tubuh dan jiwa yang terpisah


SETIAP kali aku duduk di depan komputer… kembali menekuri skripsi… maka setiap kali itu pula lah aku mengalamai mual (layaknya ibu-ibu hamil yang lagi morning sick). Rasanya eneg n pengen muntah aja… kepalaku pun jadi pening berdenyut-denyut. Bingung…. Bingung karena tidak menggunakan cara berpikir sederhana bahwa menulis skripsi itu pada hakekatnya adalah mengarang indah. Lho, kenapa bisa begitu??!! Ya iya lah… harus dibuat sesimple itu biar ga bingung sendiri.

Aku tuh sebenernya tahu dimana letak ujung pangkal kebingunganku dalam mengerjakan skripsi,, but i still can’t handle those things. Masalahnya tuh terletak di DAS SEIN and DAS SOLLEN… yaph… perbedaan antara kondisi ideal dengan apa yang terjadi di lapangan… perbedaan antara harapan-harapan kita dan kenyataan-kenyataan yang terjadi di lapangan.

Contohnya aja gini… aku sudah menjadwalkan bahwa untuk 1 cycle yang aku ambil itu membutuhkan 4 kali pertemuan (sekedar tahu,, aku menggunakan teknik penelitian descriptive qualitative dengan metode CAR “classroom action research” dimana peneliti juga sebagai alat ukur dan kehadirannya di lapangan sangat diperlukan) tapi dalam kenyataannya, waktu yang aku miliki untuk 1 cycle penelitian itu hanya 3 kali pertemuan. Belum lagi,, kalo menurut judul yang aku buat: “USING JOURNAL WRITING TO IMPROVE STUDENTS’ WRITING SKILL AT SMP NEGERI 4 PROBOLINGGO”, journal writingnya itu harus dibuat semacam diary atau catatan harian… atau dengan kata lain, writing yang bener-bener free writing, di mana siswa mengeksplorasi dan menuliskan suasana hatinya secara bebas. Tapi dalam kenyataannya, hal itu tidak dapat terlaksana… siswa kelas VIII A yang aku teliti sebagai objek penelitianku belum mampu untuk melakukan free writing yang aku harapkan seperti itu… masih membutuhkan guidelines. Belum lagi kendala di lapangan seperti anak-anak yang malas untuk mengerjakan tugas-tugas menulis sehingga mereka mengerjakannya dengan asal-asalan. Even its not a big deal, tapi hal tersebut berpengaruh banget bagi hasil penelitian aku.

Agar dapat berdamai dengan hatiku… akhirnya aku harus mengcombain,, sebagian hasil dan data penelitian dibuat secara imajiner. Mmm… aku ga bisa terlalu idealis dalam hal ini… kembali lagi bahwa skripsi merupakan mengarang indah,, sebab kalo kita terlalu idealis, skripsi kita ga bakalan selesai-selesai karena terlalu banyak membongkar pasang cycle-cycle sampai akhir masa tenggatnya dan… bisa-bisa kena DO.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: