IDEALISME BERKESENIAN


Ada beberapa hal yang menarik ketika aku didaulat untuk menjadi pembawa acara “BINA KESENIAN TRADISI & KONTEMPORER 2007” yang diadakan oleh Kantor Pemuda, Budaya dan Pariwisata, di Graha Bina Harja, 3-4 Desember 2007…

Pertama… yang menyangkut dengan seni dan idealisme:
Di sana dikatakan bahwa berkesenian adalah hak semua orang… dan setiap orang, yang dalam hal ini seniman, pada mulanya mempunyai idealisme, namun setelah mereka menunjukkan atau melempar musik mereka pada pasar, mereka akan menghadapi apa yang namanya permintaan pasar atau “komersialitas”. Di sini, seniman yang mau hidup dari karyanya (dapet duit) mau tidak mau harus tunduk pada permintaan pasar.

Lantas bagaimana mereka menjaga idealisme mereka???? Gimana cara mereka menjaga orisinalitas mereka???

Sepertiga seniman mungkin akan jadi “budak” pasar, sepertiganya lagi akan menyelaraskan idealisme murni mereka dengan permintaan pasar tersebut, dan sepertiga yang akhir akan terus hidup dan mati dengan idealisme mereka.

Dan hal itu akhirnya kembali kepada mereka, kembali kepada Anda, untuk memilih jalan yang Anda pilih. Seniman seperti apakah Anda???

Kedua… tentang kesempatan bagi kami selaku seniman daerah:
Di akhir acara, kami berhasil meyakinkan Kantor Pemuda, Budaya dan Pariwisata bahwa kualitas kami sebagai anak-anak daerah tidak kalah kok dengan daerah lain… maka mengapa kalo setiap ada event di kota kami, selalu memakai band-band dan penghibur dari luar kota… maka kami minta kesempatan… kami meminta kesempatan untuk unjuk gigi pada setiap acara yang diselenggarakan oleh pemerintah kota…

Puji Tuhan, usul tersebut akhirnya didengarkan.

Hasilnya: Tanggal 29 Desember mendatang, pas acara Pop Singer Duet,, kami (baik dari Paguyuban Kang Yuk Kota Probolinggo dan juga komunitas seniman yang ikut pelatihan di atas) diberi kesempatan untuk tampil sebagai pengisi acara.

Ketiga… tentang keberlanjutan pembinaan:
Usulan yang diterima oleh Bapak Alfandi selaku perwakilan dari Kantor Pemuda, Budaya dan Pariwisata tidak hanya itu saja. Bahkan usulan kami yang lain, mengenai keberlanjutan program pembinaan bagi para seniman, juga didengar dan langsung diambil langkah nyata. Well, mulai Minggu besok, setiap hari Minggu pukul 10.00 WIB, bertempat di TRA, akan dilaksanakan pembinaan kesenian tersebut.

Keempat… tentang keinginan Kang Kota Probolinggo untuk bunuh diri:
Sumpah…. daripada belajar tentang persamaan nada pelog dan nada diatonis, aku lak mending ngerjakno persamaan kuadrat!!! Pusiiing bo’. Ngene iki aku lak yo langsung ngongkon Rani gawe ngolekno tali rafia gawe kendat… Secara aku ga ngerti blass iku pelajaran nada….

Akakakakakakakakakak

Peace, Pak Gunawan ^..^
(maksudnya jangan lupa kalo ada acara lagi aku diajak… n kali ini jangan cuma nge-MC,, tapi juga jadi pembicara biar ceperan yang aku dapatkan tambah buanyakkkkk. hehehehe)

Advertisements

One Response to “IDEALISME BERKESENIAN”

  1. ratnaniar setyawati Says:

    ehehehe

    aku suka yang keempat.
    piss!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: