after RESOLUTION


Dah baca my resolution kan?! Nah… tulisan ini adalah lanjutannya.

Tahun ini aku melewati malam pergantian tahun di rumah VodKa dengan membagi sebatang coklat “SilverQueen” menjadi 2 bagian yang sama besar. Tahun ini aku melewati malam pergantian tahun dengan balutan suasana malam yang sunyi, jauh dari keramaian konvoi motor dan bingar suara musik disko yang menghentak telinga. Tahun ini aku melewati malam pergantian tahun dengan oskestra alam berupa kung-kung katak dan rintik hujan sisa badai berapa jam yang lalu sebagai ganti petasan dan kembang api.

Well, kalian pastinya bertanya-tanya: Lho tahun baruan kok ke sana, BonX? Tahun baruan kok malah milih tempat yang sepi? Seperti kata Mas Ikhwan – GRANAT, yang malam itu mengajakku menikmati hiburan di Brandys cafe “Puter balik wes. Tahun baruan ga malah ke timur kok malah ke barat?” Sebab saat itu saya sudah berada di dalam bis menuju Tanggul, Jember.

Memang berbeda. Suasana tahun baru yang kulewati kali ini memang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alasannya?! Pertama, karena VodKa memaksaku. Bahkan sampai menit-menit terakhir menjelang keberangkatanku ke gereja untuk melaksanakan Ibadah Tutup Tahun, dia menelponku dan berkata dengan sedikit mengancam. “Lek, awas koen. Lek awakmu ga tahun baruan nang kene, aku ga bakalan nyopo karo awakmu setahun.” (Tapi jujur nih… yang membuat aku kesana bukan karena aku takut dengan ancamanmu, Vod. Ga enak hati aja. Soalnya berkali-kali janji mau berkunjung ke sana tetapi tidak pernah tak tepati. Hehehe… maaf ya, Vod.) Kedua, karena guncangan krisis ekonomi yang belum reda, panasnya panggung politik tanah air, bergagai kecelakaan transportasi publik, isu pemanasan global dan bencana alam yang tak berkesudahan, memang sedikit banyak mempengaruhiku, secara personal, untuk melewati tahun baru kali ini dengan lebih banyak beriktiar sebagai ganti pesta gila-gilaan pemuja surga dunia yang sebenarnya hanyalah pengulangan kehidupan yang tak henti berputar bak roda pedati. (Fuih… alasan yang kedua ini kok panjang amat ya?! Aku sendiri aja sampe ga bisa bernafas.)

Tapi… di balik itu semua, apakah makna tahun baru bagi diriku pribadi?
Terus terang aku sebenarnya bukan termasuk seseorang yang menganggap bahwa proses pergantian tahun adalah momen yang spesial. Bagiku, proses pergantian tahun tak ubahnya seperti sebuah sekat yang membatasi antara ruang tamu dan ruang keluarga di rumahku. Lewat sekat di ruang keluarga itu, aku bisa melihat bagaimana keadaan ruang tamuku sehabis aku menerima tamu-tamuku tadi pagi. Apakah kenangan yang ditinggalkan oleh tamu-tamuku itu bisa menambah semarak dan kehangatan di ruang itu atau malah menjadi dingin karena yang datang pagi ini adalah kolektor penagih hutang. Hehehe…. Tahun baru dalam prospektifku tak ubahnya seperti sekat yang mau ga mau, karena sudah menjadi tradisi, memaksaku diam sejenak, menoleh ke belakang dan melihat apa saja yang sudah aku lakukan di sepanjang 12 bulan kebelakang. Tahun baru bagiku, seperti fajar yang menyekat malam dan siang. Namun kali ini sekatnya tidak berjalan dua arah, dimana aku bisa putar kembali dan berjalan bolak-balik antara ruang tamu dan ruang keluarga dan membetulkan ketidakberesan yang terjadi di sana. Sebab kali ini kita melibatkan “waktu” dalam pembicaraan kita.

Aku jadi teringat perkataan Archilles dalam Illiad:
Kematian manusia adalah sesuatu yang membuat iri para tuhan. Tak seperti tuhan-tuhan yang imortal, manusia yang dapat mati memiliki WAKTU untuk dicintai lebih dari waktu kapan pun yang pernah ada di dunia. Dan, setiap manusia, tak kan bisa kembali ke waktu tersebut.

Ya akhirnya…semoga tahun baru 2008 ini kita dapat berbuat yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Lihatlah… tuhan aja sampe iri sama kita, padahal yang memberi kita batasan kehidupan dengan waktu kan juga dia. Wes ta lah… orep iku pancen aneh, rek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: