MEMBUKA KEMBALI LEMBARAN LAMA


Ketika berangkat ke Gereja, aku melihat seorang tentara yang menunggu anak buahnya (sekompi pasukannya). Aku jadi teringat sama Galih dan penjelajahan kami waktu Pramuka dulu di SMP. Galih tuh sangat setia sama yang namanya aturan, sama tata-tertib, dan apapun itu namanya. Entah… apa yang ada di otaknya? Ga pernah sekalipun kulihat dia melanggar aturan. Tidak ada pertanyaan. Dan kadang ini membuatku merasa iri, sebab dia begitu damai dengan semua itu. Tidak seperti diriku yang selalu memberontak, selalu bertanya -kenapa ada aturan ini dan itu,? Padahal, kalau akhir kehidupan ini sia-sia, kenapa aku lakukan itu?

Di Gereja, hal yang sama terjadi, aku begitu iri melihat orang-orang di sekelilingku. Mengapa mereka begitu damai? Mengapa mereka begitu yakin dengan keyakinan dan imannya? Sedang aku… aku selalu mempertanyakan dan mendebat Tuhan. BOLEHKAH AKU?!

Contohnya begini: Ketika Mama memintaku untuk membantu mencuci pakaian, aku bilang begini “Ya wis, nanti aku bantu berdoa.” Tetapi adikku langsung mengerutkan muka: “Kok cuma bantu berdoa?” Kataku: “Katanya Tuhan Maha Segalanya, berarti dia juga Maha Mencuci Baju dong!” Adikku menimpali: “Berdoa tanpa bekerja is nothing.” Sergahku: “Berarti Tuhan tidak Maha Segalanya dong, keMahaanNya ternyata terbatas. Akhirnya kembali lagi, manusia memiliki kehendak bebas atas dirinya sendiri. Bukan Tuhan yang mengatur.”

Terkait soal di atas, aku jadi berpikir: Aku yang dulunya bersetuju dengan pendapat bahwa ada dua jalan bercabang di dunia ini -satu baik dan satu buruk dan kita harus memilih yang baik. Namun… sekarang aku melihat bahwa ada banyak options, ada banyak pilihan, ada banyak jalan di dunia ini yang semuanya abu-abu. Dan… banyak cabang jalan tadi, nantinya juga akan bercabang-cabang lagi. Ada kalanya cabang-cabang tadi bertemu dengan cabang-cabang yang lain, begitu seterusnya, seperti permainan “PENEBAK WATAK” yang biasanya ada di majalah-majalah, hingga akhirnya berhenti di satu titik di mana “daun mulai berguguran”.

Advertisements

4 Responses to “MEMBUKA KEMBALI LEMBARAN LAMA”

  1. bonx…share dikit nih.
    Aku termasuk jenis orang yang percaya kalo manusia tuh mahluk independen, kita yang menentukan mau kemana kita. Sedang Tuhan…dia Maha segalanya, yang berarti Tuhan juga maha cuek sama urusan mahluknya. Kita mau jelek atau baik kan hasilnya ke kita juga, gak ada hubungannya sama Tuhan. Cuma Tuhan tuh kayak pabrik mobil aja, pabrik gak pernah peduli mobil yg udah dibeli bakal kita cuci or dirawat dengan baik sesuai petunjuk pemakaian. kalo kita gak ngikutin petunjuk pemakaian yang rugi siapa?? Masa pabrik mobil? Pabrik juga gak mau kan ngasih garansi kalo pemakaian gak sesuai sama yang dianjurkan di buku.
    Nah…begitu juga Tuhan…kita yg jadi mobil sekaligus pemiliknya, Buku petunjuknya bisa dianggap kitab suci.
    Pabrik mobil gak pernah punya buku besar perjalanan sebelum di lepas ke pasar. Mereka juga gak tau kalo mobil hitam bakal di cat silver, hancur karena tabrakan atau emang reyot dimakan usia.
    lantas yang menentukan semuanya siapa??? Kita…
    Kita kan bisa milih mo ambil jalan mana hari ini. dsalam kasus kamu, kamu juga milih mo nyuciin baju apa nggak. Tuhan gak ada urusannya sama nyuci baju, wong urusan LAPINDO aja dicuekin:)…
    Lantas dimana peran Tuhan?
    Tuhan tuh cuma regulator sama indpirator aja. tapi decision makernya kita. Ada satu prinsip yang dipegang sama agamaku bahwa : ” Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang jika seseorang tersebut tidak beerusaha merubahnya”.
    Tapi di masyarakat kita terlanjur tertanam suatu pendapat kalo jodoh, maut, rejeki itu semua ditangan Tuhan.
    Mungkin benar memang ditangan Tuhan…tapi kita yang harus berusaha mengambilnya, dan memilih/menebak…karena tangan Tuhan waktu megang jodoh, rejeki dan maut dalam kondisi tertutup.
    Balik ke tadi…pasti Tuhan lagi pengen bercanda…karena TUHAN JUGA MAHA LUCU…

    Complicated???
    memang…..

  2. ratnaniar setyawati Says:

    there’s so many things about God cannot be explain ^^

    Kakakku stebb yang paling taksayang seantero jagad…
    (btw, kang heiji bener; kok kayak nama penyakit yak?hahaha. piss
    yuukk…!)

    Banyak hal tentang Tuhan yang tidak dapat dijabarkan dengan logika.
    Saya yakin kamu tahu itu bukan? 😉

    Memang jarang kita dengar kata Tuhan Yang Maha Mencuci Baju. Dan
    sejujurnya, saya baru mendengarnya darimu duhaii kak Stebb. Well, saya
    rasa untuk itulah Ia menciptakan manusia, dengan segala kesempurnaan
    dan ketidaksempurnaan wujud daripadanya untuk mengerjakan banyak hal
    di dunia ini. Termasuk mencuci baju.

    Ngomong soal Tuhan, bukan hanya seperti ” bagaimana membuat roti” tapi
    sepertinya lebih kepada ” mengapa roti itu ada?”.

    simply, we have limited ability to reach up the secret about why God
    do or don’t do a thing…

    piss ah! muach!
    ;*

  3. di atas semua gempuran2 hatiku padaNya,,
    i still believe in God

  4. pada kenyataannya memang Tuhan itu tidak Maha segalanya.
    kalau Ia maha segalanya itu berarti Ia maha besar dan maha kecil sekaligus, maha baik dan maha jahat sekaligus, dan maha-maha lainnya.
    ;D ;D
    Tuhan Maha segalanya itu ada tertulis di kitab apa ya?
    setahu saya sih bukan Alkitab. ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: