CERITA SUKSES STEBBY – ANDRIEN SABET PREDIKAT KANG-YUK KOTA PROBOLINGGO 2006


Perhelatan Pemilihan Kang-Yuk Kota Probolinggo 2006 telah berlalu. Stebby Julionatan dan Erina Andriani terpilih sebagai pasangan Kang-Yuk 2006. Ada banyak cerita di balik cerita sukses mereka. Apa saja?

AGUNG WIDODO, PROBOLINGGO

===========================================

.

TETAP POTONG RAMBUT DI PINGGIR JALAN

DENGAN tinggi 179 cm dan berat badan 74 kg, Stebby Julionatan terlihat paling tegap di antara finalis lainnya pada malam grand final pemilihan Kang Yuk Kota Probolinggo 2006 pada Rabu (20/9) lalu. Kiprah Stebby semakin moncer, terutama didukung kemampuannya barbahasa Inggris. Ia pun dinobatkan menjadi Kang 2006.

Soal kemampuannya berbahasa Inggris, Stebby memang terdongkrak dari kuliahnya. Pemuda asal Jl. Sunan Ampel Kota Probolinggo ini sekarang masih tercatat sebagai mahasiswa semester V STKIP PGRI Pasuruan.

“Saya memang kuliah di jurusan pendidikan bahasa Inggris. Jadi kalo sudah sekali pakai bahasa Inggris, seterusnya lebih enak pakai bahasa itu,” ucapnya saat ditemui Radar Bromo tiga hari lalu.

Stebby mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi pemilihan Kang Yuk ini. “Saya nggak pernah ke salon, mas. Potong rambut saja di pinggir jalan yang bayarnya cuma tiga ribuan, lho,” tutur anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Sigit Mulyono dan Grace Stanny Kippuw ini.

Ia mengaku pertama kali ikut ajang ini karena mendapat dorongan dari teman-temannya. “Waktu itu saya masih kurang percaya diri untuk mendaftar. Apalagi melihat peserta yang lain, saya jadi nggak yakin bisa lolos sampai final,” tambahnya.

Yang menarik, Stebby merasa mendapat firasat baik sehari sebelum hari-hari karantina. “Waktu itu saya lagi di warung. Tiba-tiba motor yang saya parkir dinaiki orang gila. Malah dia pakai helm saya segala. Akhirnya saya minta bantuan orang-orang untuk menurunkan orang gila itu dari motor saya. Menurut saya hal itu justru jadi tanda baik,” kenangnya. Terbukti Stebby akhirnya memang berhasil terpilih sebagai Kang 2006.

DAPAT NOMOR 12, SUGESTI UNTUK MENANG

Sayangnya, ada yang dirasa kurang lengkap bagi Stebby di malam grand final tersebut. Yakni, malam itu ibunya tidak bisa hadir karena sedang mengikuti penataran pendidikan di Malang.

“Hanya kakak saya yang menonton. Padahal saya ingin dilihat ibu yang sejak awal paling mendukung saya. Apalagi sebelum karantina nggak sempat minta doa restu karena dia keburu berangkat ke Malang,” sesalnya.

Pria yang lahir tanggal 30 Juli 1983 ini juga bercita-cita memajukan Probolinggo melalui dunia publisistik. “Karena saya juga hobi menulis, saya ingin tumbuhkan minat menulis generasi muda Probolinggo dalam hal apa saja,” katanya.

Tak banyak rencana Stebby setelah terpilih menjadi Kang 2006. Sambil menunggu agenda dari Dinas Pariwisata, dia berniat mendirikan paguyuban di antara finalis Kang Yuk untuk lebih memudahkan komunikasi.

Lantas bagaimana dengan cerita sukses Erina Andriani yang terpilih sebagai Yuk Kota Probolinggo 2006? Gadis yang merasa lebih familiar dengan sapaan Andrien ini mengaku sangat surprise.

“Saya sangat surprise dengan gelar ini, apalagi kemampuan bahasa Inggris saya masih kurang,” ujarnya. Apalagi, tambah gadis kelahiran Probolinggo, 22 Oktober 22 tahun silam ini, kemampuannya berbahasa Inggris tidak terlalu bagus. Namun, dia berjanji akan terus meningkatkan kemampuannya itu.

Untuk pemilihan Kang Yuk, Andrien juga mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Termasuk soal perawatan tubuh. Ia tidak pernah sampai harus mendatangi salon kecantikan. “Nggak tahu ya, males aja. Paling banter maskeran saja di rumah,” ucap gadis pemilik tinggi tubuh 159 cm dan berat 52 kg tersebut.

Saat karantina, putri kedua pasangan Junus Suntoro dan Betty Budira ini juga punya pengalaman unik. “Waktu itu saya sewa kebaya di sebuah butik. Ternyata kebaya tersebut pernah dikenakan Aline (Yuk 2004, Red). Apalagi nomor peserta yang diberikan panitia sama persis dengan nomor Aline. Yakni nomor 12. Itulah yang memberi sugesti saya untuk menang,” katanya.

Dalam kesehariannya, Andrien tergolong penghobi baca. Chicken Soup adalah salah satu buku yang selalu dibacanya saat senggang. “Dalam buku itu banyak sekali pengalaman orang lain yang perlu kita jadikan inspirasi hidup,” terang gadis yang juga sering dipanggil Noni di tempat kerjanya, yaitu sebuah koperasi swasta di Kota Probolinggo.

Andrien sendiri mengaku sudah pernah mengikuti kontes serupa sebelumnya. “Tapi, bukan tingkat kota. Hanya atas nama perusahaan,” uangkapnya.

Saat disodori pendapatnya tentang kultur masyarakat Kota Probolinggo, dia menyayangkan masih rendahnya rasa memiliki warga terhadap fasilitas umum. “Kita lihat saja Alun-Alun kota, pagarnya banyak yang bolong karena diambil,” ujar gadis yang tinggal di Jl. Mawar ini. (*)

SUMBER  :  RADAR BROMO. MINGGU, 24 SEPTEMBER 2006.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: