MASJID BESAR TUREN


Ini bukan mimpi. Aku benar-benar disana. 10 tingkat yang nyata. 10 tingkat yang menakjubkan. Aslinya bernama Ponpes Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah dan, selayaknya pondok’an, pastinya di dalamnya terdapat masjid. Tapi ini bukan “masjid agung”, bukan pula “masjid rame lingkungan” seperti sebutan ibu-ibu Dharmawanita Dinas P&K Kabupaten Probolinggo yang minggu depan bakal aku antarkan untuk mengunjungi tempat ini, ataupun “masjid tiban” sebagaimana cerita-cerita yang selama ini tersebar di masyarakat ataupun sebuah surat kabar lokal yang mengada-ada. Bangunan ini murni pondok’an. Ini hanya sekedar pondok pesantren, tapi…. (lho kok ada tapinya?) arsitektur bangunan inilah yang membuat pondok pesantren ini lain daripada yang lain.

Ponpes ini dibangun sejak tahun 1978 di areal seluas 4 hektare, dan kira-kira baru 1,5 hektare dari luas tanah itu yang digunakan untuk bangunan utamanya. Arsitektur bangunannya sangat menawan. Sangat serius. Ini terlihat di setiap detail ornamennya. Benar-benar tak kusangka, kalau di sebuah desa kecil yang bernama Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang berdiri sebuah bangunan yang arsitekturnya yang bisa membuat hati berdecak kagum. Bagiku, seperti sedang berada di Jatim Park, tapi ini dalam bentuk wisata religi. Maksudnya, begitu kalian datang ke sini, kalian akan disambut oleh sebuah wahana demi wahana, dari kalian melangkahkan kaki untuk pertama kalinya di dalam bangunan pondok pesantren ini, sampai kalian keluar. Dari tingkat pertama sampai dengan tingkatnya yang ke sepuluh.

Lebih dari itu, arsitektur yang dipakai bukan hasil ilmu dan imajinasi seorang arsitek yang handal. Tapi dari hasil istikharah si pemilik pondok, KH Ahmad Bahru Mafdlaludin Soleh. “Jadi kita tak tahu kapan pembangunan ponpes ini selesai. Sekarang sudah 10 lantai dibangun, bisa jadi nanti ditambah atau bisa-bisa dikurangi. Semua tergantung istikharah Romo Kyai (Kyai Ahmad, pen.). Romo Kyai juga yang ngepaskan amalan-amalan. Mungkin karena itu, di luar sana muncul berita bahwa bangunan ini adalah masjid tiban. Padahal ini bukan masjid tapi ponpes, “ tutur Gus Alief Sumarsono, salah seorang santri yang bertugas untuk mengantarku berkeliling ketika itu.

Sebelum aku bertanya tentang kegundahan hatiku perihal kenapa kok harus membangun bangunan yang begitu megahnya itu, padahal uangnya kan bisa digunakan untuk membantu sesama, Gus Alief juga sudah terlebih dahulu menambahkan, “Banyak yang berkata bangunan tidak dibawa mati. Tapi kita tidak begitu. Kalau hanya diberikan orang miskin, misal uang sepuluh ribu. Ya, sudah hanya buat makan hari itu saja terus gak berarti. Tapi kalau uang sepuluh ribu itu buat beli batu-bata, jadi bagian dari bangunan ponpes ini. Lihat sampeyan atau pengunjung lain yang datang ke sini senang hatinya. Syukur-syukur kalau nanti kebuka hatinya, tentu hal itu akan lebih barokah.”

Gus Alief tak sekadar ngecap, tiap hari selalu datang pengunjung dari berbagai kota ke ponpes ini. Di buku tamu pun berbagai komentar tentang keindahan ponpes ini tertulis. Bahkan, tak jarang ada yang mengaku tersentuh hatinya ketika memasuki sebuah ruang. “Tiap orang berbeda. Sampean mungkin tersentuh di ruang mushala, mungkin yang lainnya di taman. Dulu ada orang Tasikmalaya datang malam-malam, tobat di sini setelah sebelumnya mendatangi ponpes ini,” tutur Gus Alief.

Ilmu Ikhlas

Sejak tahun 1978, Kyai Ahmad murid Kiai Sahlan di Sidoarjo ini memilih Turen untuk mendirikan ponpesnya. Sejak itulah, dengan dibantu oleh para santrinya, Kiai Ahmad memulai pembangunan ponpes dengan alat pertukangan sederhana dan proses belajar sendiri. Jadi hangan heran kalau akhirnya santri-santrinya punya spesialis ketrampilan.

Santri Kiai Ahmad sekarang ada 32 yang sudah berkeluarga dan tinggal di sini. Jadi bisa dihitung tambahan santrinya. Sedang yang belum berkeluarga ada 37 orang. Semua santri itulah yang menjadi tukang sekaligus mandor bangunan ini. Mereka bekerja tidak menggunakan alat-alat berat modern. Semua dikerjakan sendiri.

Dengan belajar langsung dalam pembangunan ponpes inilah para santri diajar ngaji kehidupan sehari-hari. “Mereka yang sudah berkeluarga pun yang belum akan memiliki peran sendiri-sendiri Di ponpes ini, orang bertabiat A sampai Z ada. Di sinilah mereka tersentuh hatinya. Dengan ikut berpartisipasi ini mereka mengamalkan ajaran cinta bukan pahala,” ungkap Gus Alief

Harus diakui, lamanya proses pembagunan ponpes ini mengisyaratkan perlunya kesabaran dan keikhlasan. Tiap detil ornamen harus digarap dengan sabar dan teliti. Selain pekerjaan yang tak mudah itu, sebagai tukang, para santri juga bukan orang yang dibayar. Keikhlasanlah yang akhirnya menjadi oase di dalam hatinya.

“Semua itu tentu saja sumbernya dari cinta. Dalam agama kita diajarkan itu semua. Dengan menjalani itu semua para santri membersihkan hatinya dari penyakit-penyakit hati. Kalau raganya yang sakit, datang ke sini maka yang disembuhkan adalah hatinya dulu,” urai Gus Alief. Sesudah itu semua, yang tak boleh dilupakan adalah ibadah syukur. “Ngibadah syukur tidak ada berhentinya. Yang tidak bisa, ya kita doakan saja.” Pungkas Gus Alief.

Bangunan Hikmah Bukan Nafsu

SETIAP tanggal 17 Agustus atau ketika pondok mengadakan tasyakuran, di ponpes ini selalu dibentangkan bendera merah putih yang beratnya kira-kira mencapai 1 kuintal. Di salah satu lantai atas, tali-tali sudah ditata membentuk bentangan bendera yang sangat besar. Di bawah bentangan itu, ada kios-kios souvenir yang dikelola oleh para santri wanita.

Di pintu gerbang utama, kalian akan melihat dua buah bangunan mirip guci yang sangat besar dan tinggi berwarna oranye dan biru. Keduanya dipakai untuk pos. Di sisi kanan terletak sebuah taman yang dikelilingi pagar seperti taman bergaya Persia atau India.

Di lantai dasar, memasuki pintu utama, lewat lorong yang di sisi kiri kanannya penuh ornamen. Ornamen itu mirip batik dipenuhi bentuk daun atau bunga. Di sisi lain juga ada kaligrafi. Di salah satu lantai juga ada beberapa ruang mirip gua, dipenuhi batu-batu yang diterangi lampu. Sementara di sisi kiri-kanannya beberapa akuarium berjajar dipenuhi berbagai ikan hias.

Semakin lama disusuri semakin banyak aku menemukan keindahan. Ada sebuah kolam lengkap dengan perahu yang penuh hiasan yang biasa digunakan untuk acara foto pre-wedding bagi pasangan calon pengantin. Di pinggir pondok juga ada taman margasatwa. Di situ ada beberapa pasang kijang dan beberapa ekor buruh cendrawasih.

Keindahan ini sangat diperhatikan. Seperti kata Gus Alief di atas, hal itu agar membuat para pengunjung senang berada di lingkungan ponpes. “Siapa tahu mereka akan terketuk, terbuka hatinya. Demikian juga dengan santri-santri di sini, mereka semua belajar,” ujar Gus Alief.

Benarlah. Jadi jangan heran kenapa pembangunan ponpes ini tak juga usai. “Sebab ini bukan bangunan nafsu yang diselesaikan dari atas ke bawah, tapi ini bangunan hikmah, melalui istiqarah, bangunan ini diselesaikan dari bawah ke atas.” Ujar Gus Alief menutup pembicaraan kami.

127 Responses to “MASJID BESAR TUREN”

  1. sayangnya ndak ada foto-fotonya.
    salam

  2. Mas Mus, terimakasih atas sarannya. Ini saya sedang hunting foto2 selama saya berwisata religi ke Ponpes Biharu tersebut.

    Moga cukup puas dengan foto2 yang nantinya bakal saya tampilkan.

  3. sisiel_18 Says:

    mana foto-fotonya, pingin bangets ngliyat, kemaren aq telat wkt disiarkan di TRANS

  4. bwt yg mw k ponpes biharu pasti ga bkal kecewa setelah tahu asli tempatnya.
    memang sih blm jadi 100 % bangunanya, tapi sngat megah bangunanya.
    hati terasa damai, tentram dan sejahtera setelah masuk k ponpes tsb.
    So…….coba saja?!!!!!!!!
    GRATIS KOK

  5. buat temen2 yang sudah pernah kesana tolong tampilkan foto2nya secepatnya disini agar orang lain lebih percaya,karena banyak orang yang gak percaya klo masjid itu benar2 ada.aku sendiri udah membutikannya sendiri.masjid itu benar2 ada.bangunannya megah dan megah.SubhanALLah.Menakjubkan….

  6. emangnya siapa yang ga percaya, mbak wik?
    suruh pake gilang t&t aja, biar ntar aku yang bawa mereka untuk wisata religi ke sana. hehehehehe. (promosi nih ceritanya)

  7. Kebetulan kemarin rabu 30 juli 08 ada sodaraku married didaerah Turen, jadi disarankan ngeliat Masjid tiban….Wow….betul2x fantastic. Kayaknya kalo kita udah didalamnya….wah rasanya gak diIndonesia lagi. Ya kayak diluar negri gitu deh…kayak diturki, disaudi, diIndia atau pakistan, aku kan juga pernah tinggal diSaudi. Kemarin aku juga sempat foto2x juga, lain kali deh aku share biar pada tau ya….makanya hari ini aku coba browshing2x e….beritanya udah…banyak to??!!!! bagi yang belum ngeliat…..biar gak penasaran datang aja deh…klu dari kota malangnya ya sktr 45 menit kearah selatan (Turen)…GRATIS TIS koq…makannanya juga wajar2x aja…bakso Rp2-4rb, tahu telor 3rb, mie ayam 3rb, esteh 1rb, dll…..

  8. ponpes itu, seingatku, sejak aku SD sudah ada.itu kira2 taon 1980 an..Lho kok tau? Bcoz nenek ku sesepuh di kampung itu..

    • low brarti p1 dah tw smua tntng ponpes trsbt.kq g bg2 crta ce………ow z low blh tw mangx p1 prnh nyantri dstu ta???……..salam cewex darul hikmah moxer…..

  9. aku asli dari desa tersebut.bila ada yang mau kesana bisa hubungi aku.rumahku deket situ kok…

    • abdul jalil Says:

      sy dari K. Lumpur, malaysia, bagaimana cara ke lokasi tersebut. Adakah dari Airport Yogyakarta atau Juanda. TQ

      • dari Airport Juanda – Surabaya pilih bus jurusan Malang. Nah nanti kalo sudah sampai terminal Arjosari, langsung saja naik taxi dari sana. Kalau mau hemat, naik aja angkutan pedesaan ke arah Turen. orang-orang desa di sana sudah tau lokasinya kok, mas Abdul Jalil. jadi sangat mudah untuk menujuh ke arah ponpes ini dari arah Malang.

  10. Aku sendiri asli Turen. Rumahku cuma sekitar 2 km atau sekitar 5 menit kalau naik motor. tapi aku belum pernah masuk ke areal itu. gak tau kenapa. mungkin belum kepingin aja. kalau ada yang mau kesana rame2 aku siap diajak. lumayan, itung2 cari temen

  11. mas pacoel terima kasih atas tawarannya. pastinya kalo aku berkesempatan kesana lagi, aku pasti akan menghubungi sampeyan. tapi… yamg aku bingung tuh, aku menghubungi sampeyan dimana? kasih nomer teleponnya ya…

  12. buat mas BONK,klo mo serius hubungi aku di nomor 08125266990.nanti klo buat yang rombongan aku juga ada yang siap jadi GUIDE nya.ato di namja_07@yahoo.co.id. Thank mas BONK… :)

  13. Agung Sedayu Says:

    kadang juga terpikir azas manfaat bangunan ini apa, memang megah tapi masjidnya sendiri kalau saya lihat sangat sedih kecil dan letaknya dipinggir, jadi yang diutamakan apa dulu tempat ibadah ato bangunan sebagai tempat show saja, sebaiknya masjid dulu yang dibangun dengan megah baru yang lainnya, jadi mau dilihat dari sudut pandang yang mana, ?? mohon maaf jika tidak berkenan, jadi sekali lagi bangunan tersebut untuk apa karena kalau pondok pesantren waktu saya datang hampir 3 jam tidak kelihatan kegiatan sebagai pondok pesantren…?
    kebetulan 3 tahun yang alau saya berkunjung ke tempat tersebut dan kebetulan saya juga orang turen dan pad saat tersebut aku juga ambil beberap foto jadi kalau boleh aku juga mau upload

  14. wah saya yang tinggal di malang baru tahu kalo ada ponpes yang punya mesjid seperti itu

    salam aja

    http://cantigi.wordpress.com/2008/08/19/ibsn-ibsn/

  15. meski saya asli orang turen tapi saya g pernah masuk kesana liat dari depan gerbang aja dah takut seperti kampung jin.

  16. gw rencana abis lebaran mau ke sana , bs bantu gk buat cari dat2nya, gw mau produksi TA. thx gw tunggu y balasannya, slm knal

  17. yani , ada fresnster taw YM gk?

  18. @ martin

    salam kenal. klo butuh bantuanku, kamu bisa telepon aku, tin. nomer HPku sudah aku kirim via e-mail. semoga dapat membantu.

  19. Setelah mendengar cerita orang-orang, kemarin (4-10-08) saya & keluarga ke sana tuk melihat langsung, SubhanAllah memang benar-benar indah… gak bisa kebayang dech indahnya.

  20. ya mhn maaf kalo tdk berkenan.gw setuju dg kesan yang disampaikan agung sedayu. Mohon dijelaskan apa dan bagaimana filosofi dari struktur bangunan dari ponpes BIHARU ..yang lain dari keberadaan PONPES pada umumnya. Yakni KEBERADAAN MASJID BIASANYA LEBIH MENONJOL DAN NAMPAK VIEW NYA / LEBIH LAPANG DAN BESAR. Mungkin PONPES BIHARU mempunyai makna dan tujuan sendiri dengan membangun bangunan tingkat 10 lebih besar daripada masjidnya Wallohu A’lam hanya Alloh Yang Maha Tahu. Semoga kita semua mendapatkan petunjuk yang benar .Amin

    • hamba Allah Says:

      @yan :,sebenarnya itu adalah masjid,ponpes,dan campuran berbagai bangunan yang bersatu dengan nama”masjid”kalo keberadaan masjid dan ponpes ditonjolkan,TIDAK ADA ORANG YANG DATANG KE SANA!!!!!!

  21. ass.wr.wb.

    aku akhirnya dtg jg k masjid yg kata org penuh misteri.. kesan pertama msk bangunannya kyk kuil ya…
    it’s good!

  22. khriscrosssxxx Says:

    ak asli org turen,mnrtku itu bkn pondok pesantren!!! klo emg pondok pesantren,santrix mn??? g ada adzan,yg ngaji jg g ada.mnrtku co2k klo d sebut tempat wisata religi. gitu aja udh kagum,smua org klo pnya byk duit ama ada niat bs bikin bangunan kyk gitu.

  23. assalamualaikum semuanya…
    saya sangat setuju dengan pendapat agung sedayu sama safik.
    saya asli Turen, sy baru kesana kemarin waktu idul adha.sebelum kesana sy membayangkan bahwa itu masjid agung ato ponpes. tapi setelah tiba ternyata itu hanya sebuah bangunan religi yg megah dan kokoh. menurut saya, tidak adanya keseimbangan dg tempat tinggal santrinya. kl melihat bangunan yg semegah itu, tempat buat ibadah serta ngajinya pun bisa dikatakan mewah. tapi bagaimana dengan keadaan tempat tinggal santrinya, ya Allah kasihan sekali mereka. menurutku tempatnya ga sesuai sama bangunan yg lainnya. udah itu aja, buwat yg punya situs. thank ya. kl boleh ksh foto yg lebih banyak biar peminat untuk berkunjung ke kota Turen meningkat. hehehe

  24. Sungguh luar biasa, betulan ak jg orang malang. sempat kaget juga tiba-tiba ada masjid sebesar itu. Bangunannya juga sangat unik, terutama ukirannya. Menurut saya pembuatnya pasti bukan orang sembarangan, yang pasti dia punya gaya arsitektur gaya persia atau timur tengah.
    Menurut informasi dari orang sekitar turen, pondok tersebut dibangun tanpa menggunakan alat berat, soalnya tetangga disekitarnya tidak pernah melihat kedatangan alat berat seperti crane, traktor dsb. Terus gimana caranya ?????????????
    Saya tak mencari informasi lagi

    • cewex XI ipa Says:

      WAW…..keren donkz…….ow z p1 khan org malng so jgn cma bngga ja pnya msjd megah tp jg hrz mw nmpati aliaz rjn shlt jmaah he…he…ow z low mw cri infrmsi yng lengkp za……..and jgn lpa ftox.cz qt tnggl d pndk so pasti g bsa lht scra lngsng………….slm knl bwt kamoe………………..

  25. dr.sujitno.mph Says:

    ponpes ini memang lain daripada yang lain. dpondok ini tidak sekedar belajar ilmu agama, tetapi lebih pada belajar hidup beragama. dibangun untuk dijadikan sarana membersihkan hati. dengan dibersihkannya hati akan muncul rasa dekat dan cinta kepada Allah. selanjutnya timbul rasa kasih sayang kepada sesama makhluk. dengan cinta dan kasih sayang diharapkan muncul dorongan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dengan ikhlas. disamping itu bersihnya hati juga menjadi prasyarat diterimanya mal ibadah.
    philosofinya: didalam tubuh manusia terdapat segumpal darah; kalau dia baik semuanya baik; kalau dia jelek semuannya akan jelek. itulah hati – qolbu. filosofi ini yang mendasari dibangunnya pondok.
    santrinya memang belum banyak hanya sekitar 200 orang itu termasuk anak anak dari santri yang berkeluarga. penerimaan santri masih sangat selektif; belum dibuka unuk umum. yang diterima baru yang betul betul ingin menyelesaikan masalah pribadinya dan ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan membersihkan hatinya; dan mereka yang mau diajak untuk membangun sarana untuk membersihkan hati – wujudnya bangunan pondok. jadi dakwahnya lewat bangunan. alhamdulillah 99,7% dari pengunjung yang kami wawancarai dan kesan yang ditulis bisa merasakan kedamian, ketenangan, lebih dekat kepada Allah, rasa iri, dengki, riya’, ujub terasa berkurang bahkan ada yang hilang. tidak jarang yang mendapat fadhol dalam bentuk kesembuhan penyakit. untuk mengunjungi pondok tidak ada pungutan apapun, semuanya gratis. karena prinsip pendanaan di pondok adalah: tidak meminta minta, tidak tomaq dan tidak pinjam.
    pembangunan memang dikerjakan secara manual, tanpa alat berat agar semuanya dapat berperan serta terutama bagi yang “hanya” mempunyai tenaga. untuk mengangkat bahan bangunan ke lantai 10 dengan dikerek dengan tali; luluh ramai ramai secara berantai.
    sementara itu. silahkan datang dan merasakan sendiri rasanya hati dibersihkan. semoga kita semua dibisakan untuk menerima kemurahan Allah dalam bentuk taufik, hidayah, ridho, inayah, mahabah dan kemanjaan Allah yang tidak pernah terputus, berhenti maupun berkurang. Amin Ya Robbal Alamin.

    • dr.sujitno.mph : “penerimaan santri masih sangat selektif; belum dibuka unuk umum. yang diterima baru yang betul betul ingin menyelesaikan masalah pribadinya dan ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan membersihkan hatinya; dan mereka yang mau diajak untuk membangun sarana untuk membersihkan hati – wujudnya bangunan pondok. jadi dakwahnya lewat bangunan”.
      Dari secuplik kata2 yang ditulis…saudara Bapak dr.sujitno.mph..saya merasakan adanya kata-kata yang kurang tepat..yang mengundang pertanyaan saya. Apakah mempelajari ajaran islam itu monopoli sekelompok orang atau orang tertentu? Juga kenapa dakwah harus lewat bangunan kenapa gak dakwah katakan Amar ma’ruf nahi Munkar atau dakwah lewat bimbingan2 kependidikan untuk mencerdaskan umat secara iman dan ilmu, yang semuanya itu pastilah biaya nya akan lebih kecil daripada mewujudkan secara fisik saja….dan akan lebih bermanfaat bagi siapa saja. Terimakasih
      Wasalam

      • Apakah mempelajari ajaran islam itu monopoli sekelompok orang atau orang tertentu?
        jawab : ya nggak lah. Islam itu justru harus didakwahkan kepada siapapun tanpa kecuali. Maksud dari mas sujitno itu wajar saja kan, kalau sebuah sekolah, atau pondok pesantren menetapkan standar kualifikasi tertentu agar bisa diterima? Masak menerima murid asal-asalan atau serampangan? Kan dengan santri yang memenuhi standar kualifikasi nanti outputnya juga bagus.
        Apa anda mau menerima santri yang tidak serius belajar agama? Kalau untuk urusan pesantren jelas saya tidak akan menerima santri yang tidak serius, setengah-setengah, ogah-ogahan atau tidak memenuhi syarat lainnya..
        Tapi kalau urusan dakwah ya beda ceritanya.. Dakwah tetap harus dilakukan kepada siapapun..
        Jadi mohon anda ketahui dahulu perbedaannya..

        Juga kenapa dakwah harus lewat bangunan kenapa gak dakwah katakan Amar ma’ruf nahi Munkar atau dakwah lewat bimbingan2 kependidikan untuk mencerdaskan umat secara iman dan ilmu?
        jawab : dakwah lewat bangunan? kenapa tidak? kenapa anda harus membatasi sarana dan cara berdakwah? Dakwah bisa melalui apapun.. Dakwah lewat bangunan ini pun sangat bermanfaat. Terbukti dari pengunjung luar daerah yang merasa lebih tenang dan tenteram, dan jadi lebih memuji kebesaran Allah. Jauh lebih tenang dibanding mendengar ceramah ustad selebritis di TV yang mematok tarif 30juta / 15 menit hanya untuk ceramah agama, dan menolak ceramah kalau bayarannya kurang. Lagi pula bangunan ini kan pondok pesantren yang menjadi tempat dakwah via pendidikan agama..
        Jadi bagi saya yang terbaik adalah memaksimalkan dakwah secara kreatif di bidang apapun. Tidak perlu membatasi dakwah.. Dakwah amar ma’ruf nahi munkar memang harus optimal, dakwah lewat pendidikan memang penting. Tapi kalau ada orang yang berdakwah lewat bangunan, ya jangan dilarang..

  26. aq sngt kaget ktika mendengar cerita dari guruku,wktu liburan kemari,,, awalnya aq gk begtu percaya,, tapi stlah membaca sejarhnya ag begitu kagum,,inggin sekali aq melihat dng nyata,,

  27. gandiel maundhri Says:

    sebuah keajaiban, beruntunglah orang yg pernah kesana.. apalagi memahami tentang ajarannya..

    Allahu Akbar….

  28. SUBHANALLOH MENABJUBKAN SEKALI,SAYA MERASA BANGGA KARENA MASJID TERSEBUT DARI DESAIN,NAMA,DAN TATA LETAK BANGUNAN DIPEROLEH DARI SHOLAT ISTIKHOROH.

  29. Q orang turen tp orang2 di turen biasa2 ja tuh G’da yang terkejut coz semua orang turen tw kl yang bangun itu makhluk halus.

  30. alhamdullilah mas heru sudah bisa melihat kebesaran pondok yang ada di turen semoga mas heru bisa mendalami ilmu dan membersihkan hati dll

  31. Mas rumah aku kan di gondang legi malang dekat ama turen, kalau nurut aku masjid itu bukan tiban, karena aku tahu dulu waktu masih buat fondasinya di ajak temenku yang masih saudara sama pemilik masjid. Emang semua pada tanya mengapa ada masjid semegah itu sedangkan lingkungan sekitar masih suasana desa, yang jadi pertanyaan sekarang apa visi dan misinya…..???, Tapi semoga lebih manfaatlah buat warga muslim semua, amien

  32. Hamba Allah Says:

    Cerita ini bukannya mendiskreditkan kepada salah satu pihak akan tetapi cerita ini saya ceritakan berdasarkan pengalaman nyata dari saudara kandung saya dan tanpa dipengaruhi unsur tendensius.

    Pertengahan tahun 2008 saya bersama rombongan memang pernah mengunjungi tempat tersebut. Komentar saya akan bangunan tersebut adalah ” Subhanallah ” memang sungguh mempesona bangunan tersebut, Sayapun ambil beberapa photo disana, akan tetapi betapa kagetnya saya bahwa bangunan yang semegah itu hanya mempunyai masjid kecil yang sangat kotor sekali dan tidak ada kegiatan pendidikan agama santri2xnya seperti halnya ponpes lainnya.
    Salah satu saudara saya, sebut saja Anto (nama samaran), muslim yg berprofesi sebagai profesionalisme yg berkecukupan dalam materi. bahkan hingga saat ini masih berkunjung kesana. Akan tetapi lama kelamaan keluarganya juga rada sebel mengingat smuanya yg seharusnya dicurahkan untuk keluarga (istri dan anak), dia curahkan untuk ponpes tersebut baik spiritual maupun material dan hal tersebut tidak mengenal waktu. akhirnya kita sebagai saudara merasa prihatin dengan keluarganya.
    Suatu saat saya bersama-sama saudara lainnya memutuskan untuk ikut kesana, dan memang benar sepertinya ponpes tersebut memang terjadi pro-kontra antara ponpes salafiyah dengan ponpes lain disekitarnya bahkan dengan masyarakat juga. Kita mengetahuinya setelah menanyakan langsung dengan tokoh agama dan masyarakat di luar ponpes salafiyah tersebut. Adapun inti dari kontra-nya adalah :
    - Ajaran yang sedikit menyimpang
    - UUD (Ujung-Ujungnya Duit).
    - Pasti lupa akan keluarga
    Akan tetapi dari pernyataan tersebut saya juga tidak langsung mempercayainya. ( Hanya Allah SWT Maha Mengetahui )
    Memang banyak yang menyarankan kalau pengen mampir ke ponpes salafiyah tersebut sebaiknya niatnya HANYA BERWISATA RELIGI SAJA bukan untuk BELAJAR AGAMA. saya memang sangat mengagumi akan karya Arsitektur bangunan itu dan memang benar pada saat kita memasuki komplek bangunan tersebut hati kita akan berdecak kagum.
    Kembali ke saudara saya Anto, memang lama-kelamaan perilaku saudara saya berubah drastis mulai dari perilaku dalam menjalankan ibadah yg sedikit menyimpang ( misal: Sembahyang dengan menggunakan Dupa, Kita bisa masuk surga tanpa menjalankan sholat, dll. dan setelah saya tanya dia dapat ajaran dari mana? lantas dia jawab dari Pengurus Ponpes) menurut saya hal tersebut sudah menyimpang dari ajaran Islam. Dan saya juga sangat kasihan terhadap istri dan anaknya yang sering ditinggal untuk pergi ke ponpes tersebut. waktu yg seharusnya dia curahkan untuk keluarga malah dia curahkan untuk ponpes tersebut. Kalau menurut saya saudara saya sudah keterlaluan (misal: hari raya idul fitri, Idul Adha dll yg seharusnya sholat ied dan berkumpul bersama keluarga malah keluarga dia tinggal untuk belajar agama di Ponpes Salafiyah tersebut selama berhari-hari). dan banyak teman2x menyarankan kepada saya agar hati-hati bahwa banyak “korban lainnya” (maaf kalo saya menyebut begitu) yg sudah lupa akan keluarga dan biasanya korban tersebut akan menurut dan seakan-akan mengikhlaskan dalam menyerahkan uang yang tidak sedikit jumlahnya (katanya teman saya begitu, tapi dalam benak saya “Ahh..masa segitunya…gak percaya! tapi teman saya tetap mengingatkan kepada saya karena saudaranya juga jadi “korban” hingga menghabiskan salah satu rumahnya)…niat saya kembali lagi…Hanya Allah SWT yg tahu niat seseorang.
    Akan tetapi alangkah kagetnya setelah beberapa minggu yang lalu saya mendengar dari istrinya, saudara saya telah menyerahkan uang sebagai sumbangan untuk pengurus pondok tersebut sebesar 50juta (jumlah yang fantastis bagi saya) Lantas saya tanyakan langsung kepada Anto, apakah benar dia menyerahkan uang sebesar itu ? Lantas dia jawab : “Udah kamu gak perlu ikut campur dalam urusanku, itu uangku. mau aku apain khan terserah saya, lagipula itu khan untuk amal ibadahku” Saya bisa menjawab “Kalau memang uang itu kamu sumbangkan kepada mereka semoga benar-benar bermanfaat bagi dunia dan akhirat. ” Lantas saya hanya terdiam kasihan melihat anak istrinya… dan menanyakan kepada istrinya perihal sumbangan tersebut apakah anto dimintai sumbangan atau dia sukarela menyerahkan uang sebesar itu, kemudian istrinya menjawab “anto pernah dimintai sumbangan oleh pengurus ponpes tersebut”. Bahkan yang saya dengar dari istrinya kalau Anto rutin tiap bulan memberikan jatah uang kepada salah satu pengurus ponpes tersebut. hingga saat ini saya bersama keluarga besar lainnya sering menasehati Anto akan tetapi sepertinya Anto sudah tutup telinga kepada keluarga dan saudara2xnya. Yang hanya bisa saya lakukan bersama keluarga besar lainnya yakni mendoakan agar saudara saya Anto tetap diberi perlindungan dan petunjuk oleh Allah SWT.Amin.

    Memang banyak orang yang berpesan, kalau mau berkunjung kesana sebaiknya niat HANYA BERWISATA RELIGI SAJA bukan untuk BELAJAR AGAMA khususnya bagi kalangan yg berduit.

    ” Tidak semua kebaikan berawal dari kemegahan ”

    Sekali lagi kepada salah satu pihak tertentu, saya memohon maaf bukannya saya mendiskreditkan / menjelek-jelekkkan kepada salah satu pihak.Karena sifat khilaf bisa dialami oleh semua manusia…dan NIAT SESEORANG TIDAK AKAN PERNAH KITA KETAHUI KECUALI ALLAH SWT…Saya hanya bercerita mengenai pengalaman saudaraku, tujuan saya menulis disini sekedar sharing saja berbagi pengalaman dan smoga bisa dipetik pelajaran yang berharga bagi anda dan khususnya bagi keluarga besar saya.

    Wasalam

  33. Hamba Allah Says:

    Cerita ini bukannya mendiskreditkan kepada salah satu pihak akan tetapi cerita ini saya ceritakan berdasarkan pengalaman nyata dari saudara kandung saya dan tanpa dipengaruhi unsur tendensius.

    Pertengahan tahun 2008 saya bersama rombongan memang pernah mengunjungi tempat tersebut. Komentar saya akan bangunan tersebut adalah ” Subhanallah ” memang sungguh mempesona bangunan tersebut, Sayapun ambil beberapa photo disana, akan tetapi betapa kagetnya saya bahwa bangunan yang semegah itu hanya mempunyai masjid kecil yang sangat kotor sekali dan tidak ada kegiatan pendidikan agama santri2xnya seperti halnya ponpes lainnya.
    Salah satu saudara saya, sebut saja Anto (nama samaran), muslim yg berprofesi sebagai profesionalisme yg berkecukupan dalam materi. bahkan hingga saat ini masih berkunjung kesana. Akan tetapi lama kelamaan keluarganya juga rada sebel mengingat smuanya yg seharusnya dicurahkan untuk keluarga (istri dan anak), dia curahkan untuk ponpes tersebut baik spiritual maupun material dan hal tersebut tidak mengenal waktu. akhirnya kita sebagai saudara merasa prihatin dengan keluarganya.
    Suatu saat saya bersama-sama saudara lainnya memutuskan untuk ikut kesana, dan memang benar sepertinya ponpes tersebut memang terjadi pro-kontra antara ponpes salafiyah dengan ponpes lain disekitarnya bahkan dengan masyarakat juga. Kita mengetahuinya setelah menanyakan langsung dengan tokoh agama dan masyarakat di luar ponpes salafiyah tersebut. Adapun inti dari kontra-nya adalah :
    - Ajaran yang sedikit menyimpang
    - UUD (Ujung-Ujungnya Duit).
    - Pasti lupa akan keluarga
    Akan tetapi dari pernyataan tersebut saya juga tidak langsung mempercayainya. ( Hanya Allah SWT Maha Mengetahui )
    Memang banyak yang menyarankan kalau pengen mampir ke ponpes salafiyah tersebut sebaiknya niatnya HANYA BERWISATA RELIGI SAJA bukan untuk BELAJAR AGAMA. saya memang sangat mengagumi akan karya Arsitektur bangunan itu dan memang benar pada saat kita memasuki komplek bangunan tersebut hati kita akan berdecak kagum.
    Kembali ke saudara saya Anto, memang lama-kelamaan perilaku saudara saya berubah drastis mulai dari perilaku dalam menjalankan ibadah yg sedikit menyimpang ( misal: Sembahyang dengan menggunakan Dupa, Kita bisa masuk surga tanpa menjalankan sholat, dll. dan setelah saya tanya dia dapat ajaran dari mana? lantas dia jawab dari Pengurus Ponpes) menurut saya hal tersebut sudah menyimpang dari ajaran Islam. Dan saya juga sangat kasihan terhadap istri dan anaknya yang sering ditinggal untuk pergi ke ponpes tersebut. waktu yg seharusnya dia curahkan untuk keluarga malah dia curahkan untuk ponpes tersebut. Kalau menurut saya saudara saya sudah keterlaluan (misal: hari raya idul fitri, Idul Adha dll yg seharusnya sholat ied dan berkumpul bersama keluarga malah keluarga dia tinggal untuk belajar agama di Ponpes Salafiyah tersebut selama berhari-hari). dan banyak teman2x menyarankan kepada saya agar hati-hati bahwa banyak “korban lainnya” (maaf kalo saya menyebut begitu) yg sudah lupa akan keluarga dan biasanya korban tersebut akan menurut dan seakan-akan mengikhlaskan dalam menyerahkan uang yang tidak sedikit jumlahnya (katanya teman saya begitu, tapi dalam benak saya “Ahh..masa segitunya…gak percaya! tapi teman saya tetap mengingatkan kepada saya karena saudaranya juga jadi “korban” hingga menghabiskan salah satu rumahnya)…niat saya kembali lagi…Hanya Allah SWT yg tahu niat seseorang.
    Akan tetapi alangkah kagetnya setelah beberapa minggu yang lalu saya mendengar dari istrinya, saudara saya telah menyerahkan uang sebagai sumbangan untuk pengurus pondok tersebut sebesar 50juta (jumlah yang fantastis bagi saya) Lantas saya tanyakan langsung kepada Anto, apakah benar dia menyerahkan uang sebesar itu ? Lantas dia jawab : “Udah kamu gak perlu ikut campur dalam urusanku, itu uangku. mau aku apain khan terserah saya, lagipula itu khan untuk amal ibadahku” Saya bisa menjawab “Kalau memang uang itu kamu sumbangkan kepada mereka semoga benar-benar bermanfaat bagi dunia dan akhirat. ” Lantas saya hanya terdiam kasihan melihat anak istrinya… dan menanyakan kepada istrinya perihal sumbangan tersebut apakah anto dimintai sumbangan atau dia sukarela menyerahkan uang sebesar itu, kemudian istrinya menjawab “anto pernah dimintai sumbangan oleh pengurus ponpes tersebut”. Bahkan yang saya dengar dari istrinya kalau Anto rutin tiap bulan memberikan jatah uang kepada salah satu pengurus ponpes tersebut. hingga saat ini saya bersama keluarga besar lainnya sering menasehati Anto akan tetapi sepertinya Anto sudah tutup telinga kepada keluarga dan saudara2xnya. Yang hanya bisa saya lakukan bersama keluarga besar lainnya yakni mendoakan agar saudara saya Anto tetap diberi perlindungan dan petunjuk oleh Allah SWT.Amin.

    Memang banyak orang yang berpesan, kalau mau berkunjung kesana sebaiknya niat HANYA BERWISATA RELIGI SAJA bukan untuk BELAJAR AGAMA khususnya bagi kalangan yg berduit.

    ” Tidak semua kebaikan berawal dari kemegahan ”

    Sekali lagi kepada salah satu pihak tertentu, saya memohon maaf bukannya saya mendiskreditkan / menjelek-jelekkkan kepada salah satu pihak.Karena sifat khilaf bisa dialami oleh semua manusia…dan NIAT SESEORANG TIDAK AKAN PERNAH KITA KETAHUI KECUALI ALLAH SWT…Saya hanya bercerita mengenai pengalaman saudaraku, tujuan saya menulis disini sekedar sharing saja berbagi pengalaman dan smoga bisa dipetik pelajaran yang berharga bagi anda dan khususnya bagi keluarga besar saya.

    Wasalam

    • saya tertarik dengan tulisan dari “hamba Allah”. menurut saya langsung saja bertanya dan mengklarifikasi pada panitia supaya tidak menimbulkan kesan su’udzon dan memecah belah umat, itulah niat yang baik menurut saya, tapi kalau membuat sensasi dalam blog ini nanti berakibat negativ. tapi semua itu hanyalah Allah yang tau niat seseorang.

      • apa betul begitu mbak nana? masak toh

      • Saya setuju sekali dgn Mbak Nana, tentunya seorang hamba Allah yg arif hrs berani mengklarifikasikan dulu tentang kebenarannya sebelum bicara. Hanya Allah-lah yang tahu tentang keimanan kita, istri, anak bahkan orang tua kita sendiri tidak dapat kita menilai derajatnya disisi Allah Swt. Shubhanallah.., setiap umat berbeda segi perjuangannya.

    • hamba Allah juga lho Says:

      saya akan ambil hikmahnya saja dari tulisan tentang “pengalaman saudaranya hamba Allah” tersebut.

      pertama urusan niat dalam beribadah hanyalah urusan Allah dan hamba Allah yg sedang beribadah. Beribadah kepada Allah semata-mata adalah kebutuhan hamba Allah dimana pelaksanaannya tanpa meninggalkan kewajiban lainnya.

      Kedua beribadah kepada Allah sudah ada tuntunan / syariatnya yg sudah digariskan dalam Alqur’an dan Alhadist. Jadi apabila ada saudara kita melaksanakan ibadah diluar tuntunan Alquran dan alhadist, maka kewajiban kita adalah mengingatkan kepada saudara kita atau sumber pertama yg mengajarkannya. Bukannya dijauhi atau bahkan dimusuhi. Ingat manusia tidak terlepas dari khilaf dan salah.

      Ketiga bukan berarti membangun kemegahan untuk kebaikan adalah sesuatu yg tabu atau tidak baik. Apabila membangun kemegahan rumah Allah demi kekokohan ajaran-ajaran-Nya adalah kewajiban kita semua sebagai hamba Allah.

      Kesimpulannya :
      1. Kalau memang saudara anda adalah ahli ibadah saya yakin ketika
      melaksanakan ibadah tidak meninggalkan kewajiban lainnya.
      2. Kemegahan bangunan masjid turen dan kekokohan ajaran-Nya
      adalah kewajiban kita semua sebagai hamba-Nya.
      3. Agar saudara anda dan kemegahan bangunan masjid Turen, tetap
      kokoh di dalam kesucian ajaran-Nya, marilah kita semua saling
      menjaga dan mengingatkan agar tetap berjalan di atas tuntunan
      Alqur’an dan Al hadist.
      Semoga coretan yang tak berharga ini, dapat mengisi ranah diskusi kita, demi tegaknya agama kita. Semoga Allah Swt senantiasa memberikan rahmat dan petunjuknya. Amin.

      • pemuda kahfi Says:

        Bro, koreksi ya… ini bukan masjid.. ini adalah tempat wisata (religi). Masjidnya sendiri sekecil mushola. ponpesnya berada di sisi lain kompleks bangunan ini.

        arsitekturnya rancu, kombinasi klasik majapahit & singosari, kubah timur tengah, candi, klenteng, pura dll… entah mau kemana tujuannya

        menyaksikan kebesaran Allah SWT melalui mahakarya manusia bisa melencengkan tauhid kita. apalagi dengan cara bermegah-megahan..
        lebih baik ditempuh dengan tadabur alam.

        terakhir, kekokohan masjid ga ada korelasinya dengan kekokohan ajaran-Nya

  34. Bismillahirrohmanirrohim

    Kalo menurut saya, yang namanya masjid atau ponpes. itu kan tempat ibadah dan belajar mendalami agama, jadi bukan tempat wisata. yang diutamakan ialah ibadah dan belajar.intinya jangan dilihat sesuatu itu dari keindahanya saja, lihat apa yang ada didalamnya fungsi dari masjidatau ponpes tersebut. kalau mau berwisata ya kegunun, pantai atau kemanakah, jadi jangan ke masjid. masjid atau ponpes itu tempat ibadah dan belajar. jadi gak usah terlalu dibesar besarkan. terimakasih mohon maaf kalo ada kata kata yang kurang berkenan.

  35. Ass,saya jg memiliki kelrg yg jg santri ponpes dturen tsb.tapi klrga bsr saya mmpunyai pertanyaan yg sampe saat ini blm trjwab thdp ajaran PP tsb,krn sikap dr santriny(sdr sy) yg krng bisa diphami n jd panutan.jika mmang ajaranny benar Maka sikap n etika dari santriny jg benar krn sbg santri akan membawa nama baik sbuah PP.PP yg lurus sesuai ajarn agama adlh yg bisa ditrima ssama muslim krna sumbernya sama:Quran dan sunnah.apakah MUI Malang sdh mempelajari PP ini?dmana sy bisa konsultasi?wass.

  36. kalo memang ada indikasi yang menyimpang? knp MUI Malang ato yang lebih berwewenang tidak segera bertindak lebih lanjut untuk menyelidikinya. Tidak ada asap kalo tidak ada api!!!!!

  37. ASSALAMUALAIKUM WR.WB

    klw mnrt Aq memang ponpesx indah bngt n bkn siapa ja yg dtng terkagum2 melihatx.dan bz mengingatkan qt kpd kebesrn allah swt.jd jk qt ke sn qt bz lbh meningktkn iman dan ketaqwaan qt pd allah terutama dlm mensyukuri nimatx.

    WASKUM WR.WB

  38. ASKUM.MAAF SEBELUMNYA .KENAPA YA.. WAKTU AQ NGUNJUNGI MASJID TUREN MALANG G LIAT NAK2 YANG MONDOK D SANA???
    JADINYA ZZZ BIKIN ORANG PENASARAN !!!!!!!!!!!!!!!!!!

  39. ASKUM
    AQ MAU TANYA Z !
    KENAPA SIH AQ G LIAT ANAK YANG MONDOK DI MASJID TUREN MALANG?

  40. ASSALAMUALAIKUM WR.WB

    AQ CM HERAN AJA KOK D SN GK DA SANTRIX ???
    KN TU PONPES ???
    ……………………….
    ……………………….
    ………….. JWB)

    • saya juga mau ksana mbak…. untuk mencri tau hal tu, kbetulan sy orag media. salam knal sebelumnya??? facebook: hadi survive

  41. Hamba Allah Says:

    @Tata, mungkin bermanfaat :
    Berikut alamat MUI Propinsi Jawa Timur Jl.Darmahusada Selatan No. 5, Surabaya 60285 Telp./Fax.(031) 5926019-5926018
    atau bisa email ke mui-online@mui.or.id & sekretariat@mui.or.id

    Sebelumnya saya berterima kasih kpd Mas Bonx yang mau menampung wadah mengenai ponpes tsb. karena saya ingin menulis yang sifatnya sedikit “kontra” di http://www.ponpesbibaafadlrah.or.id/ tapi hal tersebut juga sedikit mustahil mengingat banyak komentar yang “baik” akan ponpes tersebut. (padahal kalau saya lihat komentar di web tersebut cuma “banyak yang kagum akan bangunannya, tapi kita belum tahu ajaran yang sebenar-benarnya ponpes tersebut”

    Saya juga ingin konsultasi ke MUI mengenai kondisi saudara saya yang semakin hari semakin “parah” dan bukannya semakin baik jika mendalami ajaran agama di ponpes tersebut.
    Yah semakin lama semakin tidak pernah memperhatikan keluarganya dan masalah keuangan semakin “Pelit” buat keluarganya dan semakin “Dermawan” bagi pondok tersebut, padahal kita bisa beramal dimulai dari lingkungan terdekat kita dulu.

    Dan kalau saya lihat memang salah jika saudara saya memberikan uang kepada pondok (atau lbh tepatnya salah satu pengurus) tersebut padahal pondok tersebut yang menurut saya sudah sangat mewah dan berkecukupan sekali, kalau mau mengamalkannya bisa ke pondok yang benar-benar menampung santri dari anak-anak yatim piatu sedangkan pondok tersebut kalau saya lihat santrinya tidak ada kalaupun ada sepertinya hanya dari kalangan tertentu dan jumlahnya terbatas.

    Yang jadi pertanyaan kalau memang tidak ada santri dengan bangunan semegah itu lantas uang yang diberikan oleh saudara saya kpd pengurus tersebut dibuat apa?
    padahal saudara saya memberikan uang rutin (min 1jt-hingga puluhan juta) kpd salah satu pengurus ponpes tsb (nama tdk sy sebutkan tapi orangnya ya itu-itu saja kalau saya lihat dari bukti transfernya)

    Sebenarnya saya tidak mempercayai bahwa disitu ada unsur semacam gendam atau apapun yang berbau mistis, tapi kalau melihat saudaraku (yang memang dari awalnya sangat ingin mengunjungi pondok tsb) memang seakan-akan lupa akan segalanya, celakanya lagi saudara saya memang memberikan uang (sudah jutaan dan bahkan puluhan juta) kepada salah satu pengurus pondok tsb (saya ada bukti transfer rekeningnya)

    Seharusnya sebagai pengasuh pondok memberikan ajaran yang benar bahwa kepentingan keluarga tetap di nomor satukan bukannya malah ditelantarkan. Sebenarnya saudara saya sudah pernah mengatakan bahwa tidak akan pergi ke ponpes tersebut dan memang benar sudah sebulan saudara saya tidak kesana, tapi alangkah kagetnya ada salah satu pengurus ponpes tersebut (saya tidak mau menyebut namanya, tp yg jelas wanita) mendatangi saudara saya agar kembali lagi mengunjungi ponpes tsb dan ternyata saudara saya mau mengunjunginya hingga saat ini.

    Saya cuman ingin ada kajian yang mendalam mengenai ponpes tersebut oleh MUI serta Lembaga Sosial Masyarakat / LSM yang terkait, karena saya juga ingin melaporkannya kepada pihak yg berwajib (polisi) tapi hal tersebut sangat mustahil mengingat tidak terdapat bukti yang kuat karena memang ada unsur mistis / gendamnya, itu saya sudah pernah menanyakannya kepada orang pintar dan menurutnya memang ada unsur gaibnya yang mempengaruhi saudara saya (padahal saya bukan karakter orang yang mudah percaya pada unsur gaib tersebut)

    Kepada pengurus ponpes tersebut (jika membaca pesan saya) saya ingin adanya klarifikasi jika ada tulisan saya yang kurang berkenan, karena sifat manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan dan saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Tapi saya juga mohon adanya bimbingan kepada saudara saya agar lebih memperhatikan keluarganya terlebih dahulu baik dari segi finansial maupun emosionalnya.

    Terlepas benar atau salah (karena saya juga tidak ingin suudzon), hanya Allah SWT yang maha mengetahui dan semoga Allah SWT memberikan petunjuk bagi kita semua. Amin

  42. dr. Sujitno,MPH Says:

    Mas Bonx saya kembali lagi. selamat semakin ramai. numpang memberi penjelasan bagi Hamba Allah.
    saya sudah memberi penjelasan atas tulisan panjenengan di website pondok. saya berharap njenengan berkenan mirsani di sana.
    khusus masalah yang menimpa saudara njenengan kami ikut prihatin. kami sangat berterima kasih kalau panjenengan kerso rawuh di pondok untuk bertemu dengan kami atau dengan pengurus yang lain agar permasalahan dapat segera diklarifikasikan. kalau tidak berkenan mohon menghubungi HP 081 333 888 900.
    perkenankan kami memberikan sedikit penjelasan tentang pondok kami yang terkait dengan apa yang panjenengan sangsikan.
    pertama, tentang pendanaan.
    dalam hal pendanaan di pondok secara konsisten diterapkan prinsip: tidak meminta minta; tidak tomak dan tidak hutang. kami tidak pernah membuat proposal; tidak pernah meminta bantuan kepada siapapun. belum pernah menerima bantuan dari manapun. yang kami terima hanya infak dan hadiah dari jamaah dan orang orang yang mau menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah melalui pondok. tetapi tidak menerima amal jariah yang penggunaannya harus dirundingkan terlebih dahulu dengan pemberi amal.
    bagi santri yang mondok tidak gratis; tetapi tidak ada tarip. semuanya atas dasar pengertian, kerelaan dan kemampuan. faktanya – tidak ada santri yang membayar. bahkan diberi tempat usaha. sebelum ada tempat usaha mereka yang ikut membangun pondok juga diberi hadiah uang. padahal mereka bekerja pada hakekatnya untuk kepentingan mereka sendiri.
    bagi jamaah tidak dipungut uang pendaftaran, tidak ada iuran bulanan, tidak ada potongan penghasilan dan tidak ada urunan.
    pengunjung pondok tidak dipungut apapun. padahal seandainya per pengunjung dipungut Rp 1000,- saja bisa dibayangkan berapa banyak yang bisa dikumpulkan. dalam satu hari pondok pernah dikunjungi 25 000 orang. pengunjung tidak dipungut biaya karena kami berlakukan sebagai tamu yang wajib untuk dimuliakan; meskipun kami sadar betul bahwa kami belum bisa melayani para tamu karena keterbatan tenaga yang ada.
    kedua; jumlah santri memamng masih sangat sedikit. baru sekitar 200 orang itupun sudah termasuk anak dan cucunya. pondok belum menerima santri secara masal karena sedang dipersiapkan sarana dan prasaranya terutama sdmnya. santri tidak dari kalangan tertentu; mboten. mereka datang ke pondok terutama karena permasalahan pribadi. ada yang karena sakit, ada yang karena maslah ekonomi, ada yang kecanduan narkoba, ada yang pemabuk, ada yang pimpinan korak, lulusan penjara disatu sisi. disisi lain juga ada yang lulusan pondok pesantren terkenal, drop out pondok bahkan ada yang sudah mempunyai pondok pesantren yang cukup besar. mereka semuanya datang ke pondok dengan satu tujuan yaitu dekat dan cinta kepada Allah dengan cara membersihkan hati dengan cara ikut membangun pondok agar dapat dijadikan sarana untuk membersihkan hati bagi siapapun yang datang ke pondok. jadi santri ikut membangun pondok demi dirinya sendiri dan demi orang lain. itulah bentuk pengabdian yang dikerjakan oleh para santri pada khususnya dan jamaah pada umumnya. bermanfaat bagi orang lain. gawe bungahe liyan. faktanya pengunjung merasakan ketentraman, kedamaian, seneng dan bahagia, merasa lebih dekat dengan Allah. penyakit hati iri dengki, riya’, ujub dalam segala bentuk dan derivatnya sebagian bahkan semua hilang. dan itu terbawa sampai ke rumah dan menyalur kepada keluarga, tetangga dan teman kerja. bahkan tidak sedikit mendapat kemurhan dari Allah – penyakitnya diberi kesembuhan ketika sedang atau setelah berada di pondok. itu menurut pengunjung yang kami wawancarai.
    ketiga; jamaah pondok adalah mereka yang merasa cocok dengan pondok. untuk menjadi jamaah cukup mencatatkan diri saja. tidak pernyaan kesetiaan apalagi baiat. mau keluar ( tidak jadi jamaah ) ya pergi begitu saja. tidak ada ikatan administratip maupun keuangan. yang mengikat jamaah dengan pondok adalah banyaknya kemurahan Allah yang mereka dapat selama mengikuti kegiatan di pondok sehingga tanpa disadari iman dan islam serta ketaqwaan meningkat sangat drastis.
    keempat; ajaran pondok jelas kok!
    a. pedoman yang kami ikuti Qur’an, Hadits, Ijmak dan Qiyas. alirannya Ahlus Sunnah Wal Jamaah. itu yang kami rasakan pas dan cocok untuk kami. tetapi, hala ini sangat penting, KAMI TIDAK MERASA YANG PALING BENAR SENDIRI. kami menghormati aliran apapun. kami diparingi sadar bahwa jalan menuju Allah sejumlah bilangan makhuk jumlahnya. dengan demkian kami diberi bisa bergaul, berteman dan menerima siapaun dari aliran apapun. ibaratnya: kopiah saya yang paling pas / cocok adalah No 7. saya tidak bisa mengatakan yang N0 5 atau yang No 9 jelek.
    b. kita tahu bahwa syarat rukunnya ibadah / pahala diterima adalah bersihnya hati. jadi setiap aktivitas yang kami lakukan semuanya kita tujukan untuk membersihkan hati.
    c. kita juga sudah diberi pemahaman bahwa tugas manusia dirunkan ke dunia adalah untuk mengabdi. salah satu definisi operasionalnya adalah: berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain tanpa merasa berbuat – ikhlas. itu hanya mungkin dicapai kalau hati kita bersih.
    d. dengan dibersihkannya penyakit hati diharapkan secara bertahap akan muncul rasa cinta dan kedkatan kepada Allah. dalam implementasinya akan terwujud rasa kasih sayang kepada sesama makhluk. dengan rasa cinta dan kasih sayang itulah kita diharapkan dapat menjalankan kehidupan yang damai dan tenteram dalam suasana akhlak yang islami.
    e. peribadatan yang kami kerjakan sama sekali tidak berbeda dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad yang juga banyak dikerjakan oleh ummat islam di indonesia.
    e. di pondok kami tidak sekedar belajar agama tetapi lebih kepada belajar hidup beragama. dalam terapan sehari harinya apapun yang kita kerjakan wajib kita landasi dengan syariatnya. untuk itu kami belajar ilmu agama. selanjutnya, kami belajar untuk meyakini dan menjiwai bahwa apapun yang kami kerjakan pada hakekatnya adalah atas Nama dan kehendak Allah, kita kerjakan “bersama” Allah, dalam kekuasaan Allah, berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. lebih dari itu, kami belajar untuk memahami dan menghayati bahwa kami tidak akan mungkin bisa melakukan sesuatu kalau tidak dimampukan oleh Allah. belajar mengadari dan meniwai bahwa pada hakekatnya kami tidak kuat apa apa; tidak bisa apa apa; tidak mengerti apa apa dan tidak mempunyai apa apa. semuanya berasal dari Allah. dengan penghayatan seperti tersebut diatas dalam prakteknya kami selalu menyandarkan seluruh ikhtiyar dan upaya kami kepada Allah. atas hasilnya kami berserah diri.
    demikian sedikit dan secara singkat penjelasan yang dapat kami sampaikan- meskipun tulisannya agak panjang. mohon maaf kalau kurang bisa memenuhi yang njenegan harapkan.
    sedikit tambahan: pondok kami pernah dilihat dan dinilai oleh tim gabungan dari Kab. Malang yang Alhamdulillah beliau2 tidak mempermasalahkan keberadaan dan aktivitas pondok. bahkan kami diberi banyak kemudahan dalam mengurus IMB serta mendapat moral support dari Bpk. Bupati dan Wakil Bupati. seluruh anggota muspida Kab Malang juga sudah beberapa kali datang ke pondok. dari Departemen Agama setingkat direktorat dan subdirektorat juga pernah datang ke pondok. salah satu Kepala Dub Direktorat malah akan menyebarluaskan informasi tentang pondok kami bahkan beliau berharap agar pondok kami dapat dijadikan salah satu acuan untuk ponpes yanng lain. mohon maaf saya tidak promosi lho!
    semoga kita semuanya selalu dibisakan untuk menerima curahan taufik, hidayah, ridho, inayah dan mahabah serta kemanjaan Allah yang tidak pernah surut, terputus maupun berhenti. Amien Ya Robbal Alamin.

  43. dr. Sujitno,MPH Says:

    Hamba Allah menghubungi kami di 081 333 888 900

  44. Alhamdulillah bapak dr.Suyitno sampun menanggapi tulisan hamba Allah dan menjelaskan sejelas jelasnya, saya pribadi sangat2 mendukung penjelasan Bapak dokter, harapan saya semua menjadi jelas dan dijauhkan dari sifat suudzon dan sifat sifat yg jelek lainnya.

    • ga nyangka kalo tulisan saya mengenai MASJID BESAR TUREN akan dikomentari seramai dan seseru ini. :)

      saya berterima kasih banyak kepada dr. Suyitno yang telah melengkapi informasi mengenai intern pondok pesantren itu
      saya juga berterima kasih kepada hamba Allah yang dengan sikap kritisnya telah memberi warna tersendiri dalam dunia ideal pesantren
      terima kasih juga untuk Nana yang mau menjadi penenggah mereka
      sekaligus mohon maaf kalau secara sengaja maupun tidak di sengaja saya telah berbuat kesalahan

      dan saya semakin tersungkur akan keindahan-Nya.

  45. Dr. Sujitno,MPH Says:

    Mas Bonx matur nuwun bisa numpang. Banyak photo pondok yang terbaru. boleh dikirim?
    Kepada Hamba Allah sangat dimohon perkenannya untuk menghubungi kami di No 081 333 888 900, supaya permasalahannya dapat segera di clearkan. kami tunggu.
    Semoga kita semua selalu dibisakan untuk menerima Curahan Ampunan dan Kemurahan Allah yang tidak pernah terputus. Amien Ya Robbal Alamin.

  46. mudah mudahan demikian, karena saya tetap merasa janggal disana. untuk di ketahui saya dengan Romo Kyai masih satu mbah. pada dasarnya Allah menyukai kesederhanaan. tawadu’ dan insan yang cerdas emosionalnya dan spiritualnya. untuk apa bangunan megah jika tidak membawa manfaat yang besar bagi kaum dhuafa.

  47. HANYA ALLAH YANG MAHA TAHU DAN MAHA BENAR.manusia diberi akal dan pikiran untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.marilah kita sesama muslim untuk saling mengingatkan supaya menjauhi kesyirikan dan tidak ada sekutu bagi ALLAH SWT.

  48. Hamba Allah Says:

    Kepada Yth. Bpk Sujitno,
    Terima kasih atas penjelasan /klarifikasi yang panjenengan kemukakan karena hal tsb merupakan masukan yang berharga bagi kita serta mohon maaf atas khilaf saya yang mungkin dapat menimbulkan permasalahan. Dalam forum ini maksud saya hanya berkeluh kesah “curhat” atas apa yang dialami oleh saudara saya, saya juga tidak bermaksud mendiskreditkan/memojokkan salah satu pihak saja krn dapat menimbulkan sikap fitnah mengingat sikap khilaf dapat dialami oleh seseorang. Saya akan coba selesaikan dulu permasalahan ini dengan keluarga besar kita, dan semoga dapat jalan keluar dan petunjuk dari Allah SWT. Amin
    Tidak lupa saya juga berterima kasih kepada mas Bonx atas forumnya dan atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    Wasalam
    Hamba Allah

  49. dr. Sujitno,MPH Says:

    Alahamdullilah, saya ikut senang dan bersyukur kepada Allah atas Rahmat dan Kemurahannya sehingga penjelasan kami dapat panjenengan terima. Saya juga bersyukur karena melalui panjenengan Allah telah menggerakkan kami untuk berbenah diri dalam urusan internal pondok. Untuk menjaga kemungkinan penyalahgunaan kami juga telah memasang beberapa spanduk yang memohon perhatian tamu / pengunjung pondok agar tidak melayani siapapun yang mengatasnamakan pengurus dan atau pondok apalagi mewakili Romo Kyai Ahmad untuk menawarkan penyelesaian masalah pribadi dan atau meminta materi dalam bentuk apapun karena pasti tidak benar dan menjurus kepada penipuan. Kami juga mencantumkan nama dan photo petugas resmi pondok yang diberi wewenang untuk menerima infaq dari tamu / pengunjung. Untuk itu saya pribadi mengucapkan terima kasih.
    Pelajaran yang bisa dipetik barangkali adalah pada hakekatnya banyak jalan yang disediakan oleh Allah agar hambanya dapat saling mengenal dan silaturahmi. Teriring salam hormat saya untuk seluruh keluarga.

    • @ hamba Allah dan dr. Sujitno

      terima kasih kembali. saya juga turut merasakan kedamaian yang anda berdua rasakan. kepadaNya… Sang Kedamaian Abadi-lah, aku menyembah dan mengucap syukur.

    • Pak dr. Sujitno, terima kasih atas kiriman foto2nya. dan sudah saya pampang di blog saya. mudah2an foto2 tersebut semakin menambah referensi mengenai Masjid Turen bagi pembaca semuanya.

  50. Alhamdulillah mas yg atas nama hamba Allah dg berlapang dada dan hati terbuka memberanikan menulis permintaan maaf kepada seluruh pembaca khususnya kepada bapk dr suyitno, mph. atas tulisannya yg betul2 dirasakan khilaf, saya pribadi salu teng jenengan. kepada bpk dr suyitno,mph saya berterimakasih krn tulisan bapak ttg pondok saya bertmbah paham dg harapan semua pembaca bisa memahami separti ya sy fahami,. mas bonx suwuuun bangeeet

  51. Subhanallah,Ramadhan akan segera tiba..ini tahun kedua saya tak bisa mengunjungi dan menikmati Biba’a. tugas saya di ujung timur Ina membuat hati saya berat menanggung kerinduan akan nikmat dan ketenangan yang disajikannya,hati ini kangen melalui koridor-koridornyanya yang indah nenuju lantai 5 tempat saya biasa belajar, merenung dan mengendapkan smua pelajaran Gus,santrinya,pengunjung, anak-anak para Santri ( Choir apa kabar cah ayu ? )atau siapapun yang saya temui bahkan dinding-dinding ruangannyapun memberi pelajaran.Smua atas kehendakNya. Di Biba’a saya pertama tahu kita yang harusnya mencintai Allah,satu-satunya tanpa menuntut dicintai Allah,karena cinta Allah pada kita sudah pasti. Luar biasa! simple tapi dari sekian umur dan lamanya saya mencariNya,Biba’alah tempat saya pertama tau. Apalagi sebentar 17 Agustus, kibaran bendera super size di Pondok karnavalnya dan senyum-senyum insan yang hadir juga bakalan hanya hadir dalam kenangan dan imajinasi saya. Thank’s to Bonx’s yang menghadirkan Biba’a dan dr. Sujitno, MPH tausiyahnya. -Allah slalu beri yang terbaik untuk kami- tapii..kalo minta didoakan bisa kembali ke tempat yang dekat dan bisa dekat” Biba’a, boleh ndak dr..? :)

  52. dr. Sujitno,MPH Says:

    Untuk Vie di ujung timur Indonesia. Insya Allah kami ikut berdoa. kata kuncinya mungkin adalah keyakinan kita kepada Allah bahwa Dia tidak pernah berhenti mencurahkan cinta dan kasih sayangnya kepada setiap ummatnya dalam bentuk sesuai dengan kebutuhan setiap ummatnya. Untuk itu kalau kita menerima apapun yang kita alami, situasi dan kondisi apapun yang kita alami sebagai bentuk atau cara Allah “mernahno” maka hati pasti akan sangat bahagia dan kemudian terwujud dalam rasa syukur kepadaNya.
    Rasa di hati tidak menngenal ruang dan waktu. Jadi jauh atau dekat tergantung kedekatan kita kepada pondok atau kepada Romo Kyai. Saran ambil manfaat setiap ruangan di pondok dan coba dirasakan. Semoga selalu dalam lindungan, berkah dan rahmat Allah selalu dapat diterima beserta seluruh keluarga. Amin Ya Robbal Alamin.

  53. Asslmualaikum

  54. ASKUM…wah jadi penasaran….???

  55. subhanallah,,,,
    pengen kesana..

  56. annaskoprita Says:

    bener 2 masjidnya mank ada? q rencanain wisata religi ma temen2 kerja pas libur Idul Adha Nopember besok nech… moga aj masjidnya se “megah” promo wisatanya ya om…. mohon info detailnya ya misal dr malang lwt mn n seberapa jauh cz rencana mw setir dewe nech (kwatir nyasar om… HE3x) TX B4

    • sbb, baru baca. rasanya dah terlambat ya kalo baru sekarang saya memberi informasi mengenai hal ini. karena saya yakin annaskoprita sudah sampai di sana saat ini.

  57. seandainya kab malang membiayainya pasti lebih dahsyaaat dari ini….

  58. maNK MasjiD Tau pONPreS TUren tu dI Bangu ndIri tau muNCul ndiri…

    OYA LOg KE TUREN TU MASUK MASJIDnnyA BAYAR NDIRI TA
    CnOZ AQ PNgEN Banget k canna lihat KEBESARAN ALLAH SWT,,

    • @yoGa… mending kamu baca dulu deh artikelnya sebelum tanya. ada dua pilihannya. kalo kamu ga mau bayar sendiri ya minta aja dibayarin ma temen kamu.

  59. didik sucahyono Says:

    Assalamu’alaikum….
    Pondok Pesantren Salafiah adalah tempat mendalami Ilmu Agama Islam, dalam hal ini Ilmu Syariat dan sekaligus Ilmu Tasawuf. Kurikulum belajar ini yang membedakannya dengan Pondok Modern yang titik berat pendidikan hanya ke Ilmu Syareat. Ilmu syareat adalah ilmu hukum dan aturan Islam secara jasmaniah, seperti cara sholat, wudlu’, zakat dll, sedangkan Ilmu Tasawwuf adalah Ilmu yang membahas tentang hati dan gerak-gerik batin. Bagi saudara-saudara muslim yang ingin mendalami agama Islam seutuhnya dan benar-benar ingin mendekatkan diri kepada Allah, Pesantren Salafiah adalah tempat yang tepat. Ciri-ciri pesantren salafiah adalah :
    1. Satu atau dua hari dalam satu minggu pasti ada acara mengaji kitab-kitab Syareat (Ta’lim Muta’alim, Takrib, Minnahu Sania dll), maupun Tasawuf (Munhajjul Abidin, Hikam, dll). Acara ngaji ini terbuka untuk semua jama’ah, tidak pandang bulu, harapannya, agar semua jama’ah/pengunjung pondok bisa lebih paham tentang Ilmu Syareat dan Ilmu Tasawwuf. Peserta ngaji cukup mendengarkan penjelasan Kyai dari membaca kitab-kitab tersebut.
    2. Orang-orang salaf (sebutan dari para ahli tawawwuf) dalam hal ini para Ulama dan Kyai pesantren salafiah, sangat berhati-hati dalam menjaga santri dan jama’ah/pengikutnya terhadap berpalingnya hati kepada kemewahan dunia sehingga lupa kewajibannya kepada Allah. Segala sesuatu yang mengundang decak kagum santri/jama’ah akan hal-hal yang bersifat duniawi sangat dihindari.
    Dari dua ciri khas tersebut, saya menilai bahwa Pondok di Turen yang mempunyai masjid megah tersebut tidak layak untuk disebut sebagai Pondok Pesantren,.. apalagi menyandang predikat Salafiah (Karena a. Tidak ada ngaji rutin tentang Ilmu Syareat dan Ilmu Tasawuf, b. Bangunan yang serba mewah dan berlebih-lebihan). Saya lebih senang menyebut Taman Mini Bergaya Islami (TMBI). Jadi kapasitasnya ya sekedar hiburan bagi masyarakat luas. Yang didapatkan ya hanya sekedar decak kagum akan kemegahan dunia. Saya sangat tidak setuju dengan pernyataan dr. Sujitno, bahwa kalau datang ke sana akan menyebabkan hati tenang, bersih dari Iri, Riak, Ujub, Dengki dll.
    Kebersihan hati hanya bisa didapat dari mengaji tentang Ilmu hati (Ilmu tasawuf) dan riyadhoh mujahadah serta usaha yang keras dan sungguh-sungguh dalam mentaati syareat Allah untuk mendekatkan diri kepadaNya, bukan dengan sekedar mendatangi tempat-tempat berasitektur megah. Atau tidak dengan ngalap berkah dengan mendatangi tempat-tempat keramat (yang dianggap keramat) seperti pondok di sanan ini.
    Semoga tulisan saya ini bisa dijadikan bahan renungan pengunjung blog. Wassalam.
    Didik Sucahyono.

    • Asswrwb. untuk saudaraku Didik S, mungkin anda perlu pelajari dulu apapun yg ada disana, byk dr kita yg mendasarkan opini kita dr kata orang lain sehingga pd saat anda mengunjungi object tsb sdh terbentuk first opinion yg negatif, mmg apapun yg kita lihat sepintas sulit bisa mendekatkan cara pandang yg objective, sehingga tanpa sadar syahwat khofiah kita yg mendominasi observasi kita, mari kita mulai mendasarkan aktifitas apapun pd Allah, lalu Allah melalui petunjuk sirri dlm hati kita akan mengontrol, apakah apa yg kita analisis pas dihati atau tidak, bg kaum sufi semua aktifitasnya selalu mendasarkan/ber i’timad pd isyaroh keillahian yg ada dihatinya, krn mereka tahu bhw setiap umat selalu dibekali qolbu dimana Allah melalui Nur Pancarannya akan memberi petunjuk, itulah sebabnya mengapa kaum sufi tdk byk bicara, tp mereka lebih mengimplementasikan laku tentunya sesuai petunjuk yg didapat dari qolbu yg bersih dari hijab, kaum sufi lebih byk berdoa dan mendoakan kaum2 yg lain bukan mencela atau mengecam, inilah laku tasawuf bukan teori tasawuf, oleh sebab itu mari kita lihat dengan teliti apapun yg ada disana melalui mata hati, pasti byk hal yg tdk kita ketahui, saya yakin tdk mungkin ada bangunan seperti itu tanpa ada makna, tanpa ada pesan2 keillahian, tanpa ada fungsi bagi santri, jamaah bahkan tamu yg ada disana, sesuai nama ponpes SALAFIAH Biharru Bahri ‘Asali Fadlailir Rochmah. mohon maaf hanya sumbang saran

      • SAPMASOE Says:

        Sesunguhnya Kami menciptakan, Malaikat, Jin, Manusia, dan menurunkan “IMAM”, Nabi-nabi pada masing-masing mereka (ummat) lengkap dengan “user guide” (Kitab, Buku petunjuk, Zabur, taurat, Injil Al-quran) hanya agar mereka bisa berpikir, mengkaji, dan yang utama Untuk mengetahui “AKU” (ALLAH) dan ALLAH sama sekali tidak lebih bodoh dari apa Yang Orang Kufarat, Kafir, Bayangkan. Sesunguhnya Allah tidak pernah menciptakas sesutuapun dengan sia-sia atau “tanpa makna” demikianlah kami UTUS, IBRAHIM, MUSA,ISA, MUHAMMAD untuk memberi pentujuk bagi kaumnya dan untuk mengenal akan “AKU” yang sesuai dengan “Kebenaran”, sareat, tearekat, hakikat, meripat, Maka saya sarankan yang demikian ini (Kejadian diluar jangkauan “akal manusia” , seperti Saya, kamu, anda, Yahudi, Amerika, Perancis, inggris, rusia) itu jangan didebati atau dipermasalahkan, karena yang mempermasalahkanya adalah golongan orang-orang yang bodoh, karena Setiap kejadian atau mukzizat, Karena Allah ta’ala semata (MUSA, ISA,) pasti ada makna didalamnya, Maka Sesunguhnya :” YANG DEMIKIAN INI HANYA BISA DIAMBIL HIKMAH DAN DIJADIKAN PELAJARAN BAGI KAUM YANG BERAKAL (OTAK,PIKIRAN) DAN BERMATAHATI (BATHIN,HATI NURANI). KARENA MEMANG AGAMA ITU sama sekali TIDAK MASUK AKAL SAMA SEKALI, saya ulangi AGAMA ITU GAK MASUK DIAKAL SAMA SEKALI DAN SAMA SEKALI GAK MASUK DIAKAL, MAKA SESUAI AYAT DIATAS TADI MAKA ORANG YANG YANG “BERAKAL DAN PUNYA MATA HATI SAJA” YANG BISA MENGETAHUI AKAN TUHANNYA DAN KEMUKZIATAN TUHANNYA, DAN INI TELAH DIBUKTIKAN OLEH NABI-NABI NUH, MUSA, iSA, MUHMAMMAD, PADA ERA-ERA YANG LALU, MAKA MUKZIZAT MANA LAGI YANG KAMU SANGKAKAN? MASIH KALAH OLEH AMERIKA, INGGRIS, PERANCIS, YANG MEMBUAT SENJATA PEMUSNAH (KIAMAT) “HAARP”, Jadi seperti kata Ayat alquran yang mulia mengatakan, “Sesunguhnya Orang beriman tidak takut penguruangan pahala dan penambahan dosa serta kesalahan, karenaa yang dipakiany untuk Mengambil Hikmah dan Pelajaran adalah “AKAL DAN MATAHATI”, sesuaai dengan ayat Alquran “Yang demikian ini tidak akan bisa diambil hikmah dan dijadikan pelajaran bagi orang-orang yang berakal dan mempunyai matahati….” maka tidak akan terjadi “SALAH PAHAM” Antar Ummat Apalagi “Ummat Muhammad”, yang katanya : Allah sangat merindukan Kembalinya keribahan-NYA, Karena Nabinya Saja adalah nabi No.1, jelas mestinya Ummatnya juga No. 1. kok malah menjadi pecah belah karena Salah Paham yang berkepanjangan. sama seperti ummat-ummat terdahulu yang telah kami binasakan.

  60. aLLah Hu 4kBar..

    mEmaN9 poNpres tUren bGitu menajubk4n n nyata bangunanya yang bGitu mewah,Elegan,n seGalanYYa
    pi yaNG BWT AQ BnGung koQ Da batu sungai yang besarnya menyerupai rumah di sangga batu kecil bngetzz n btunya ntu kak ngawang

    oya di canna fasitasy lengkap j9 loc
    .. da mini zoo
    .. da lIp nXA J9
    .. DA PAssAR TAU TMT OlEH2
    .. kolam ikan yang besar
    .. keBun
    .. pokoe bnyak deh

    oiy kalau ngak calah LUANYA 20 hektar

  61. Saya al fakir sampaikan slam takzim.. Ass wr wb.
    Saya gunakan ruang ini sbg media musyawarah (gesekan: beras akn bersih krena gesekn, permata akn nyata bila gesekn).
    Hidup ini bagai bermain sepak bola para pemain ada tgsnya sendiri2, sekalipun se-olah2 bertentangan. tapi semua bertuan satu GOL. Semoga tumbuh penghormatan pada masing2 pihak, sesungguhnya tak akan pernah ada manusia yang sama, coba perhatikan adakah sidik jari manusia yg sama, benarkah anak kembar itu sama… TIDAK,
    Terjadinya pengelompokan/penggolongan adalah karena kaidah penyamaan saja.
    Hukum/syariat adalah kesepakatan para pihak agar ada kenyamanan, pada masing2 pihak, tentu mereka bersepakat untuk mencapai nilai terideal bagi bersama yg artinya juga mereka bersedia mengurangi ideal menurut diri pribadinya, semua kesepakatan itu hanya bersifat LAHIRIAH/JASAD.
    Misal Kita shalat fardhu tidak didirikan berdosa, didirikan sendiri berpahala 1 derajat, didirikan berjama’ah 27 derajat. Apakah derajatnya akan bertambah bila kita genakan dgn berpakaian formal, memakai wewangian? tapi bagaimana bila berlebihan dlm berpakaian? wewangian?
    KETAHUILAH ITU HANYA BERSIFAT JASAD… TAPI INI JUGA PENTING!!!
    NAH ADA LG YG LEBIH AFDHOL HATI………….
    BAGAIMANA JADINYA BILA DALAM SHALAT PIKIRAN KITA KE MANA2, HATI KITA INGAT MACAM2….????
    YA.. INI PERKARA HATI RUHANI.
    LAIN DIMULUT LAIN DIHATI….. MUNAFIK….NAMANYA
    SEMOGA SHALAT KITA TIDAK MUNAFIK
    SATU KATA SATU PERBUATAN….
    MARI UNTUK TIDAK TERTIPU DENGAN JASAD
    Karena tidak sedikit yg shalat dgn berpakaian islami, gerakkan dan bacaan tumaninah…. tapi hati ke mana-mana.
    al fakir berlindung HANYA KEPADA ALLAH YG MAHA PERKASA, dan ber ISTIGHFAR HANYA KEPADA ALLAH YG MAHA PENGAMPUN.
    Tidak baik menilai/menghukumi seseorang hanya melihat dari kenampakkan jasad saja.
    Mari ketika kita melihat seseorang berbuatan salah, jangan ‘nilai’ dia berbuat salah, tapi pahamilah bahwa Allah SWT memerankan dia seperti itu untuk menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak berbuatan demikian, seraya berdo’a semoga Allah hindarkan kita dari berbuat demikian dan do’akan orang tsb agar diampuni. sapalah dia dgn bil hikmah.
    Tapi bilamana kita (sedangan diperankan) berbuat salah, maka harus diakui memang kita berbuat salah dan bersegera mohon Ampunan Allah, tentu jg bila berkaitan dgn orang lain ya.. minta maaf.
    ORANG YG SAKTI MANDRA GUNA BUKANLAH YG BISA BERJALAN DIATAS AIR ATAU DALAM SEKEJAP BISA DIAMERIKA BISA DI MAKKAH ATAU BISA MENGHIDUPKAN ORANG MATI…. SEMUANYA BUKAN….
    TAPI ADALAH ORANG YANG BERUBAH AKHLAK DARI JELEK KE AKHLAK YANG BAIK.
    Demikian perkenalan sementara dgn la fakir.
    Al fakir usul bukan berwisata rohani/religius. Tapi bersilaturrahim atau tausyiah, kayanya akan jauh lebih bernilai dan bermakna
    “Yaa… Tuhan Yang Sebenarnya Tunjukkanlah kami jalan yang lurus”

  62. SUBHANALLAH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! TAK KU SANGKA MASJID SEBESAR ITU BISA HADIR DI DAERAH MALANG YANG DIKENAL DENGAN KOTA PELAJAR DAN SEMOGAAAAAAAAAAAAAAAA KAPAN2 KITA BISA KESANA TANPA ADA BIAYA APAPUN

    • biaya perjalanan pasti ada lah. tapi kalau di lokasi masjid, saya sendiri selaku penulis dan pengelola perusahaan tour n travel tidak pernah dimintai bayaran dalam bentuk apapun tuh kalo saya ke sana.

  63. Aq kagum dgn pondok itu.

  64. Q pernah kesana …
    Saat disana aQ selalu bertasbih melihat keagungan Allah SWT.

  65. aal alharamain Says:

    siPP I like this…bener ” design kerajaan abisss…
    kerakter design interior dalamnya amat begitu padat dgn nuansa alamnya yg begitu menakjubkan…coba aja bayangkan dilantai paling atas itu sejenis perkebunan…pokoke ajib deh…ini salah satu wisata alam yang baru sy liat…tp sebenarnya banyak yang saya igin tanyakan…
    “”diantaranya..
    “milik pribadi atw pemerintah…???
    “dan dananya dariamana…???
    “kata penduduk sekitar mereka blm pernah melihat bahan ” bangunan seperti pasir dll itu masuk ke dalam ponpes itu..tp pada kenyataanya pembangunan sampai sekarang masih berlangsung apakah ada jalan lain menuju ponpes itu yang memang tidak diketahui oleh warga…???

    sekian dan terima kasih…By aal alharamain

  66. WAHYUDHI Says:

    Subhanalah indah nan Elok di dalamnya trtapi Sayang belum kutemui Orang dan jamaah mengaji kitap Suci, dan Maaf masih ada orang yang menyalahgunakan untuk mencari penglaris dagang, abat didalam Sumur lantai bawah hal ini mengawatirkan Terjadinya Musrik dan menjurus ke Syirik……..Mohon dan jangan disalahgunakan Allahhualam bi Sawab

    • pemuda kahfi Says:

      Kami mengkaji keberadaan kompleks wisata religi ini dan menemukan banyak kerancuan aqidah mulai dari tujuannya sampai dengan kenyataannya di lapangan.. sekedar mengingatkan, pertajam dulu ke-tauhid-an kita sebelum mencermati suatu hal bernuansa islami meskipun niat kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  67. Allah Akbar “SUMPAH MASJID nyA
    BAGUS SEKALI “Itulah bukti kebesaran ALLAH YANG ESA

  68. rencana nya sih saya pas lebaran mau sholat id di sana tapi menurut orang2 di sana bikin ngeri dari pada kenapa kenapa mendingan tidak berbuat apa apa

  69. mantab bnr,, dach da videox aku tentang pesantren tsb, menabjubkan

  70. setelah membaca komentar-komentar pondok tersebut saya menjadi bingung. Yang sebenarnya bagaimana, ya sudah saya anggap gosip saja biar tak pusing2

  71. penasaran jadinya aq…

  72. penasaran nich

  73. yaAllah…aq pngen bnget ksna,untk mlihat kebesaranmu………

  74. ternyata masjid tiban alias pondok wisata udah banyak dikenal n diperbincangkan banyak orang di daerah lain karena aku juga asli turen yang sedang merantau banyak rekan yang kagum akan keindahannya

  75. jadi pengen pulang kampung nglihat masjid tiban apalagi udaranya turen sejuk ayoo yang lainnya segera kunjungi

  76. Yang wajar saja menanggapi
    kalau memang ajaib. Malang kan sebuah kota tentu punya Bupati, dan Gubernur sampai Presiden.
    Kalau bangunan sebesar itu muncul, ya Pak Preseden sudah angkat bicara.
    dan dunia memberitakan.

    betul betuk betul

  77. yessy nurmala Says:

    manusia punya akal dan pikiran kok untuk memutuskan suatu putusan atau hakiman tentang bangunan yang sudah terlihat oleh mata yang nantinya ditransfer dan diolah di otak.. logis gak???
    ya semua itu kembali pada diri masing-masing,, percaya atau tidak dengan kelurusan bangunan tersebut..
    dan saya sendiri juga punya penilaian tentang pasal ini..
    saya ulangi lagi bahwa manusia punya akal dan pikiran yang bisa menyimpulkan sendiri macam apa bangunan itu..

  78. subekhanalloh moga bermanfa’at untuk amar ma’ruf nahi mungkar, bukan untuk kemegahan semata.

  79. Ass.wr.wb.
    Alhamdulillah saya masih diberi kenikmatan bisa merasakan Hati,jiwa,pikiran terasa lebih nyaman melihat kebesaran Alloh SWT saat berada diponpes tsb

  80. aq kagum ma masjidx yg indah dan bagus

  81. allamdulillah
    aqu kmaren baru bisa berkunjung ke masjid “turen”
    bertapa indah bangunannya dan bertpa mnajupkan kebesaran mu ya allah ke pada semua hamba mu ini.

  82. bertapa agung dan istimewa bangunan masjid turen
    waktu aqu ke lumajang
    aqu di ajak tman2 ku mmpir ke masjid itu
    ouuhhhhh
    brtapa menajubkan bangunan/arsitekturnya sperti ad di luar negri
    sangat sangat bagus sekali kondisi di dalam masjid itu bagai istana
    sungguh indah dan istimewa.

  83. Aku kemaren baru dari masjid ini ….
    Subhanallah …. Keren bangetz …. kaligrafi2 yang ditulis di setiap dindingnya indah bangetz ….. jadi ketagihan pengen kesana lagi ….

  84. MATA KETIGA ANTI ILUSI Says:

    TIDAK MASALAH JIKA BENAR DIBANGUN OLEH JIN MUSLIM. SUBHANALLAH. NAMUN YANG BIKIN ANEH ITU ADALAH SAAT MEMBACA KOMENTAR PUBLIK YANG TIDAK SEHAT.

    NALAR SEHAT AKAN KRITIS: SEMENNYA MEREK APA. TUKANGNYA PAKAI HELM TIDAK. CAT NYA MEREK DUPONT ATAU AVIAN. BELI DI TOKO BESI MANA. BLUE-PRINT NYA MANA. TANAMAN HIASNYA BELI DIMANA. TRUK PENGANGKUTNYA KAPAN DATANGNYA. BATU BATA NYA TIPE APA. LAMPUNYA PHILIPS APA GENERAL ELECTRIC. BERAPA WATT. DLL.

    JADI ORANG-ORANG SEPERTI AUTIS YANG TERILLUMINASI DALAM DUNIA ILUSI. ITU YANG BIKIN GEMAS.

  85. Mata Ketiga Anti Ilusi Says:

    TIDAK MASALAH JIKA BENAR DIBANGUN OLEH JIN MUSLIM. SUBHANALLAH. NAMUN YANG BIKIN ANEH ITU ADALAH SAAT MEMBACA KOMENTAR PUBLIK YANG TIDAK SEHAT.

    NALAR SEHAT AKAN KRITIS: SEMENNYA MEREK APA. TUKANGNYA PAKAI HELM TIDAK. CAT NYA MEREK DUPONT ATAU AVIAN. BELI DI TOKO BESI MANA. BLUE-PRINT NYA MANA. TANAMAN HIASNYA BELI DIMANA. TRUK PENGANGKUTNYA KAPAN DATANGNYA. BATU BATA NYA TIPE APA. LAMPUNYA PHILIPS APA GENERAL ELECTRIC. BERAPA WATT. DLL.

    JADI ORANG-ORANG SEPERTI AUTIS YANG TERILLUMINASI DALAM DUNIA ILUSI. ITU YANG BIKIN GEMAS DAN PENASARAN.

  86. Subhanallah….. segalanya mudah bagi Allah bila Dia menghendakinya… dengan cara yang dihendakiNya.

  87. Subhanalloh……….sungguh menakjubkan arsitekturnya begitu indah

  88. mohon berikan route saya mo ke ponpes, dari Yogya naik kereta api nuju Malang terus kemana kemananya….
    email saya : mmuslih95@yahoo.com
    Jazakalloh…

  89. cintaislam Says:

    assalamu’alaikum, ‘afwan numpang tnya, mgkin ad yg tahu gmana cra prgi k tmpat itu klu naik kndaraan umum?? Sukron wslm

  90. wahh benar benar ,, sulit d katakan……
    saking megah2nya……….
    jdi pengen kesana……….

  91. cloudyesungElf Says:

    gimana ya…..rasa nya ada di dlm masjid itu??

  92. SAPMASOE Says:

    Asalamualaikum.wr.wb
    “Allah berkehendak kepada siapa yang “DIKEHENDAKINYA”, : Maka kalau Allah Berhhendak, tidak ada satu “Malaikat”, “JIN”, “Nabi-Nabi”, apalagi manusia yang bisa melarang-NYA” Mempendingnya termasuk “KIAMAT”, dengan ketetapan selama sareat, tarekat, hakikat, meripat, tetap “10″ alias tetap benar dijalan KU yaitu mengikuti “Perintah-KU Bukan mejalankan larangan KU”,
    “Maka Jika Kamu kami masukkan kedalam “ISTANA SYURGA”, maka Kamu akan melihat Istanya Yang amat yaitu 10X lipat alam semesta ini (jika mau ditambah maka sempurnakan “AGAMAmu”) bisan menjadi 1000000000000X Lipat Alam semeta ini ” Besar, yang sama sekali anda belum temukan di Dunia yang fana ini” dan sesunguhnya “Maha Besar Allah dengan Segala Firmannya”, Jadi kalau yang gini ini “Masjid Tiban” Bukanlah Sesuatu yang Ajaib, bagi kaum yang telah mengunaka “akal dan matahatinaya” dengan sempurna, dan Kalau Kitab Alquran Bohong kita cari Al-quran Baru dan kalau Nabi Muhammad Rasulullah SAW Bohong Maka Wajib mencari Nabi yang baru, dan KALAU “ALLAH itu Bohong” Maka Kita wajib mencari “ALLAH BARU” dan saya sarankan kalau bisa Mengangkat “Allah Baru” Saya Sarankan dari kaum Negeri Paman SAM-iri alias PAMAN SAM Alias Amerika saja” itulah yang terbaik bagimu tetapi tidak baik bagiku karena “LAQUM DINUKUM WALIADIN” Demikian surat AL-JIN menetapkan, maka dengan perkataan mana lagi hai manusia kamu akan yakin Akan akan “AKU”, dan “ternnyata telah Sampai Akhir zaman atau jaman akhir ternyata masih banyak yang mengingkari Ayat-ayat Kami akan AKU / ALLAH dengan mengingkari (Tidak Tahu, Tidak Mengerti, Tidak Paham, Tidak Memaknai) akan KalamKU, maka inti sari dari semua agama itu adalah “KAJI MAKNANYA” bukan “BACA TULISANNYA” dari AL-KITAB (ZABUR, TAURAT, INJIL, ALQURAN) KARENA “SESUNGUHNYA disanalah KUTEMPATKAN RAHASIAKU,DALAM KALAMULAHKU,Sesuai Jamannya masing-masing(Subhanallah) SEPERTI Kata Sunan Kalijaga “MOCO QURAN SAK MAKNANE” maka gak percuma hai Muhammad KAMI turunkan Al-Quran itu kepadamu secara “Berangsur-Angsur” dan yang mestinya Mansuia akhir jaman ini semuanya berada disinggasana “Syurga” karena telah banyak “CONTEKAN (SUNNAH) DARI PARA PENDAHULU KITA,” (Nabi Nuh AS, Nabi Luth AS, Nabi Musa AS, Nabi Khaidir AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Isa AS, Ibnu Mayam Nabi Khaidir, Namun ternyata semua masih seperti yang Dulu sekali yaitu “MEREKA MENDEBAT APA YANG MEREKA SAMA-SAMA NGGAK TAHU (SAREAT) , SAMA-SAMA GAK MENGERTI (TAREKAT), SAMA-SAMA GAK PAHAM , SAM-SAMA GAK MEYAKINI SEHINGGA BELUM BISA SAMA-SAMA MENETAPKAN (HAKIKAT), AKHIRNYA YA GAK MEMUTUSKAN (MERIPATULLAH, MERIPATE ALLAH, MATANYA ALLAH) Bahwa “La Ila Ha Ilallah Muhammad Rasulullah” bahwa tidak ada Tuhan Lain yang Perlu apalagi wajib di SEMBAH melainkan “ALLAH TA ALLAH” demikian mestinya kita kaum Muslimin yang nota bene Berilmu (Tauhid) dan beraklaq mulia (Sunnah, Laku, Kelakuan, PERI-LAKU,>>>>Lakunya Malaikat Peri=Malaikat) karena Kanjeng Nabinya sangat Mulia diantara para nabi, mempunyai sareat yang benar dan baik, tarekat yang benar dan baik, hakikat, yang benar dan baik, maripat yang benar dan baik… karena kanjeng Nabinya ‘The Best of The Best”. So pasti Ummatnya Juga demikian karena Nilai dari Seorang murid Tergantung Guru (Imam, Mursid, Pemimpin,) yang Mengajarainya” Itulah ummatku yang Kucintai Ummat Jaman Akhir, “Kata Allah”. Maka mari kita tingkatkah Ukuwah “ISLAMIAH” kita Mejadi satu Kekuatan penuh yang terangkum dalam “La Ila Ha Ilallah Muhmmad Rasulullah”, jangan biarkan nafsu kita mencerai beraikan kita seperti nafsu ummat terdahulu inilah yang terangkum dalam Bismilahirrahmannirahiem”, Bawalah domba-dombaKu yang tersesat, kata Nabi Isa, Domba-domba yang tersesatKU, kata nabi Musa, domba-domba yang tersesat Ku kata Nabi Sholeh, Domba-domba yang tersesatku, kata nabi Ibrahim, bawalah domba-dombaku yang tersesat, dan bawalah domba-domba (ummatku) yang tersesat karena AKU (Perintah dan Larangan) kata nabi Adam, Alaihi Salam Kejalan yang lurus itu yakni “Ihdinasiratal mustaqierm”, Karena Kami (para nabi) tidak Tega melihat Ummat, Sahabat, Saudara kami yang diazab dineraka Zaqor, oleh “SANG HYANG WIJI” ALLAH SWT SEMATA,padahal kami telah berkorban sampai disalibkan oleh mereka , dicincang oleh mereka, di penggal kepala oleh meraka karena kami hanya mempertahankan satu Kata saja : “LA ILA HA ILALLAH”, dan Sempurnakan Kisah ini dengan “Muhammad Rusulullah
    Wasallam

  93. SAPMASOE Says:

    Kutitipkan kepada Kamu Hai “Muhammad”, domba-domba kami untuk menuju pada jalan KEBENAR DAN TERANG DUNIA AKHIRAT dengan Ilmu-Ilmu namun yang berdiri adalah “ILMU TAUHID” lengkap dengan saret, tarekat, hakikat, marifat,inilah sampai akhir zaman Ada Rasul-rasul yang tetap Teguh dalam Pendirian Mereka dan AKU “ALLAH” selalu Memuji Hamba yang demikian itu maka KU Beri hamba tadi dengan Balasan Ganjaran, pahala KEBAIKKAN karena pinjaman kebaikan yang telah hamba itu berikan maka AKU “ALLAH” membalas dengan Kebaikan Pula.maka berilah pinjaman kebaikan didunia yang fana ini untuk mengunduh pinjaman pahala, ganjaran, kebaikan diakherat, nanti.

  94. ongky serbaguna Says:

    aslkm,
    sya sdh dtg ke ponpes turen sekali. Ini yg saya soroti souvenir kaos2 bergambar pesantren Bihar Turen blm ada. Bgmn jk mulai skrg di adakn biar nama harum pesantren Bihar lebih luas dan terkenal lagi. Soalnya kaos anak2 maupun dewasa kalo spt tmpt2 yg lain sdh ada, spt kaos walisongo, suramadu dll. Ya kenang2an dari ponpes bihar lah, tdk hnya kaset saja. Dan saya kira rekaman dlm kaset tsb perlu di revisi/ditambh soalnya itu rekaman kurang komplit. Atas perhatian pihak panitia ponpes saya smpaikn bnyk2 trmksh, wassalam

  95. adissabikah imuetzzz bngetzz Says:

    embbhh lmayan sremm!!! n masjid nya bguzz.. bngetzz kyak rmah q he he he he

  96. Asalamualaikum. Subhanallah. Amin Ya Allah. Keindahan hidup dapat di nikmati oleh orang yang beriman. manakala akhirat jadi keutamaan bagi orang yang bertakwa. Mereka itulah orang yang paling bahagia. di sisi Allah yang Maha Besar. Ada masa nya Allah memberi nikmat melalui musibah yang dahsyat. Ada kala nya Allah menguji manusia dengan nikmat dan kesenangan. Melalui kejadian kejadian yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan itulah yang akan memberi pengajaran tentang suatu Nikmat Allah. Renungkan lah semula masa lalu dan masa hadapan. Insaflah bahawa hidup ini penuh dengan peristiwa yang datang silih berganti tanpa di duga dan di nanti. Hanya orang yang mampu keluar dari segala Ujian dan cubaan dengan selamat itulah yang sebenarnya nikmat kebahagian dunia dan akhirat. Mudahan Allah akan memberi jalan keluar kerana Allah sahaja yang mengatur dengan sempurna. Kuatkan lah keyakinan kepada Allah s.w.t kerana tiada yang mustahil dalam hidup ini. Bahawasanya segala kejadian langit dan bumi dan segala makhluk dan isi kandungan nya ada lah Allah yang menciptaNya. Kun kata Allah. Fayakun kata Muhamad pesuruh Allah. Amin Ya Rabbil Alamin.

  97. aqil alattas Says:

    assalamualaikom!
    saya baru dapat tahu dari org2 indonesia di arabsaudi bahwa ada masjid di temukan di malang denga bentuk persis masjid annabawi di madinah. setelah melihat di gambar yg sangat kechil dan tdk jelas mengatakan jauh sekali dan bingun dari isu2 di a.saudi yg mengadakan sesuatu yg tdk benar, supaya saya dpt meyakinkan kepada diri saya, saya mohon foto yg besar dan jelas dan semua arial baik dlm maupun luar. jaza kom mullah khair jaza

  98. assalamualaikum..
    to the point.
    menanggapai tulisan hamba Allah,, saya percaya,,tapi saya dgr cerita bgtu pun dr dia saja,, sebelumnya sudah banyak saya dengar,,
    perlu hamba allah ketahui,, bukan hanya di masjid turen saja hal seperti itui terjadi,, bahkan di seluruh dunia,, aliran yg mengedepankan ke ikhlasan ,cinta dan pengabdian kepada sang maha pencipta,, PASTI AKAN MENINGGALKAN KEDUNIAAN nya,,
    salah satunya harta dan keluarga,,
    tanpa di minta, atau di paksa untuk nyumbang,, bagi pengikutya,, harta tdak terlalu berati lgi,,
    jadi tergantung kita mau melihat dari segi yg mana??
    dr segi hitam ato putih,,??
    monggo,, pemirsa mau make kaca mata yg mana,,??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 350 other followers

%d bloggers like this: