Perijinan. Karena menurutnya -dan hal ini juga aku rasakan belaku juga dengan PNS-PNS yang lain- telah terjadi kekeliruan ketika dia dipindahkan dari Badan ke Dinas. “Kenapa kok aku dipindahkan ke (Dinas) Perijinan?” Katanya. “Tapi biarlah sudah mungkin Allah punya maksud lain. Dan (kali ini sambil menarik nafas) inilah hikmahnya.” Ucapnya sambil menunjuk stand baksonya.

Well, menurutnya Badan punya prestise yang lebih tinggi ketimbang Dinas apalagi kalo dibanding Kantor. Mengapa PNS seperti Mas Lutfi dan mungkin masih banyak Mas Lutfi – Mas Lutfi yang lain di luar sana yang punya persepsi seperti itu? Bukankah sama saja?! Bukankah tugas PNS adalah melayani masyarakat dimanapun dia berada?! Ga peduli itu Badan kek, Dinas kek, ataupun Kantor. Tidakkah ia sadar kalau uang yang ia terima setiap bulannya berasal dari rakyat?!

Sudah tau namanya PNS, bahasa Madura Temor-nya civil servant, “Pelayan Masyarakat”, mustinya ya bisa menerima untuk ditempatkan dimana dan kapan saja. Bukankah sudah jadi bagian hidup, kalo kita jadi prajurit, ya harus loyalitas yang diutamakan?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: